Khattil Quran Lengkapi Rangkaian Acara MTQ MN XIII

IMG_3525

Selasa (25/06) Hari kedua MTQ MN XIII dilaksanakan lomba cabang khattil Qur’an di Auditorium Unand. Lomba yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB ini akan berlangsung hingga 16.00 WIB. Jumlah peserta cabang ini ada 100 orang peserta yang hadir dan 15 orang tidak hadir. Terdapat  lima Dewan Hakim dan satu orang panitera. Dr. H. Ahmad Thalabi selaku ketua Dewan Hakim mengungkapkan  bahwa ada tiga aspek penilaian yaitu kebenaran kaedah khat, keindahan khattil Qur’an , dan keindahan hiasan atau ornamen .

Sebelum lomba dimulai, peserta diberi pengarahan tentang ketentuan lomba. Keenam ketentuan tersebut yaitu pertama teknis khattil Qur’an yang digunakan meliputi Diwani, Tsuasi Riq’ah, Diwani Jaly, Farisi, Kufi, dan Naskhi. Kedua, peserta diperbolehkan menggunakan aneka warna untuk ornamen dan penulisan huruf. Ketiga, tulisan dibuat dengan menggunakan kuas yang sesuai ruang yang tersedia. Keempat , media tulis yang digunakan adalah triplek berukuran 80 cm x 120 cm. Kelima, waktu penulisan selama 480 menit termasuk waktu istirahat. Ketentuan terakhir yaitu peserta diperkenankan menggunakan alat bantu kecuali sablon, bunga tempel, dan cetakan huruf.  Adapun ayat yang dijadikan materi adalah Qs AL- Zumar ayat 73-74. Dimana peserta diminta untuk menjadikannya seri khat  dalam 5-7 baris, sesuai dengan mushaf standar Indonesia.

Salah satu peserta asal Universitas Negeri Padang (UNP), Hari Muklas berharap untuk memperoleh kemenangan. Tak hanya berharap, pejuang bidang Khattil asal Payakumbuh ini turut menyertai persiapan sebelum perlombaan. Ia berusaha memaksimalkan diri dalam usaha dan melengkapi perlengkapan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukannya atas kesadaran bahwa lomba ini lebih ketat dari pada lomba yang pernah ada di Sumatera sebelumnya.

“Jika terjadi kesalahan dalam penulisan , maka akan dikurangi poinnya. Dimana untuk kesalahan ringan seperti anatomi huruf yang yang kurang bagus, tulisan yang kurang sempurna maka akan dikurangi  setengah poin. Sementara  untuk kesalahan besar dengan maksud dapat mengubah makna maka akan dikurangi 2-3 poin,” tutur Ahmad menjelaskan mengenai penilaian.

Ahmad memandang bahwa seni khattil  Al-Qur’an ini memiliki daya tarik tersendiri . Karena pada  lomba ini akan menghasilkan karya seni yang bersifat konkret dan bisa dinikmati langsung.“Saya melihat bahwa  dari tahun ke tahun untuk cabang Khattil Qur’an  telah terjadi peningkatan, baik dari segi mutu maupun kuantitas peserta . Dengan adanya MTQ  MN XIII  cabang Khattil Qur’an dapat memicu semangat mahasiswa untuk melestarikan Khasanah seni  islam  yang paling agung ini dan mahasiswa merupakan pihak yang bertugas turut  andil untuk mempertahankan seni ini. Semoga dari tahun ke tahun peminatnya semakin betambah,” ujar Ahmad mengomentarinya. -Anis, Neny, Iin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>