Padang, gentaandalas.com – Universitas Andalas (UNAND) tengah membangun lintasan lari berstandar nasional untuk menunjang aktivitas sivitas akademika. Pembangunan fasilitas ini bersumber dari pendanaan mandiri universitas dengan total anggaran sebesar Rp5,518 miliar. Lintasan tersebut direncanakan memiliki panjang 400 meter dengan kapasitas enam hingga delapan jalur lari.
Direktur Umum dan Pengelolaan Aset UNAND, Azral, menjelaskan bahwa fasilitas olahraga ini dirancang secara profesional untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Menurut Azral, pembangunan ini dilandasi oleh urgensi keselamatan bagi warga kampus. Selama ini, aktivitas olahraga seperti lari atau jalan santai kerap dilakukan di sepanjang jalan raya utama universitas. Kondisi tersebut dinilai menyimpan potensi risiko kecelakaan lalu lintas karena mobilitas kendaraan bermotor di area kampus cukup padat. “Kalau di jalan kan ada potensi kecelakaan lalu lintas dan segala macamnya. Mudah-mudahan kalau di sini warga bisa lebih terlindungi dan lebih nyaman saat berolahraga di tempat khusus,” ujar Azral saat ditemui di Padang, Rabu (12/8/2026).
Lebih lanjut, Azral mengungkapkan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga sejalan dengan visi jangka panjang universitas dalam menekan emisi karbon di lingkungan kampus. Tingginya mobilitas sivitas akademika yang menggunakan kendaraan pribadi kerap memicu kepadatan area parkir. Dengan adanya fasilitas olahraga yang mudah diakses, pihak kampus berharap dapat mendorong warga kampus untuk berjalan kaki dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.
Dari sisi teknis pengerjaan, pelaksana lapangan proyek, Diga, memaparkan bahwa pembangunan lintasan lari ini memiliki target durasi kontrak selama 75 hari. Pengerjaan fisik telah dimulai sejak pertengahan Juli lalu dan saat ini tengah memasuki tahap perataan elevasi dan pemadatan tanah. “Untuk saat ini kami sudah masuk ke tahap clearing elevasi. Jadi mana elevasi yang belum rata, kita datarkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pemadatan,” jelas Diga saat diwawancarai pada Minggu (9/8/2026). Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar sejauh ini berasal dari faktor cuaca. Hujan membuat kondisi tanah basah dan memperlambat mobilitas alat berat. Meskipun demikian, pihak pelaksana tetap optimistis proyek dapat selesai tepat waktu sesuai spesifikasi kontrak.
Antusiasme turut dirasakan oleh kalangan mahasiswa. Latifa Humaira, salah seorang mahasiswi Universitas Andalas, menilai bahwa kehadiran lintasan lari ini sudah dinantikan untuk mendukung gaya hidup sehat di tengah rutinitas akademik yang padat. Menurutnya, keberadaan fasilitas khusus ini dapat menjadi area yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk berolahraga di luar jam kuliah. “Menurut saya ini sangat dibutuhkan karena bisa menjadi fasilitas bagi mahasiswa untuk berolahraga dan menjaga kesehatan di tengah kesibukan kuliah. Selain untuk kebugaran fisik, tempat ini juga bisa menjadi sarana refreshing setelah lelah mengikuti perkuliahan,” ungkap Latifa. Ia juga berharap fasilitas baru ini nantinya tetap dijaga kebersihannya agar senantiasa nyaman digunakan oleh seluruh mahasiswa.
Pihak kampus mengimbau agar sivitas akademika dan masyarakat umum untuk dapat menjaga kebersihan serta merawat fasilitas tersebut agar tetap nyaman digunakan.
Reporter: Aulya Rindu Ramadan dan Periksa Wulandari
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







