• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Masyarakat Nagari Koto Baru Olah Limbah Kelapa Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

oleh Redaksi
31 Januari 2025, 14:11 WIB
Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

ShareShareShareShare
Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

Padang,gentandalas.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) melakukan kunjungan ke pabrik Makanya Agri Utama, sebuah pabrik pengolahan Cocopeat dan Cocofiber yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Dalam kunjungan ini, mahasiswa melihat secara langsung proses produksi Cocopeat dan Cocofiber mulai dari penerimaan bahan baku hingga tahap pengiriman.

Mahasiswa didampingi oleh Ketua Operasional Pabrik Makanya Agri Utama, Danil, yang menjelaskan proses pengolahan limbah serabut kelapa menggunakan mesin Puso. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan Cocopeat dan Cocofiber secara bersamaan. Setelah dipisahkan, Cocofiber dijemur untuk menghilangkan kadar air, kemudian dipress menggunakan mesin kempa agar lebih mudah dikemas dan dikirim.

Cocopeat memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air lebih lama dibandingkan tanah biasa, sehingga sering dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik serta campuran tanah dalam pertanian konvensional. Selain itu, Cocopeat juga digunakan untuk rehabilitasi lahan kering dan bahan baku pupuk organik. Sementara itu, Cocofiber memiliki banyak kegunaan dalam berbagai industri, seperti bahan pelapis jok, matras, keset, tali tambang, hingga material geotekstil untuk mencegah erosi tanah. Di sektor lingkungan, serat ini juga digunakan sebagai filter alami untuk menyerap limbah industri.

Baca Juga  Pemanfaatan Bahan Alami dalam Pembuatan Probiotik Ikan Nila

Danil mengungkapkan bahwa produksi Cocofiber sempat terhenti selama dua tahun terakhir akibat kendala dana dan minimnya permintaan pasar. Akibatnya, pabrik hanya memproduksi Cocopeat, sementara Cocofiber yang dihasilkan disimpan atau bahkan dibakar karena tidak terserap pasar.

“Karena kami hanya memproduksi Cocopeat, Cocofiber kami tabung dulu, atau ya kami bakar saja,” ujar Danil.

Pabrik yang telah berdiri sejak 2004 ini telah melakukan pengiriman produk ke berbagai daerah di Indonesia serta ekspor ke beberapa negara, seperti China dan India. Pabrik ini juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, terutama ibu rumah tangga. Ketika produksi Cocofiber terhenti, dampaknya dirasakan langsung oleh para pekerja dan ekonomi masyarakat sekitar.

Danil menambahkan bahwa mulai pertengahan tahun 2025, pabrik akan kembali memproduksi Cocofiber. Saat ini, perbaikan mesin tengah dilakukan sebagai persiapan untuk produksi kembali.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNAND Lakukan Monitoring UMKM di Nagari Labuh

“Insya Allah, pertengahan tahun ini kami akan produksi fiber lagi, ini sudah mulai perbaikan mesin lagi,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga melihat bentuk Cocopeat yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Kualitas Cocopeat sangat bergantung pada proses pembersihan dan pengeringannya. Tingginya kadar garam dan air dalam serat kelapa membuat Cocopeat harus dicuci dengan benar menggunakan air mengalir.

Danil juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari persaingan dalam mendapatkan bahan baku hingga banyaknya pabrik serupa di wilayah tersebut. Saat ini, produksi Cocopeat masih berjalan dengan baik, dengan kapasitas produksi mencapai 200 karung per hari. Jika produksi Cocofiber kembali aktif, pabrik ini diperkirakan mampu menghasilkan dua ton Cocofiber per hari.

Ke depan, Danil berharap pasar Cocopeat dan Cocofiber dapat semakin luas sehingga industri ini dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi serta peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat setempat

 

Tag: KKNlimbahOlahan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak