• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

oleh Redaksi
24 Juni 2022, 20:24 WIB
(Ilustrator/Kerina Jefani)

(Ilustrator/Kerina Jefani)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Kerina Jefani)

Oleh: Haura Hamidah*

Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) didominasi oleh suku Minangkabau sebagai mayoritas penduduknya. Suku Minang tidak hanya memiliki keanekaragaman dalam bidang kulinernya saja. Melainkan juga terkenal dengan budaya Minang dan adat istiadatnya yang menjunjung tinggi perempuan. Kebudayaan Minangkabau yang secara genealogi menggunakan sistem kekerabatan matrilineal yang mengikuti garis keturunan ibu atau lebih dikenal dengan matriakat. Setiap perempuan di dalam budaya Minang adalah calon Bundo Kanduang bagi keluarganya. Oleh sebab itu, terdapat aturan sosial yang mengatur perempuan Minang dalam beretika. Aturan tersebut bernama “Sumbang Duo Baleh.”

Sumbang Duo Baleh adalah kode etik dalam kebudayaan Minang yang mengatur perempuan Minang dalam bersikap di depan umum. Adanya sumbang duo baleh bertujuan agar perempuan Minang dapat terjaga dari perbuatan yang janggal. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Sutan Palimo, dari Jorong Culandai, Banuhampu, Kabupaten Agam, Bukittinggi “Sumbang duo baleh adalah kode etik dalam menjaga pergaulan dan tata tertib perempuan Minang. Sumbang duo baleh ditujukan pada perempuan Minang disebabkan karena perempuan Minang akan menjadi calon bundo kanduang dan dalam Minang itu mengikuti garis keturunan ibu atau matriakat,” tutur Sutan Palimo, Jumat (17/06/2022).

Baca Juga  MWA-UM UNAND Terpilih Tahun 2024: Komitmen untuk Aspirasi Mahasiswa dan Maksimalkan Potensi Universitas

Sumbang sendiri memiliki arti sebagai ucapan, perilaku, dan pergaulan. Artinya, suatu perilaku, ucapan, dan pergaulan yang berpotensi mengundang kecurigaan, kecemburuan, atau ketersinggungan yang dapat menimbulkan perbuatan yang janggal. Sumbang duo baleh memiliki 12 kategori dalam budaya Minangkabau. Kategori itu berupa, sumbang duduak (duduk), sumbang tagak (berdiri), sumbang jalan, sumbang kato (kata), sumbang caliak (lihat), sumbang makan, sumbang pakai, sumbang pakai, sumbang karaho (kerja), sumbang tanyo (tanya), sumbang jawek (jawab), sumbang gaua (gaul), dan sumbang kurenah (gaya).

Perbuatan sumbang duo baleh diterapkan dalam kehidupan sehari-hari perempuan Minang dan telah diajarkan di dalam keluarga sejak kecil. Perbuatan sumbang duo baleh dapat dicontohkan pada dua orang lawan jenis yang duduk atau berjalan di tempat sepi. Perilaku tersebut termasuk perbuatan “sumbang” dan berpotensi terseret ke perbuatan salah atau janggal seperti perzinaan. Jika hal itu terjadi, maka telah terjadi perbuatan melawan hukum sesuai dengan ketentuan hukum pidana.
Aturan adat berupa kode etik sumbang duo baleh ini diajarkan pada setiap perempuan Minang dalam keluarganya. Adanya kode etik sumbang duo baleh dalam kebudayaan Minang disebabkan bahwa adat Minang yang bersifat mencegah perbuatan buruk dan janggal sebelum terjadi.

Baca Juga  Manfaatkan Potensi Lahan, Mahasiswa KKN Unand Kenalkan Metode Pertanian Akuaponik

“Adat Minangkabau bersifat persuasif-antisipatif. Adat Minangkabau tidak hanya melarang dan mencela perbuatan salah tetapi mencegahnya sejak sebelum perbuatan salah itu terjadi,” tutur Hasanuddin Datuk Tan Patih yang merupakan salah satu dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, Senin (06/06/2022).

Kebudayaan sumbang duo baleh masih terjaga kelestariannya di kalangan masyrakat Minang saat ini. Sumbang duo baleh masih dilestarikan dan dijalankan di masyarakat Minang secara umum. Terlebih khusus di kampung adat, sumbang duo baleh masih digunakan. Seperti kampung adat Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Batu Sangkar. Kebudayaan Sumbang duo baleh masih terlaksana. Akan tetapi, tidak semua masyarakat Minang saat ini masih melestarikan kebudayaan asli Minang ini. Disebabkan dengan kemajuan zaman yang membuat kebanyakan masyarakat sudah mulai tidak melestarikan lestari tersebut.

Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Tag: Khasanah budayaMahasiswaminangkabau
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penyampaian sambutan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND), Denny Abdi, di Pengeran Beach Hotel pada Senin (14/9/2026)(Oktavia Ramadhani)

Dua Jurnalis Genta Andalas Raih Juara Anugerah Insan Pers UNAND 2026

16 September 2026, 18:52 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB
Suasana sesi diskusi bertajuk “Ekonomi Restoratif Bencana Ekologis Deforestasi” dalam diskusi publik di Sekretariat AJI Padang, Rabu (2/9/2026). (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Pemulihan Bencana di Sumbar Dipertanyakan, Penyintas Masih Menunggu Hunian Tetap

4 September 2026, 09:07 WIB
Rapat koordinasi pembayaran kewajiban dana Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan untuk 
kegiatan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tahun 2022 pada Kamis (03/09/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Pencairan Dana Kemahasiswaan, Ormawa Diminta Lengkapi LPJ kegiatan 2022

4 September 2026, 09:02 WIB
Diskusi Publik bertajuk “Membaca Kerusakan Alam Melalaui Sastra" oleh Labor Penulisan kreatif (LPK) dan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia( PBHI) di ruang seminar FIB pada kamis (3/9/2026) (Genta Andalas/Sargita Asmara Dewi)

LPK FIB UNAND Gelar Diskusi Publik tentang Sastra dan Krisis Lingkungan

3 September 2026, 21:52 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak