Padang, gentaandalas.com – Gerakan Kolektif Mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Konsolidasi Pemikiran Pemuda dan Gerakan Intelektual Sumatera Barat” di kawasan Kolam PKM UNAND, Senin (5/10/2026). Forum ini terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari buruh, petani, hingga pedagang.
Ketua BEM FISIP UNAND, Shelvy Anggraini, mengatakan kegiatan ini diinisiasi bersama oleh berbagai elemen mahasiswa dan pihak terkait. Format dialog di ruang terbuka dipilih agar suasana lebih cair dan tidak ada jarak antara pemateri dan peserta. “Selama ini seminar kampus terkesan sangat kaku dan hanya memberi ruang bertanya bagi sedikit peserta. Lewat duduk bersama ini, kami berharap ada kesamaan pola pikir dan keresahan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Shelvy kepada Genta Andalas, Senin (5/10/2026).
Shelvy menambahkan, dialog ini juga menjadi wadah konsolidasi awal bagi mahasiswa baru angkatan 2026 untuk memahami arah gerakan intelektual kampus. Narasumber yang hadir berasal dari akademisi, aktivis ’98, dan pimpinan organisasi mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mereka dimaksudkan agar gagasan yang lahir tidak berhenti sebagai diskursus elitis di internal BEM. Ia berharap dialog ini memicu gerakan kritis yang lebih organik, berkelanjutan, dan mengakar di masyarakat.
Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNAND, Reski Morajah, menilai tantangan terbesar gerakan mahasiswa saat ini adalah fragmentasi di internal kampus. Menurutnya, perbedaan ideologi dan pandangan politik tidak boleh menghalangi gerakan bersama. “Mahasiswa sekarang masih lemah dalam pergerakan dan terpecah-pecah. Apa pun tujuan dan ideologinya, kita harus bisa menyatukan pandangan. Lewat ruang dialog seperti ini, mahasiswa bisa saling mengevaluasi diri dan membangun kesadaran bersama,” ujar Reski.
Reski menegaskan, dialog ini tidak boleh berhenti sebagai tempat bertukar pikiran. Gagasan dan keresahan yang dirumuskan, kata dia, harus diwujudkan dalam aksi nyata. Ia menilai keberhasilan gerakan mahasiswa ditentukan oleh sejauh mana gagasan itu diperjuangkan hingga membawa perubahan konkret bagi mahasiswa dan masyarakat.
Rangkaian konsolidasi berlanjut malam harinya. Gerakan Kolektif Mahasiswa UNAND menggelar diskusi lanjutan bertajuk “Membedah Arah Gerak Mahasiswa: Krisis Representasi dan Urgensi Membangun Kekuatan Kolektif” di Cacto Art Cafe pukul 20.00 WIB. Diskusi ini bertujuan memperdalam rumusan taktis bersama tokoh pergerakan nasional.
Reporter: Nabila Ramadhani dan Sabila Hayatul Dhi’fa
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







