Padang, gentaandalas.com – Dua jurnalis UKPM Genta Andalas meraih penghargaan dalam Anugerah Insan Pers Universitas Andalas (UNAND) 2026. Oktavia Ramadhani meraih Juara I, sedangkan Zaki Latif Bagia Rahman meraih Juara II kategori Jurnalis Pers Mahasiswa di Lingkungan Universitas Andalas. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Dies Natalis ke-70 UNAND di Pangeran Beach Hotel, Senin (14/9/2026).
Pada kategori Jurnalis Pers Mahasiswa di Lingkungan Universitas Andalas, Juara I diraih Oktavia Ramadhani dari UKPM Genta Andalas, Juara II Zaki Latif Bagia Rahman dari UKPM Genta Andalas, dan Juara III Cici Famelya dari LPM Detak Alinea. Sementara itu, kategori Jurnalis Media Cetak/Online dimenangkan Heri Faisal dari Langgam.id, disusul Arda Sani dari Harian Haluan dan Muharman dari Rakyat Sumbar.
Anugerah Insan Pers UNAND 2026 merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 UNAND dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”. Kegiatan tersebut memberikan penghargaan kepada insan pers dan pers mahasiswa melalui sejumlah kategori sayembara jurnalistik.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan pers memiliki posisi penting dalam membangun ruang publik yang sehat. Menurutnya, karya ilmiah, inovasi, dan capaian perguruan tinggi membutuhkan komunikasi yang dapat menjembatani dunia akademik dengan masyarakat. “Pers memiliki posisi penting dalam membangun ruang publik yang sehat. Karya ilmiah, inovasi, dan berbagai capaian perguruan tinggi membutuhkan komunikasi yang dapat menjembatani dunia akademik dan masyarakat,” ujar Arry dalam rangkaian Anugerah Insan Pers UNAND 2026.
Oktavia mengatakan ketertarikannya terhadap dunia kepenulisan dan isu di sekitar kampus menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti sayembara tersebut. Dalam sayembara itu, ia mengikutsertakan artikel berjudul “Reorientasi Riset 70 Tahun Universitas Andalas, Menjaga Akar di Tanah Sendiri”. “Salah satunya karena ketertarikan saya dalam menulis dan melihat isu-isu yang ada di sekitar kampus,” ujar Oktavia saat diwawancarai Genta Andalas, Selasa (15/9/2026).
Menurut Oktavia, artikel tersebut membahas arah riset UNAND dalam momentum 70 tahun universitas. Ia menilai pengembangan riset perlu tetap berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan di sekitar kampus. “Saya tertarik mengangkat isu tersebut karena menurut saya perjalanan 70 tahun Unand tidak hanya penting dilihat dari pencapaiannya, tetapi juga dari bagaimana arah riset Unand ke depannya dan sejauh mana riset tersebut bisa tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” kata Oktavia.
Sementara itu, Zaki mengatakan tulisannya dilatarbelakangi keprihatinan terhadap sejumlah persoalan mendasar di lingkungan kampus. Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan status UNAND sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang telah berjalan selama lima tahun. “Latar belakang saya menulis ini ialah rasa keprihatinan saya melihat kampus kita yang rasanya sudah tidak seharusnya mengurus hal-hal mendasar, apalagi Unand sudah lima tahun PTN-BH dan mengklaim sebagai world class university, tapi kenyataan di lapangan sangat jauh dari yang diharapkan,” ujar Zaki saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (15/9/2026).
Zaki berharap tulisan yang diikutsertakannya dapat menjadi bahan evaluasi bagi UNAND. Ia juga berharap Genta Andalas terus berkembang dan melahirkan lebih banyak jurnalis muda. “Harapan semoga Genta Andalas lebih maju lagi dan melahirkan banyak jurnalis muda lebih banyak lagi, serta semoga dengan adanya tulisan yang saya terbitkan menjadi bahan evaluasi bagi Unand,” kata Zaki.
Reporter: Auryn Dzakirah dan Nia Rahmayuni
Editor: Redaksi







