Intervensi Mahasiswa Islam dalam Percepatan Pendidikan Karakter Berbasis Masjid

Oleh : Robby Prakoso

Dunia pendidikan saat ini sedang kebakaran jenggot akibat munculnya sekelumit permasalahan yang datang bertubi-tubi, bak sebuah kapal yang sedang terombang-ambing di tengah lautan, bentangan layar yang telah patah, dan diterpa badai topan, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk karam. Mulai dari tataran Sekolah Dasar yang gempar dengan munculnya gambar atau tulisan pornografi di buku-buku pegangan siswa, jenjang menengah pertama yang geger atas kasus siswa yang melakukan pornoaksi di kamar mandi sekolah, ditambah lagi si Sulung tingkat menengah atas dan mahasiswa yang berlomba-lomba unjuk gigi untuk saling memperlihatkan kejantanan mereka melalui tawuran.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan penunggang dari dunia pendidikan terasa lamban dan apatis terhadap penyelesaian semua permasalahan ini. Kurikulum pendidikan yang abstrak membuat guru-guru kehilangan arah mata angin karena perkembangan anak-anak yang stagnan, bahkan ada beberapa yang kritis. Kegalauan orang tua murid tidak terhentikan melihat perkembangan ini, mengingat melalui sekolahpun tidak ada perkembangan moral yang signifikan dari anak-anak mereka. Disagregasi ini membuktikan telah kronisnya permasalahan dunia pendidikan yang mengakibatkan munculnya asumsi negatif terhadap pemerintah.

Prof. Buya Hamka dalam suatu kesempatan berpendapat bahwa pendidikan merupakan serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk membantu mendidik watak, budi, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Terlihat bahwa actor penting dalam use case description ini adalah pendidik dan peserta didik. Pendidik dalam hal ini tidak sesederhana mengilustrasikan seorang guru atau dosen, tetapi juga instansi terkait seperti pemerintahan.

Babak belurnya pendidikan saat ini menyikap tabir bahwa roh pendidikan telah hilang dari bumi pertiwi dan diperkuat dengan melelehnya karakter peserta didik akibat terlalu panasnya suhu emosional yang dapat meletus sewaktu-waktu ibarat bom waktu. Meminjam kutipan dari Ki Hajar Dewantara (1977), jika pendidikan karakter itu terjadi orang akan senantiasa dapat mengalahkan hawa nafsu dan tabiat-tabiatnya yang asli (bengis, murka, pemarah, kikir, keras, dan lain-lain).

Mahasiswa yang merupakan agent of change, agent of social control, dan iron stock seharusnya bisa menjadi garda terdepan di keadaan dunia yang semakin membabi buta dalam perkembangannya. Hal ini sangat didukung sesuai perkataan Steven. P. Robbins (2005) dalam bukunya Management 8th Edition, bahwasanya seseorang dalam managerial harus memiliki technical skill, conceptual skill, dan humanity skill. Ketiga elemen tersebut penulis pikir telah dimilki secara penuh oleh seorang mahasiswa, jika ia memang sungguh-sungguh memperbaiki bumi pertiwi ini.

Pengalokasian kepemimpinan yang dimiliki oleh mahasiswa saat ini yang menjadi tanda tanya besar. Terjadinya ketidakseimbangan alokasi kepemimpinan memberikan dampak buruk terhadap elemen-elemen lain, karena semua elemen tersebut merupakan sekumpulan sistem yang saling terintegrasi. Terlalu sibuknya mahasiswa dengan aktivitas kampus, membuat mereka lupa akan lingkungan sekitar, sedangkan masjid di mana mereka tempat biasa sholat hanya dijadikan sekedar tempat ibadah.

Perkembangan era globalisasi secara tidak sadar membuat masjid tidak lagi terjamah. Saat ini bisa dilihat setiap sudut-sudut ruangan masjid, sangat sulit ditemukan remaja atau pemuda yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Penulis teringat, pada zamannya Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai multifungsi, selain tempat beribadah, masjid juga berperan dalam pusat pemerintahan, menyusun strategi perang, Baitul Mal, pendidikan, pengambilan keputusan, dan sebagainya.

Tingginya tingkat kebutuhan masjid terhadap kepemimpinan mahasiswa harus menjadi perhatian penting bagi mahasiswa Islam se-Indonesia. Anda memilih mencegah akhlak buruk remaja sekarang atau memperbaiki akhlak mereka nanti ketika telah menjadi Mahasiswa? Bayangkan jika remaja itu adik anda, teman anda, atau keluarga dekat anda.

Wallahu’alam Bishawab

 

Penulis merupakan Ketua Pemuda dan Remaja Masjid Ittihadulmuslimin Lapai dan Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Teknik Unand

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>