Padang, gentaandalas.com- Universitas Andalas (UNAND) terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga kampus melalui penataan sarana dan prasarana. Salah satu fokus utama yang kini tengah digarap adalah kelanjutan pembangunan selasar (koridor) teratap dengan atap membran yang akan menghubungkan kawasan masjid kampus hingga menuju asrama mahasiswa.
Direktur Umum dan Pengelolaan Aset UNAND, Azral, menjelaskan bahwa secara jangka panjang, pengelola aset UNAND memiliki visi untuk menyambungkan seluruh koridor pejalan kaki di area kampus. Jalur pedestrian idealnya terhubung mulai dari Halte Bus Trans Padang di sisi selatan, melewati kawasan Cafe Queen dan Fakultas Farmasi (Gedung F), hingga menjangkau gedung-gedung fakultas lainnya. Namun, realisasi penuh proyek tersebut masih harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran serta skala prioritas perbaikan infrastruktur darurat, seperti penanganan kerusakan saluran air dan lereng rawan longsor akibat tingginya curah hujan.
“Target kita, selasar yang teratap membran itu tersambung sampai ke asrama. Fokus utama tahap pertama ini adalah akses ke asrama, sehingga mahasiswa yang mengikuti kegiatan binaan seperti Program Shubuh bisa melintas dengan nyaman. Kalau cuaca buruk atau hujan, mereka tidak basah kuyup di jalan,” ujar Azral saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan, pihak universitas mendapatkan alokasi penambahan panjang selasar sepanjang 150 meter dari BSI. Pengerjaan fisik ditargetkan segera berjalan seusai penandatanganan kontrak kerja sama yang dijadwalkan dalam dua pekan mendatang. Tak hanya BSI, UNAND juga membuka ruang bagi pihak lain yang ingin berkontribusi dalam pengadaan fasilitas kampus melalui skema sponsor.
Secara jangka panjang, pengelola aset UNAND memiliki visi untuk menyambungkan seluruh koridor pejalan kaki di area kampus. Jalur pedestrian idealnya terhubung mulai dari Halte Bus Trans Padang di sisi selatan, melewati kawasan Cafe Queen dan Fakultas Farmasi (Gedung F), hingga menjangkau gedung-gedung fakultas lainnya. Namun, realisasi penuh proyek tersebut masih harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran serta skala prioritas perbaikan infrastruktur darurat, seperti penanganan kerusakan saluran air dan lereng rawan longsor akibat tingginya curah hujan.
Rencana perluasan selasar ini disambut hangat oleh mahasiswa. Wihasna Yulia Fitri, salah satu mahasiswa UNAND, menilai pembangunan koridor teratap merupakan langkah tepat dan sangat menjawab kebutuhan penghuni asrama. Menurutnya, akses dari asrama menuju Masjid Nurul selama ini cukup terdampak oleh kondisi cuaca.
“Pembangunan selasar ini bagus dan sangat dibutuhkan, terutama buat anak-anak asrama yang sering jalan ke Masjid Nurul Ilmi di waktu subuh. Jadi, aksesnya jauh lebih nyaman dan aman tanpa terganggu cuaca,” ungkap Wihasna saat diwawancarai Genta Andalas pada Kamis (20/8/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran selasar teratap tidak hanya bermanfaat dari segi fungsi pergerakan, tetapi juga mempercantik estetika lingkungan kampus. Lingkungan sekitar diperkirakan akan terlihat jauh lebih rapi, tertata, serta melindungi pejalan kaki dari sengatan terik matahari maupun derasnya hujan.
Wihasna berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga dan memelihara fasilitas publik yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh seluruh generasi mahasiswa UNAND.
Reporter: Maulina dan Nabil Nur Insani
Editor: Oktavia Ramadhani







