• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Gentainment Karya Calon Anggota

Dilema Belanja Online Bagi Mahasiswa

oleh Redaksi
30 Juni 2022, 00:00 WIB
(Ilustrator/Sonia Helen)

(Ilustrator/Sonia Helen)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Sonia Helen)

Seiring berkembangnya zaman, beberapa aspek mengalami perkembangan yang cukup signifikan salah satunya ialah kemajuan teknologi. Dengan adanya kemajuan teknologi, kehidupan manusia di segala bidang menjadi lebih mudah, dimulai dari pendidikan, transportasi, hingga pemenuhan kebutuhan hidup. Hal yang marak yang terjadi pada zaman ini akibat kemajuan teknologi adalah fenomena belanja online, terutama pada masyarakat golongan muda, seperti mahasiswa. Mahasiswa melakukan belanja online tidak hanya untuk kebutuhan semata melainkan ada juga hanya untuk kesenangan yang dapat membuat mahasiswa menjadi boros. Lantas bagaimana ilmu sosiologi memandang perilaku konsumtif mahasiswa dalam berbelanja online? Apa pula yang harus dilakukan mahasiswa dalam mengatasi dan mengurangi perilaku konsumtif tersebut? Serta bagaimana solusi dan tips untuk mengantisipasi perilaku konsumtif dalam berbelanja online terhadap mahasiswa? (Della Silsilia Putri)
Narasumber : Indah Sari Rahmaini, S.Sos., M.A.

Jawaban:
Ketika belanja online, pembeli dapat dengan mudah membeli produk di mana dan kapan saja. Ketika pembeli sudah memutuskan barang yang ia inginkan, pembeli tinggal mengirimkan uang secara online sesuai harga produk dan ongkos kirim, barulah kemudian penjual mengirimkan produk hingga sampai di tangan pembeli.
Fenomena ini dapat dikaji dengan sebuah teori oleh seorang filsuf Paul Virilio, ia berpendapat mengenai percepatan ruang dan waktu. Dalam berbelanja secara langsung, pasar merupakan suatu tempat dan waktunya merupakan keterangan kapan aktivitas jual beli tersebut dilakukan. Sedangkan dalam berbelanja online, pembeli tidak dapat menemukan ruang dan waktu yang membuat terjadi pemadatan ruang dan waktu, pembeli dapat membeli dimanapun dan kapanpun.
Terkait perilaku konsumtif sendiri, dahulunya manusia berbelanja hanya untuk kebutuhan hidup atau sebagai fungsi material, tetapi kini manusia tidak lagi berbelanja untuk kebutuhan atau material semata, melainkan untuk mengikuti gaya hidup. Hal itu lah yang mendorong perilaku konsumtif terutama di kalangan mahasiswa.

Baca Juga  Randai di Tengah Arus Modernitas

Solusi serta tips untuk dapat menghindari perilaku konsumtif yaitu pertama pastinya harus memiliki kesadaran diri, terhadap kemampuan yang kita miliki. Sebab kini ada banyak ditemukan kejadian demi memenuhi kebutuhannya yang konsumtif, banyak orang terjerat pinjaman online. Maka dari itu, mahasiswa hendaklah lebih paham dengan yang mana yang merupakan kebutuhan dan yang mana bukan kebutuhan.

Untuk tipsnya sendiri, kita harus menciptakan identitas sendiri agar kita tidak mudah untuk terbawa arus, misalnya saat kita mengikuti tren, kita tidak akan memiliki identitas diri, karena selalu mengikuti tren yang berubah setiap saat. Tips selanjutnya adalah kita harus menghabiskan waktu lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang positif, agar dapat mengurangi perilaku konsumtif itu sendiri.
Cara kedua untuk mengatasi perilaku konsumtif ini ialah dengan dengan mengubah pola pikir. Kita harus paham bahwa tren akan selalu berubah dan tidak akan ada habisnya jika selalu kita ikuti. Maka dari itu pembeli perlu mengubah pola pikir seperti berusaha untuk hidup minimalis, atau hanya membeli barang atau produk yang memang hanya dipakai sebagai kebutuhan pokok.

Baca Juga  Penyakit Karies Gigi Meningkat, FKG Unand Lakukan Pemeriksaan Gigi Gratis

*Narasumber merupakan dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

Tag: KonsultasiKonsumtifOnlineUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak