• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Artikel

Mahasiswa KKN Hadirkan Edukasi PHBS dan Microgreen di Nagari Ganggo Mudiak

oleh Redaksi
25 Januari 2026, 20:56 WIB
(Foto/Tim KKN Universitas Andalas di Nagari Ganggo Mudiak, Pasaman)

(Foto/Tim KKN Universitas Andalas di Nagari Ganggo Mudiak, Pasaman)

ShareShareShareShare

Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, merupakan salah satu nagari yang memiliki posisi geografis strategis di Sumatera Barat. Wilayah ini berada di kawasan lintasan garis khatulistiwa dan dikenal sebagai bagian dari kawasan Equator Bonjol. Keberadaan garis khatulistiwa tersebut menjadikan Nagari Ganggo Mudiak memiliki nilai edukatif dan potensi lingkungan yang khas, sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah berbasis pendidikan, pertanian, dan kesehatan masyarakat.

 

Secara sosial dan ekonomi, kehidupan masyarakat Nagari Ganggo Mudiak masih sangat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Aktivitas bercocok tanam, budidaya tanaman hias, serta usaha skala rumah tangga menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan sehari-hari warga. Pola kehidupan yang erat dengan alam ini menunjukkan bahwa potensi lokal nagari dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk peningkatan ekonomi, tetapi juga untuk mendukung kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

 

Namun demikian, tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi perhatian. Kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di kalangan anak-anak, masih perlu terus diperkuat. Kebiasaan hidup sehat sejak usia dini menjadi pondasi penting dalam mencegah berbagai permasalahan kesehatan di masa depan. Atas dasar inilah, mahasiswa Universitas Andalas melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026, yang berjumlah 22 orang dengan diketuai oleh Praja Bakti Anugerah dan Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Dr. Fitrini, S.P., M.Ec, hadir di Nagari Ganggo Mudiak dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.

Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan dalam program KKN tersebut adalah sosialisasi PHBS di sekolah-sekolah dasar yang ada di Nagari Ganggo Mudiak. Anak-anak dipilih sebagai sasaran utama karena merupakan kelompok strategis dalam pembentukan kebiasaan dan karakter hidup sehat. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membangun pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Penuhi Standar BAN-PT, Prodi S3 Sosiologi Unand Pertama di Sumatera

 

Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia siswa. Mahasiswa menggunakan pendekatan interaktif seperti diskusi ringan, simulasi sederhana, dan permainan edukatif agar pesan yang disampaikan mudah dipahami dan tidak bersifat menggurui. Dengan cara ini, diharapkan siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Selain edukasi PHBS, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pemanfaatan microgreen sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat. Microgreen merupakan tanaman semai muda yang dipanen pada usia singkat, umumnya antara 7 hingga 14 hari setelah tanam, dan dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Tanaman ini dapat dibudidayakan dengan teknik yang sederhana, tidak memerlukan lahan luas, serta relatif mudah diterapkan oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga.

 

Di Nagari Ganggo Mudiak, pengenalan microgreen diarahkan sebagai alternatif sumber pangan bergizi yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan demonstrasi sederhana mengenai cara menanam microgreen, mulai dari persiapan media tanam hingga proses panen. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pada pemanfaatan microgreen sebagai bahan pendukung Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan aman.

Baca Juga  Physics Festival, Upaya Meningkatkan Minat Terhadap Fisika

 

Program microgreen ini dirancang agar selaras dengan karakter nagari yang selama ini dikenal melalui aktivitas pertanian dan perkebunan. Kehadiran microgreen melengkapi praktik pertanian skala rumah tangga dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada kesehatan keluarga. Tidak hanya sebagai sumber pangan, microgreen juga berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan produktif apabila dikelola secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam proses pengenalan dan penerapan program. Masyarakat tidak diposisikan sebagai objek kegiatan, melainkan sebagai mitra yang aktif terlibat dalam setiap tahapan. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar program yang dijalankan dapat diterima dan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.

 

Upaya edukasi PHBS di sekolah dan pengenalan microgreen di Nagari Ganggo Mudiak menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang kontekstual dengan kondisi lokal. Pendidikan sejak dini, ditambah dengan pemanfaatan potensi pertanian skala rumah tangga, menjadi pondasi penting dalam membangun kesadaran kesehatan dan gizi di tingkat keluarga. Melalui program KKN-PPM ini, Nagari Ganggo Mudiak tidak hanya diperkenalkan sebagai wilayah lintasan khatulistiwa, tetapi juga sebagai nagari yang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan pemenuhan gizi. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi gambaran bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat berperan nyata dalam mendukung pembangunan nagari yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Tim KKN Universitas Andalas di Nagari Ganggo Mudiak Pasaman

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak