• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 29 April 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Menciptakan Agen Perubahan Sosial melalui Pemerataan Pendidikan

oleh Redaksi
3 Juli 2023, 23:46 WIB
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

Oleh: Ifran Afdhala Zikri*

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, pendidikan berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat. Pendidikan di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang saat ini mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta peraturan-peraturan yang terkait yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan di Indonesia.

Di Indonesia, wajib belajar diterapkan selama 12 tahun. Sejak tahun 2013, pendidikan terdiri dari 6 tahun pendidikan dasar (SD) dan 3 tahun pendidikan menengah pertama (SMP), serta 3 tahun pendidikan menengah atas (SMA atau SMK). Dengan demikian, setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tersebut, perkembangan terbaru dari UU tersebut wajib belajar menjadi 13 tahun dengan menambahkan masa prasekolah.

Pendidikan juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi suatu masyarakat. Pendidikan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi cenderung memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah, produktivitas yang lebih tinggi, dan kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha yang inovatif.

Baca Juga  Teknologi Filtrasi Upflow Anaerobic, Solusi Penanganan Air Limbah Laundry

Namun, ada beberapa faktor yang dapat menurunkan akses dan kualitas pendidikan di suatu negara atau masyarakat seperti, keterbatasan ekonomi dan  kurangnya kesadaran dan peran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Keterbatasan ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pendidikan. Keluarga yang miskin atau kurang mampu secara finansial mungkin tidak mampu memenuhi biaya pendidikan, seperti biaya sekolah, seragam, buku, atau alat tulis. Kondisi ini dapat menghambat akses anak-anak untuk mendapatkan  pendidikan yang berkualitas.

Dalam pasal 31 UUD 1945 menunjukkan peran Negara untuk mengatasi permasalahan tersebut, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan nasional yang bermutu dan memajukan kebudayaan untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia harus dipastikan kualitasnya dan memajukan kebudayaan bangsa. Negara harus menjamin akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga negara Indonesia.

Baca Juga  Aliansi Minangkabau Cinta Palestina: Kutuk Zionis Israel, Merdekakan Palestina

Kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kurangnya peran orang tua dalam mendorong anak-anak mereka untuk belajar dan bersekolah juga dapat mempengaruhi pendidikan. Orang tua yang kurang terlibat dalam pendidikan anak. Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahan sosial. Melalui pendidikan, masyarakat dapat mengembangkan kesadaran tentang isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, kesetaraan gender, dan lingkungan.

Pendidikan dapat mendorong individu untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, mengatasi masalah-masalah sosial, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan guna mencapai tujuan pembangunan pendidikan yang lebih baik di negara ini.

*)Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Tag: IndonesiaMahasiswaopinipendidikanPerubahan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Umur Dijadikan Alarm Pernikahan Bagi Perempuan

14 Maret 2026, 13:03 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadillah)

Krisis Kepercayaan Publik terhadap Politik Indonesia

9 Maret 2026, 21:01 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Langkah Negara Menjaga Anak di Era Media Sosial

8 Maret 2026, 00:03 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Prabowo Menandatangani Perjanjian dengan AS, Untung atau Rugi bagi Bangsa

25 Februari 2026, 22:23 WIB
(Ilustrasi/Nia Rahmayuni)

67 Persen Jurnalis Alami Kekerasan, Swasensor Jadi Alarm Kebebasan Pers

25 Februari 2026, 21:55 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Lahir Tapi Tidak Tercatat

24 Februari 2026, 22:41 WIB

Populer

  • Kondisi kamar kos penemuan jenazah mahasiswa PNP di Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Padang pada Sabtu (11/4/2026) (Nasywa Luthfiyyah Edfa)

    Tak Ada Pertanda, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Buntut Postingan Presiden Pakak, Andre Rosiade Hadiri Forum Diskusi BEM KM UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 10.391 Peserta Laksanakan UTBK 2025 di Universitas Andalas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 128 Kampus Putuskan Walk Out, Munas BEM SI XIV Tetap Lanjut

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Forum Evaluasi BEM KM UNAND Memanas, Mahasiswa Desak Transparansi dan Inklusivitas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak