• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 29 April 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

oleh Redaksi
19 Mei 2025, 13:30 WIB
Suasana kolam mandi sikabu yang ramai dikunjungi oleh wisatawan saat libur panjang / Zahra Nurul Aulia

Suasana kolam mandi sikabu yang ramai dikunjungi oleh wisatawan saat libur panjang / Zahra Nurul Aulia

ShareShareShareShare
Suasana kolam mandi sikabu yang ramai dikunjungi oleh wisatawan saat libur panjang / Zahra Nurul Aulia

Oleh: Zahra Nurul Aulia

Membahas wisata Sumatera Barat memang tidak ada habisnya. Kali ini, terdapat objek wisata pemandian keluarga Tabek Mandi Sikabu, yang terletak di tengah hamparan pesawahan luas dan menyuguhkan pemandangan Gunung Marapi dan Gunung Singgalang yang menjulang tinggi. Nama “Tabek Mandi” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti kolam mandi. Lokasinya berada di Kelok Sikabu, Jalan Raya Koto Tuo Maninjau, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Tempat ini menawarkan pengalaman rekreasi keluarga dengan panorama alam yang memanjakan mata.

Tabek Mandi Sikabu cukup mudah dijangkau, berjarak sekitar 9 kilometer dari Kota Bukittinggi dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Jalan yang berkelok-kelok menuju lokasi pun menyuguhkan pemandangan alam yang indah, lengkap dengan suasana pedesaan yang tenang dan damai.

Sejak dibuka pada tahun 2017, Tabek Mandi Sikabu telah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Tempat ini menjadi tujuan wisata keluarga setiap akhir pekan dan musim libur panjang di Sumatera Barat, dengan nuansa alam Minangkabau yang khas, ditandai dengan ornamen rumah adat Bagonjong pada beberapa bangunan.

Dilansir dari harianhaluan.id, pemilik Tabek Mandi Sikabu, H. Nefrizal menjelaskan bahwa pemandian ini berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Terdapat 19 unit homestay bernuansa kampung dengan ornamen estetik dan desain interior minimalis yang unik dan menarik. Homestay tersebut terdiri dari berbagai tipe, seperti tipe Lancip Sikabu (dengan balkon dan tanpa balkon), Lancip Kecil satu lantai, Villa Mawar Sikabu (tipe standar dan suite room), Rumah Sikabu (tipe standar dan suite room), serta Rumah Adat Sikabu yang terdiri dari Room Adat Lantai Atas (suite room) dan Room Adat Lantai Bawah (superior).

Baca Juga  Libur Semester Produktif dengan Local Project dari AIESEC UNAND

Harga sewa homestay bervariasi, mulai dari Rp400.000 hingga Rp1.200.000 per malam, tergantung pada tipe yang dipilih. Fasilitas yang tersedia antara lain: tempat tidur ukuran king dan single, sarapan, smart TV, kamar mandi dengan water heater, dispenser, Wi-Fi, dan halaman parkir yang luas, menjadikan tempat ini sebagai solusi penginapan nyaman untuk liburan keluarga. Selain itu, tersedia juga dua ruang pertemuan dengan kapasitas 100 hingga 500 orang.

Tabek Mandi Sikabu menjadi primadona karena berada jauh dari kebisingan kota, dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang memukau. Pengunjung bisa menikmati kegiatan hiking menyusuri persawahan, menikmati kesegaran udara alam, hingga bersantai sambil memetik stroberi langsung dari kebun. Harga tiket masuk hanya Rp15.000 per orang, dan pengunjung sudah dapat menikmati berbagai fasilitas lengkap seperti area parkir luas, wahana bermain anak, toilet, dan kamar bilas.

Terdapat empat kolam renang dengan berbagai ukuran: dua kolam untuk anak-anak, satu kolam untuk dewasa, dan satu kolam khusus untuk mandi busa. Fasilitas lain yang tersedia adalah jungle waterpark, wahana kiddy pool, dan mandi busa pada jam-jam tertentu yang menambah daya tarik tempat ini. Air kolamnya berasal dari mata air pegunungan, mengingat lokasi pemandian berada di kaki Gunung Singgalang. Air yang jernih dan sejuk ini memberi sensasi berenang yang alami dan menyegarkan.

Baca Juga  Tolak UU Cipta Kerja, BEM SI SUMBAGUT Lakukan Aksi di Depan Gedung DPRD Sumbar

Untuk menunjang kenyamanan, pengunjung juga dapat menyewa pelampung berbagai ukuran dengan harga mulai dari Rp10.000. Area kantin yang tertata rapi di tepi kolam menawarkan beragam makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Selain itu, tersedia juga tenda payung dan tempat duduk untuk bersantai.

Tidak hanya menyegarkan tubuh, Tabek Mandi Sikabu juga memiliki arena bermain anak di lantai satu, serta kafe di lantai dua yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana sambil menyantap pesanan dengan pemandangan yang indah. Tempat ini juga sangat Instagramable, cocok untuk penggemar fotografi dengan berbagai spot foto menarik berlatar keasrian alam sekitar.

Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat yang ramah serta menyaksikan aktivitas mereka sehari-hari, seperti menanam padi atau memanen hasil pertanian.

Salah satu pengunjung, Linda menyebutkan bahwa tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga. “Saat libur panjang ini, Tabek Mandi Sikabu tempatnya nyaman dan asri, airnya sejuk, fasilitasnya lengkap, cocok buat tempat liburan bersama keluarga. Harganya juga terjangkau untuk tempat pemandian,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (12/4/2025).

Tabek Mandi Sikabu menjadi perpaduan sempurna untuk destinasi wisata keluarga dengan kesegaran alami, pemandangan pegunungan Marapi dan Singgalang yang megah, serta fasilitas lengkap. Tak heran jika pemandian ini menjadi salah satu objek wisata unggulan di Sumatera Barat yang wajib dikunjungi saat akhir pekan maupun libur panjang.

Penulis merupakan mahasiswa Fakulttas Hukum, Universitas Andalas 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Kebijakan Negara Dinilai Picu Ekstraktivisme dan Ketimpangan Lingkungan

29 April 2026, 09:54 WIB
Suasana diskusi peserta pada gelaran acara Temankita Leadership Summit 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Minggu (26/4/2026) (Pitri Yani)

LEADSUM TemanKita 2026 Satukan Pemimpin Organisasi Mahasiswa Sumbar

26 April 2026, 23:22 WIB
Suasana salah satu boots beasiswa fair 2026 yang dipadati oleh mahasiswa di Convention Hall, Universitas andalas, pada Kamis (23/4/2026) (Tantri Pramudita)

Beasiswa Fair UNAND Dorong Mahasiswa Coba dan Siap Bersaing

24 April 2026, 00:51 WIB
Suasana pameran FRAGTION oleh UKM Sinematografi di Lapau Bakawan, Tarandam, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) (Ulya Nur Fadillah)

UKM Sinematografi UNAND Gelar Pameran FRAGTION Bertajuk “People of Many Roles”

23 April 2026, 20:51 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

UTBK UNAND Terapkan Sistem Baru, Celah Kecurangan Diperketat

22 April 2026, 00:42 WIB
Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

15 April 2026, 22:23 WIB

Populer

  • Kondisi kamar kos penemuan jenazah mahasiswa PNP di Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, Padang pada Sabtu (11/4/2026) (Nasywa Luthfiyyah Edfa)

    Tak Ada Pertanda, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Buntut Postingan Presiden Pakak, Andre Rosiade Hadiri Forum Diskusi BEM KM UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 10.391 Peserta Laksanakan UTBK 2025 di Universitas Andalas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 128 Kampus Putuskan Walk Out, Munas BEM SI XIV Tetap Lanjut

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Forum Evaluasi BEM KM UNAND Memanas, Mahasiswa Desak Transparansi dan Inklusivitas

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak