• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 29 April 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Kebijakan Negara Dinilai Picu Ekstraktivisme dan Ketimpangan Lingkungan

oleh Redaksi
29 April 2026, 09:54 WIB
ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com- Kebijakan pemerintah dinilai menjadi faktor utama di balik maraknya praktik ekonomi ekstraktif yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial. Hal ini mengemuka dalam diskusi “Bicara Sumatera Barat” tentang ekonomi ekstraktif dan keadilan ekologis yang digelar di Universitas Andalas, Selasa (28/4/2026), di tengah menguatnya sorotan terhadap isu kerusakan lingkungan dan transisi energi di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Studio Lantai 2 Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas ini menghadirkan jurnalis senior sekaligus penulis buku Reset Indonesia, Farid Gaban, Direktur Socio-Bioeconomy Celios, Fiorentina Refani, serta antropolog Universitas Andalas, Fajri Rahman, dengan moderator jurnalis Febrianti.

Fiorentina Refani menyebut keputusan petani mengonversi lahan, termasuk ke perkebunan sawit, tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dipengaruhi oleh arah kebijakan negara dan pasar.

“Pilihan itu didorong oleh kebijakan, termasuk subsidi besar terhadap industri sawit. Jadi, tidak adil jika petani kecil yang disalahkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebijakan energi seperti program biodiesel yang meningkatkan permintaan pasar terhadap minyak sawit. Kondisi tersebut mendorong masyarakat melihat sawit sebagai peluang ekonomi, meskipun berdampak pada perubahan lanskap ekologis.

Baca Juga  Aliansi BEM SB Lakukan Berbagai Bentuk Aksi Kritik di Depan Kantor Polda Sumbar

Sementara itu, Farid Gaban menilai pola pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya telah menimbulkan kerugian besar, terutama bagi masyarakat kecil. Menurutnya, manfaat ekonomi dari sektor ekstraktif cenderung terkonsentrasi pada korporasi besar, sementara dampak lingkungan ditanggung oleh masyarakat.

“Yang menikmati keuntungan biasanya segelintir pihak, tetapi yang menanggung kerusakan adalah masyarakat luas,” kata Farid.

Kritik juga diarahkan pada kebijakan transisi energi. Fajri Rahman menyoroti rencana penghentian operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang dinilai belum disertai peta jalan yang jelas bagi pekerja dan masyarakat terdampak.

Menurutnya, kebijakan yang tidak disiapkan secara komprehensif berpotensi menjadikan masyarakat sebagai “korban ganda”, yakni terdampak pencemaran sekaligus kehilangan sumber penghidupan.

Selain itu, diskusi juga menyinggung praktik pembatasan akses masyarakat atas nama konservasi. Pendekatan ini dinilai berisiko menghilangkan ruang hidup masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi kepentingan ekonomi skala besar di kemudian hari.

Baca Juga  Wisuda II, Universitas Andalas Siapkan Lulusan Yang Bermutu

Sebagai alternatif, para pembicara menawarkan konsep ekonomi restoratif yang menekankan upaya menjaga lingkungan yang tersisa sekaligus memulihkan kerusakan yang telah terjadi. Salah satu langkah yang disorot adalah perlunya redistribusi lahan serta pengelolaan berbasis kolektif untuk mengurangi ketimpangan penguasaan sumber daya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh KOMSLAB, sebuah lembaga non-profit di bidang komunikasi yang bertujuan menghubungkan akademisi, jurnalis, dan organisasi masyarakat sipil. Forum ini juga menjadi ruang pertemuan untuk bertukar gagasan terkait isu lingkungan dan pembangunan.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa, termasuk pers mahasiswa, serta komunitas jurnalis di Padang dan sekitarnya. Diskusi ditutup dengan dorongan agar gagasan yang muncul tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mendorong perubahan dalam kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan ekologis.

Reporter: Oktavia Ramadhani dan Zaki Latif Bagia Rahman

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: Genta AndalasPadangUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Suasana diskusi peserta pada gelaran acara Temankita Leadership Summit 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Minggu (26/4/2026) (Pitri Yani)

LEADSUM TemanKita 2026 Satukan Pemimpin Organisasi Mahasiswa Sumbar

26 April 2026, 23:22 WIB
Suasana salah satu boots beasiswa fair 2026 yang dipadati oleh mahasiswa di Convention Hall, Universitas andalas, pada Kamis (23/4/2026) (Tantri Pramudita)

Beasiswa Fair UNAND Dorong Mahasiswa Coba dan Siap Bersaing

24 April 2026, 00:51 WIB
Suasana pameran FRAGTION oleh UKM Sinematografi di Lapau Bakawan, Tarandam, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) (Ulya Nur Fadillah)

UKM Sinematografi UNAND Gelar Pameran FRAGTION Bertajuk “People of Many Roles”

23 April 2026, 20:51 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

UTBK UNAND Terapkan Sistem Baru, Celah Kecurangan Diperketat

22 April 2026, 00:42 WIB
Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

15 April 2026, 22:23 WIB
Kondisi kamar kos penemuan jenazah mahasiswa PNP di Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Padang pada Sabtu (11/4/2026) (Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Tak Ada Pertanda, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos

11 April 2026, 14:34 WIB

Populer

  • Kondisi kamar kos penemuan jenazah mahasiswa PNP di Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Padang pada Sabtu (11/4/2026) (Nasywa Luthfiyyah Edfa)

    Tak Ada Pertanda, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Buntut Postingan Presiden Pakak, Andre Rosiade Hadiri Forum Diskusi BEM KM UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 10.391 Peserta Laksanakan UTBK 2025 di Universitas Andalas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 128 Kampus Putuskan Walk Out, Munas BEM SI XIV Tetap Lanjut

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Forum Evaluasi BEM KM UNAND Memanas, Mahasiswa Desak Transparansi dan Inklusivitas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mitos Palasik, Sosok Mistis Pemakan Bayi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak