Padang, gentaandalas.com – Green Rangers Event (GRE) 2026 Kementerian Lingkungan Hidup BEM KM Universitas Andalas (UNAND) menggelar Eco Expo 2026 di Convention Hall UNAND, Minggu (30/8/2026). Mengangkat tema “From Awareness to Action: Green Action for Sustainable Future”, kegiatan ini menghadirkan kompetisi, pameran, dan talkshow yang membahas persoalan pengelolaan sampah.
Ketua Pelaksana GRE 2026, Muhammad Fadlika Akbar, mengatakan Eco Expo 2026 turut melibatkan sejumlah bank sampah di Kota Padang. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan aktivitas serta produk hasil pengolahan sampah kepada mahasiswa dan masyarakat. “Tujuan utama kami mengadakan Eco Expo ini sebagai bentuk apresiasi kita terhadap bank-bank sampah yang ada di Kota Padang sekaligus sebagai wadah untuk memperkenalkan bank-bank sampah yang ada di Kota Padang,” ujar Fadlika dalam wawancaranya bersama Genta Andalas, Minggu (30/8/2026).
Fadlika menilai keberadaan bank sampah masih belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang diangkat dalam rangkaian Eco Expo 2026, terutama mengenai pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. “Jadi salah satunya kami mengadakan kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian dari mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan yang ada di Kota Padang, terutama permasalahan yang kami angkat di Eco Expo tahun ini tentang pengelolaan sampah, bagaimana cara mengelola sampah dari sumbernya atau dari diri kita sendiri,” jelasnya.
Persoalan tersebut juga menjadi perhatian peserta Eco Expo 2026. Salah satunya Regina Putri, peserta dari MAN 2 Bukittinggi yang mengikuti kompetisi daur ulang bersama rekannya, Afika Nazra Siregar. Regina mengatakan keikutsertaannya berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di lingkungan madrasahnya. Ia melihat masih terdapat sampah yang dibuang tanpa melalui proses pengelolaan. “Kalau dari pribadi, pertama itu ingin meningkatkan kepedulian masyarakat terutama siswa madrasah. Soalnya di madrasah kami terlalu banyak sampah yang dibuang begitu saja tanpa ada pengelolaan,” ujar Regina dalam wawancaranya bersama Genta Andalas, Minggu (30/8/2026).
Sementara itu, Afika mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mencoba hal baru sekaligus menambah pengalaman. Informasi mengenai Eco Expo pertama kali diperolehnya melalui TikTok, kemudian ia mencari informasi lebih lanjut melalui Instagram. Regina dan Afika mengatakan keikutsertaan mereka meEcorupakan inisiatif pribadi. Pihak sekolah kemudian memberikan dukungan berupa fasilitas transportasi, kendaraan, serta uang makan selama mengikuti kegiatan.
Bagi keduanya, rangkaian kegiatan Eco Expo 2026 memberikan gambaran mengenai keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan sampah. Mereka menilai pembahasan dalam talkshow yang menghadirkan pemerintah, produsen, dan pengelola bank sampah membantu peserta memahami peran masing-masing pihak. “Jadi di situ tergabung semuanya bagaimana cara masyarakat untuk mengelolanya, bagaimana cara pemerintah, dan cara produsen untuk mengelola sampah tersebut. Jadi inti dari acara ini tersampaikan kepada kami,” ujar Regina.
Regina berharap Eco Expo dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya agar lebih banyak masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan serupa. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal cara mengolah sampah sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Sementara itu, Fadlika mengatakan pelaksanaan GRE tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi. Ia berharap evaluasi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan pada pelaksanaan berikutnya.
Reporter: M. Dhiaurrahman Alfatih dan Zulaizah
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







