Padang, gentaandalas.com – Kegiatan Leadership Summit (LEADSUM) 2026 yang diselenggarakan pada Minggu (26/4/2026) oleh komunitas TemanKita menjadi ruang pengembangan kepemimpinan bagi para pemimpin organisasi mahasiswa di Sumatera Barat. Kegiatan ini menekankan nilai refleksi, aksi, dan kolaborasi dalam setiap rangkaian acaranya. LEADSUM menghadirkan talkshow, diskusi kelompok, hingga kunjungan stan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai sarana bertukar gagasan dan memperluas jaringan.
Ketua pelaksana, Syakira Kamila Rahma, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata terkait persoalan kepemimpinan mahasiswa di lapangan. Ia menyebut LEADSUM dirancang melalui proses identifikasi masalah hingga perumusan solusi yang konkret. “Leadership Summit ini hadir sebagai solusi dari permasalahan yang kami temukan, dengan tiga nilai utama yaitu refleksi, aksi, dan kolaborasi yang diimplementasikan dalam setiap rangkaian kegiatan,” ujar Syakira saat diwawancarai Genta Andalas pada Minggu (26/4/2026).
Konsep kegiatan disusun secara terstruktur agar setiap sesi memiliki fungsi yang jelas dalam menjawab kebutuhan tersebut. Sesi talkshow difokuskan pada refleksi diri sebagai pemimpin dalam menghadapi dinamika organisasi. Sementara itu, diskusi kelompok diarahkan untuk mendorong aksi nyata melalui penyelesaian masalah yang dihadapi masing-masing organisasi.
Dalam pelaksanaannya, panitia menghadapi tantangan utama pada aspek koordinasi waktu. Hal ini disebabkan kegiatan berlangsung di tengah masa perkuliahan aktif, sehingga sulit menyatukan jadwal seluruh panitia. “Hambatan utama itu di penyatuan jadwal karena kegiatan ini dilakukan saat masa kuliah, tapi dengan komunikasi yang jelas akhirnya acara ini bisa terealisasi dengan baik,” ujar Syakira.
Terlepas dari kendala tersebut, pelaksanaan kegiatan dinilai berjalan dengan baik. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian acara yang diikuti. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah Leadership Challenge yang mendorong partisipasi dan interaksi antarpeserta.
Salah satu peserta, Agung Wahyu Pratama, Team Leader of Expansion and Outreach AIESEC, menilai kegiatan ini sebagai ruang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya berfokus pada orang lain, tetapi juga pada kemampuan mengelola diri sendiri. “Menurut aku kepemimpinan itu nggak hanya soal memimpin orang lain, tapi juga bagaimana kita mengontrol diri sendiri, termasuk dalam menghadapi masalah dan kondisi burnout,” ujar Agung pada Minggu (26/4/2026).
Dalam praktiknya, ia mengandalkan komunikasi interpersonal untuk menyelesaikan persoalan organisasi. Pendekatan ini dilakukan melalui diskusi langsung dengan anggota agar solusi dapat dicapai secara bersama. “Kalau ada masalah, aku biasanya langsung one-on-one dengan anggota, supaya bisa diskusi dan cari solusi bersama, karena komunikasi dua arah itu lebih memudahkan penyelesaian masalah,” jelasnya.
Pandangan lain disampaikan Wakil Gubernur BEM KM Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Muhammad Dzaki yang melihat kegiatan ini sebagai wadah pembelajaran lintas organisasi. Ia menilai interaksi dengan pemimpin dari berbagai latar belakang organisasi memberikan wawasan baru dalam memahami kepemimpinan. “Kegiatan ini jadi wadah untuk menambah wawasan dan bersosialisasi dengan leader dari berbagai organisasi, sehingga bisa belajar banyak tentang leadership,” ujar Dzaki saat diwawancarai Genta Andalas pada Minggu (26/4/2026).
Ia juga menyoroti bahwa komunikasi masih menjadi tantangan utama dalam organisasi mahasiswa. Menurutnya, pola komunikasi perlu dibangun secara terbuka dan melibatkan semua pihak dalam organisasi. “Komunikasi itu harus dari semua arah, bukan hanya dari pemimpin ke anggota, tapi juga sebaliknya, supaya informasi bisa tersampaikan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Dzaki mengungkapkan bahwa ia mendapatkan perspektif baru dari sistem kerja organisasi lain yang ditemuinya dalam kegiatan tersebut. Ia melihat adanya pendekatan yang berbeda dalam pengelolaan organisasi yang dapat dijadikan referensi. “Dari kegiatan ini saya melihat banyak organisasi yang punya sistem unik, dan itu bisa jadi nilai yang bisa kita ambil untuk diterapkan di organisasi kami,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LEADSUM TemanKita diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan semata. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi para pemimpin muda untuk memahami peran mereka secara lebih mendalam. Dengan adanya refleksi, diskusi, dan kolaborasi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan organisasi mahasiswa di Sumatera Barat ke depannya.
Reporter: Nia Rahmayuni dan Pitri Yani
Editor: Auryn Dzakirah







