Presiden Terpilih BEM KM Unand

“Menjadi Lembaga yang Peduli, Advokatif, dan Komunikatif”

Hujan menyambut perbincangan bersama Presiden terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas, Azmy Uzandy. Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian ini terpilih menjadi presiden periode 2012/2013.

Presiden BEM terpilih Unand
Azmy Uzandi

Masa kecil seorang presiden muda yang akrab disapa Azmy ini dihabiskan di kota kelahirannya, Padang Sidempuan. Namun darah Minangkabau kuat dalam dirinya. Ayah Azmy merupakan pemuda minang yang dibawa merantau oleh neneknya ketika kecil. Dan disanalah orang tuanya bertemu.

Ada keinginan di dalam hatinya untuk kembali ke kampung halaman. Dan disinilah kakinya berlabih, Universitas Andalas. Dia memilih kuliah di Padang dengan berteduh di rumah saudaranya yang berada di Tabing.

Anak bungsu dari tiga orang bersaudara ini memang tidak bisa hanya berdiam diri dengan kegiatan akademik. Dari sekolah dasar, ada saja kegiatan yang digelutinya, terlebih lagi ketika ia SMA.

Ketika menginjakkan kaki di SD Negeri 12 Padang Sidempuan, Azmy mengikuti salah satu kegiatan sekolah, drum band. Berlanjut ke SMP N 1 Padang Sidempuan sebagai anggota OSIS, walau tidak begitu aktif ketika itu. Ketika sampai di SMA N 2 Padang Sidempuan, Azmi kembali menggaet OSIS sebagai kegiatan organisasinya. Saat di OSIS, diamanahkan di bidang kerohanian yang menjabat sebagai Wakil Ketua 1 OSIS.

Saat menginjakkan kaki di Jurusan Teknologi Pertanian, organisasi yang pertama kali ia geluti adalah FSI. Pada periode 2010/2011, ia diangkat sebagai Kepala Divisi KISYI di Forstudi fakultas. Sebuah prestasi ketika Azmi menjadi kepala dinas termuda. Slogan kampanye “yang muda yang memimpin” memiliki arti tersendiri baginya yang terinspirasi dari sini. Azmy tidak berhenti sampai disini saja, kiprah itu berlanjut ke BEM Fakultas. Kepala Dinas Kastrat (Pengkajian dan Strategi) di BEM KM FATETA yang fokus pada advokasi dan sosial di BEM Fateta pada periode 2011/2012. Di BEM FATETA, Azmy dipercaya sebanyak dua kali menjadi PLT Gubernur BEM FATETA. Dengan dukungan rekan seperjuangannya, Azmy mengusulkan diri menjadi salah satu calon presiden BEM KM Unand. Disinilah perjuangan itu dilanjutkan sebagai Presiden Terpilih BEM KM Unand.

“Kalau tidak ikut organisasi, malah turun indeks prestasinya,” ujar Azmy. Itulah yang menjadi prinsip pria yang lahir pada 21 April 1991 ini. Ketika mengikuti kegiatan organisasi, akan banyak pengalaman akan banyak hal. Selain itu organisasi mampu menambah wawasan. Dengan bertukar pikiran dari berbagai kepala yang tidak sama cara pandangnya. Melalui diskusi ini juga mampu memberi banyak kenalan dan menjalin pertemanan.

Walaupun menjalani aktifitas organisasi, mahasiswa TP ini tidak melupakan kuliahnya. Bagi azmy kuliah adalah nomor satu dan organisasi nomor dua. Tapi pilihan satu tidak dapat menutupi pilihan kedua.

Teknologi Pertanian bukanlah prioritas pertama Azmy. Ketertarikan pada jurusan ini berawal dari kreatifitas mahasiswa THP yang memproduksi berbagai jenis produk yang bermutu. Sebut saja indomie, nutrisari, dan nata de coco. Disini, ia belajar bagaimana membuat sebuah prosuk bisa tahan lama.

Sebenarnya Fakultas Kedokteran-lah yang menjadi pilihan pertamanya ketika Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Namun, THP yang menjadi list kedua menjadi pilihan terbaik yang mengantarkannya sejauh ini di Universitas Andalas.

Selain sibuk dalam kegiatan organisasi, Azmi tidak melupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa semester enam ini mengikuti Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) di Kasradasi. Kajian strategi dan aksi yang fokus pada advokasi yang menganalisis kebijakan pemerintah dalam lingkup pangan. Selain itu juga menjadi tim bina desa di Pesisir Selatan. Tim ini terdiri dari tiga orang mahasiswa. Bina desa berarti menjadi penanggung jawab di Daerah Pesisir Selatan. Bersama tim, Azmy mendatangi daerah binaan setiap 2 minggu sekali.

Menanggapi keadaan kampus yang tengah terjadi, ia selaku presiden terpilih  berkomitmen untuk melakukan terobosan sesuai dengan visi menjadi lembaga yang peduli, advokatif, dan komunikatif. Presiden melihat kebijakan Drop Out  (DO) yang dikeluarkan pihak Universitas menjadi ricuh disebabkan kurangnya komunikasi dari berbagai pihak.

“Bersyukur dari 1800 orang menjadi 154 orang yang tidak bisa ditekan. Kalau diloloskan kasihan juga untuk tahun akhirnya di DO. Hal yang diperbincangakan di khalayak ramai lebih pada pengeksekusian 154 orang yang di DO. 1800 orang yang tidak disebut-sebut, tidak menjadi tolak ukur seratus lima puluh empat orang,” ungkap Azmy.

Pada fakultasnya sendiri, pihak dekanat telah memberikan peringatan awal kepada mahasiswa yang terancam nilainya. Di fakultas, terdapat sebuah TV yang menampilkan nomor Buku Pokok (BP) mahasiswa yang IP-nya tercancam DO. Peringatan ini diberitahukan ketika mahasiswa berada di semester dua. Jadi, peringatan mampu menjadi peningkatan semangat mahasiswa. Hal inilah yang seharusnya dilakukan, adanya komunikasi yang baik dari semua pihak.

Mahasiswa yang mengambil 21 sks ini berharap mampu meningkatkan kepedulian, advokatif, dan komunikatif. Azmy berharap mampu merangkul dan lebih mensinergiskan lembaga yang ada.

BEM Unand sebagai koordinator bencana di BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), penanggulangan bencana. Azmy berhap mampu mengkoordinator kampus-kampus di Indonesia.

Mahasiswa pengguna kaca mata ini memiliki semangat tinggi untuk memimpin Unand setahun ke depan. Dengan visi menjadi lembaga yang peduli, advokatif, dan komunikatif, Azmi berharap mampu memberikan apa yang dibutuhkan mahasiswa Unand.

Misi diantaranya membangun kesolitan tim di internal lembaga yang berdasarkan prinsip profesionalitasme dan kekeluargaan, peningkatan sinergisasi antar lembaga kemahasiswaan, advokatif terhadap kebijakan publik guna terciptanya transparansi birokrasi, berperan aktif dalam rangka peningkatan gerakan edukasi terhadap isu-isu teraktual, sosial politik, baik lokal, nasional, maupun internasional sebagai peningkatan wawasan publik dan pencerdasan sosial.

Program yang ingin dilakukan dalam jangka pendek ini diantaranya pematangan konsep penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, ia ingin fokus untuk memperjuangkan mahasiswa yang kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa, sinergis kegiatan.

Selain itu, akan diadakan berbagai macam kegiatan pendidikan untuk peningkatan mutu dan kualitas mahasiswa. Contohnya pada kasus kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang megundang pakarnya. Misalnya dari pakar ekonomi dengan mengkaji dampak ekonomi, pengaruh dari sisi ekonomi terhadap masyarakat. Lalu dari pakar Agribisnis misalnya mengkaji dampak kebijakan kenaikan harga BBM pada petani. Semua sumber dapat ditarik kesimpulannya. Semua orang akan tau bagaimana sebuah kebijakan. Dengan cara ini, akan ada peningkatan soft skill pada diri mahasiswa.

Fokus pada misi poin keempat dengan melihat isu-isu yang tengah berkembang juga diperhatikan. Misalnya masalah pendidikan yang tidak ada SNMPTN. Kelulusan di Perguruan Tinggi Negerin (PTN) langsung menggunakan nilai SMA. Dalam kasus ini, dia berpendapat akan lebih besar peluang negatif. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan terhadap mahasiswa dengan memperbanyak  talk show.

“BEM bukan Event Organizer (EO), kedepan lebih pada perbaikan komunikasi, kepedulian, sistem birokrasi, meningkatkan soft skill mahasiswa, dan penengah dari fakultas-fakultas yang ada,” jelas Azmy. (Ora)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>