• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

oleh Redaksi
29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (28/10/2026). Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi pada Selasa (27/10/2026). Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta mengevaluasi kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir.

Aksi tersebut diikuti berbagai elemen, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Seluruh Indonesia (SI), BEM se-Sumbar, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Massa juga menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Andalas, Shabbarin Syakur, mengatakan tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini pada dasarnya masih sejalan dengan aksi simbolik sebelumnya. Namun, terdapat sekitar 10 tuntutan yang disampaikan massa dengan beberapa poin utama.

“Yang pertama, kami ingin supaya karhutla ini dijadikan bencana nasional. Karena dengan kondisi yang kita lihat hari ini, dampaknya sudah sangat luas dan tidak hanya di dalam satu sektor saja, tapi lintas sektor,” ujar Syakur saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (28/10/2026).

Selain penetapan karhutla sebagai bencana nasional, massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Massa menilai program-program tersebut perlu dievaluasi agar pelaksanaannya benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

Syakur juga menyoroti pentingnya koordinasi antarelemen gerakan mahasiswa. Menurutnya, berbagai kelompok memiliki hak untuk menentukan sikap masing-masing, tetapi penyatuan arah gerak diperlukan agar pengawalan isu masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif.

Baca Juga  Potret Mahasiswa UNAND dalam Aksi Menuntut Dugaan Kasus Penyelewengan Dana Kemahasiswaan

“Harapan dari saya adalah kita bisa menyatukan arah gerak dari setiap simpul yang ada di Sumbar maupun di Indonesia, dan lebih cepat dalam mengawal isu-isu yang terjadi dan menjadi permasalahan di Indonesia ini,” sambungnya.

Koordinator Daerah BEM SI Sumatera Barat, Erik Yudan Kamal, menyampaikan bahwa aksi tersebut juga membawa tuntutan terkait perbaikan infrastruktur dan percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Erik mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi setelah aksi dan merencanakan konsolidasi lanjutan. Ia menyebut aksi berikutnya berpeluang digelar sekitar satu minggu setelah demonstrasi tersebut

“Insyaallah, habis ini kita akan melaksanakan evaluasi. Setelah itu mungkin beberapa hari ke depan atau seminggu ke depan itu kami akan melaksanakan konsolidasi kedua,” ujar Erik saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (28/10/2026).

Ia berharap pemerintah memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan, terutama karena persoalan karhutla berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Erik juga menilai perbaikan sistem pendidikan dan tata kelola program MBG perlu menjadi perhatian pemerintah.

Dari unsur masyarakat sipil, Agis Mulya Akbar turut menyoroti dampak kabut asap yang dinilainya telah mengganggu kehidupan masyarakat. Ia menyebut kebakaran hutan di Kalimantan telah berlangsung selama berbulan-bulan dan dampaknya turut dirasakan hingga Sumbar.

Agis juga meminta pemerintah mengkaji temuan kebakaran hutan di Dharmasraya yang kemudian diikuti penanaman kelapa sawit. Menurutnya, kejadian tersebut perlu ditelusuri agar penyebab dan kemungkinan pelanggaran yang terjadi dapat diketahui.

“Kami cukup prihatin dengan adanya temuan kebakaran hutan di Dharmasraya yang setelah itu langsung ditanami sawit. Apakah ada udang di balik itu atau bagaimana, hal ini perlu dikaji oleh pemerintah setempat maupun pemerintah wilayah Sumbar agar tidak terulang lagi,” ujar Agis ketika diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (28/10/2026).

Baca Juga  Sejumlah BEM Fakultas Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada BEM KM UNAND Usai Aksi di DPRD Sumbar

Selain persoalan karhutla, Agis mendesak evaluasi program MBG dan KDMP serta mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, mengatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan massa. Ia menegaskan DPRD akan memperjuangkan tuntutan sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah, sedangkan persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diteruskan kepada Dewan Perwakilan Rakyat republik Indonesia (DPR RI) atau kementerian terkait.

“Kami di DPRD Provinsi, apa pun tuntutan kawan-kawan tidak pernah kami spesialkan atau hanya diacuhkan, apalagi memang itu substansial. Pasti mana yang bisa kita perjuangkan dalam tupoksi daerah, pasti kita perjuangkan. Tapi kalau tupoksinya pusat, tentu kita perjuangkan ke DPR RI atau kementerian terkait,” ujar Nanda pada Rabu (28/10/2026).

Terkait karhutla, Nanda menyebut DPRD Sumbar telah mendorong langkah perlindungan masyarakat, termasuk pembelajaran jarak jauh bagi siswa dan kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai ketika kondisi kabut asap memburuk.

“Kami menghirup udara yang sama, kawan-kawan. Jadi, mohon jangan berpikir bahwa kami tidak memproses atau tidak merasakan keresahan yang sama dengan kawan-kawan,” Sambung Nanda. Nanda juga menyatakan tuntutan terkait MBG dan KDMP telah disampaikan kepada pihak terkait. Menurutnya, evaluasi tata kelola program perlu dilakukan agar penggunaan anggaran publik lebih tepat sasaran.

Reporter: Farid Farhan dan Sargita

Editor: Maulina

Tag: #AksiMahasiswaKarhutla
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB
Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sedang melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran belakang kampus UNAND Limau Manis, pada Senin(12/10/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

12 Oktober 2026, 19:23 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak