• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 29 April 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Sejarah Publik: Alternatif Karier Non Akademis

oleh Redaksi
4 September 2025, 08:44 WIB
(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

ShareShareShareShare

Oleh: Dila Febrianti*

Selama ini masih banyak yang menganggap jurusan Sejarah hanya melahirkan guru, dosen, atau peneliti. Pandangan sempit tersebut membuat jurusan ini kerap dianggap membosankan dan kurang diminati. Bahkan, tidak sedikit yang meragukan prospek kerja lulusannya karena dinilai terbatas. Padahal, anggapan ini jelas keliru. Sejarah, khususnya melalui konsep Sejarah Publik, justru menawarkan banyak peluang karier yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pertama, sejarah merupakan salah satu cabang ilmu sosial-humaniora yang penting bagi peradaban manusia. Namun, minat generasi muda terhadap bidang ini masih rendah karena stigma bahwa lulusan Sejarah sulit bersaing di dunia kerja. Padahal, perkembangan Sejarah Publik membuka jalan baru yang membuat lulusan Sejarah bisa berkiprah di luar ruang akademik.

Menurut kompasiana.com, public history atau Sejarah Publik mulai tumbuh di Amerika sejak 1970-an, berkembang di Eropa dan Australia pada 1990-an, lalu dikenal di Indonesia. Konsep ini memperluas peran sejarah dari sekadar konsumsi akademik menjadi bagian dari ruang publik. Praktiknya bisa dilihat di museum, arsip, situs bersejarah, media, hingga lembaga pemerintahan. Dengan begitu, sejarawan tidak hanya terbatas sebagai pengajar, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  Pelaksanaan UTBK SNBT 2023 Unand Diadakan Satu Gelombang

Kedua, Sejarah Publik mendorong kreativitas. Lulusan Sejarah dapat menulis novel berbasis peristiwa bersejarah, membuat film dokumenter, atau mengembangkan konten digital bertema sejarah. Bahkan, peluang di bidang industri kreatif, pariwisata budaya, dan program sejarah berbasis teknologi digital terbuka lebar. Dengan dukungan media sosial dan platform digital, sejarah bisa dikemas dengan cara yang lebih segar dan mudah dipahami.

Ketiga, penerapan Sejarah Publik juga membuktikan bahwa belajar sejarah bukanlah jalan buntu. Seorang lulusan Sejarah yang hobi menulis bisa menjadi penulis buku populer, mereka yang tertarik pada dunia visual bisa menjadi kreator film sejarah, sementara yang memiliki minat pada dunia pariwisata bisa mengelola situs wisata sejarah. Semua peluang ini menegaskan bahwa sejarah tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga  Unand Bentuk Tim Evaluasi sebagai Bentuk Tindak Lanjut Kasus Asrama

Karena itu, pola pikir tentang lulusan Sejarah harus diubah. Mereka bukan hanya calon guru atau peneliti, tetapi juga kreator konten, penulis, produser film, hingga pengembang program sejarah berbasis digital. Sejarah Publik hadir sebagai jembatan yang membuat ilmu sejarah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang kerja yang luas.

Maka, lulusan Sejarah tidak perlu ragu akan masa depan mereka. Justru dengan kreativitas dan kemampuan mengemas masa lalu secara menarik, mereka bisa membuktikan bahwa sejarah adalah jalan karier yang menjanjikan. Sejarah Publik adalah bukti bahwa masa lalu dapat menjadi bekal masa depan.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: JurusanMahasiswaprofesisejarahUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Umur Dijadikan Alarm Pernikahan Bagi Perempuan

14 Maret 2026, 13:03 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadillah)

Krisis Kepercayaan Publik terhadap Politik Indonesia

9 Maret 2026, 21:01 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Langkah Negara Menjaga Anak di Era Media Sosial

8 Maret 2026, 00:03 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Prabowo Menandatangani Perjanjian dengan AS, Untung atau Rugi bagi Bangsa

25 Februari 2026, 22:23 WIB
(Ilustrasi/Nia Rahmayuni)

67 Persen Jurnalis Alami Kekerasan, Swasensor Jadi Alarm Kebebasan Pers

25 Februari 2026, 21:55 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Lahir Tapi Tidak Tercatat

24 Februari 2026, 22:41 WIB

Populer

  • Kondisi kamar kos penemuan jenazah mahasiswa PNP di Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Padang pada Sabtu (11/4/2026) (Nasywa Luthfiyyah Edfa)

    Tak Ada Pertanda, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Buntut Postingan Presiden Pakak, Andre Rosiade Hadiri Forum Diskusi BEM KM UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 10.391 Peserta Laksanakan UTBK 2025 di Universitas Andalas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 128 Kampus Putuskan Walk Out, Munas BEM SI XIV Tetap Lanjut

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Forum Evaluasi BEM KM UNAND Memanas, Mahasiswa Desak Transparansi dan Inklusivitas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak