Padang, gentaandalas.com- Permasalahan parkir menjadi salah satu persoalan yang ditemui di lingkungan Universitas Andalas (UNAND). Sejumlah kendaraan mahasiswa terpantau diparkir tidak pada tempat yang semestinya, termasuk di area yang dapat mengganggu kelancaran mobilitas kendaraan dan menyebabkan kemacetan.
Kepala Satpam Kampus UNAND, Asril, menilai persoalan tersebut tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan lahan parkir, tetapi juga rendahnya kesadaran mahasiswa dalam memanfaatkan ruang parkir yang tersedia. Menurutnya, kendaraan mahasiswa tidak selalu diparkir secara merata meskipun masih terdapat ruang parkir yang kosong. “Banyak mahasiswa yang ketika parkiran depan kosong, tapi yang di belakang dia penuhkan terlebih dahulu,” ujar Asril saat diwawancarai pada Rabu (9/9/2026).
Selain pola parkir yang tidak teratur, kendaraan juga ditemukan di sejumlah area yang bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir. Salah satunya berada di area antara Auditorium dengan Gedung F. Kendaraan roda dua yang diparkir di area tersebut dinilai dapat menghambat mobilitas kendaraan roda empat.
Asril juga menyebut bentroknya jadwal antara mahasiswa atau pengguna kendaraan yang masuk pada pagi dan siang hari turut menyebabkan parkiran menjadi lebih padat. Kondisi tersebut terjadi ketika kendaraan pengguna pada shift pagi belum keluar, sementara pengguna pada shift siang sudah datang. “Sering kali penuh juga karena bentrok jadwal, antara yang masuk pagi dengan yang masuk siang. Apabila shift pagi belum keluar dan shift siang sudah datang, maka itulah yang membuat parkir penuh,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Hukum, Fatih Azzam, menilai penuhnya parkiran juga berkaitan dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang menggunakan sepeda motor yang tidak diimbangi dengan penambahan lahan parkir dari pihak kampus. “Kalau masalah parkiran penuh kita bisa lihat dari mahasiswa yang saat ini lebih banyak menggunakan sepeda motor, namun dari lahan parkir yang tersedia tidak ada penambahan yang mengakibatkan parkiran membludak,” ujar Fatih saat diwawancarai pada Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan pemantauan petugas keamanan di lapangan, sejumlah area parkir sebenarnya belum sepenuhnya terisi. Kondisi tersebut terjadi karena kendaraan tidak diparkir secara merata sehingga sebagian area terlihat penuh, sementara ruang lainnya masih kosong.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pembukaan atau penambahan lahan parkir menjadi salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan. Menurut Asril, apabila kondisi parkir memang padat dan lahan yang tersedia tidak mencukupi, persoalan tersebut dapat dilaporkan untuk kemudian dibuatkan lahan parkir baru. “Kalau memang benar padat dan tidak ada lahan parkir, maka bisa dilaporkan dan dibuatkan lahan parkir baru,” ujar Asril.
Selain penambahan fasilitas, penggunaan lahan parkir sesuai peruntukannya juga menjadi bagian dari penataan parkir di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mematuhi rambu-rambu serta menggunakan lahan parkir yang telah disediakan agar tidak mengganggu akses kendaraan lain. Parkir kendaraan yang tidak sesuai peruntukan juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Area sekitar Bundaran Rektorat, misalnya, disebut pernah menjadi lokasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ketika kendaraan diparkir sembarangan.
Reporter: Farid Farhan dan Jihan Aurelia Syabandini
Editor: Auryn Dzakirah







