• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Kebijakan Negara Dinilai Picu Ekstraktivisme dan Ketimpangan Lingkungan

oleh Redaksi
29 April 2026, 09:54 WIB
Suasana diskusi publik mengenai isu lingkungan (28/4/2026) (Zaki Latif Bagia Rahman)

Suasana diskusi publik mengenai isu lingkungan (28/4/2026) (Zaki Latif Bagia Rahman)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com- Kebijakan pemerintah dinilai menjadi faktor utama di balik maraknya praktik ekonomi ekstraktif yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial. Hal ini mengemuka dalam diskusi “Bicara Sumatera Barat” tentang ekonomi ekstraktif dan keadilan ekologis yang digelar di Universitas Andalas, Selasa (28/4/2026), di tengah menguatnya sorotan terhadap isu kerusakan lingkungan dan transisi energi di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Studio Lantai 2 Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas ini menghadirkan jurnalis senior sekaligus penulis buku Reset Indonesia, Farid Gaban, Direktur Socio-Bioeconomy Celios, Fiorentina Refani, serta antropolog Universitas Andalas, Fajri Rahman, dengan moderator jurnalis Febrianti.

Fiorentina Refani menyebut keputusan petani mengonversi lahan, termasuk ke perkebunan sawit, tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dipengaruhi oleh arah kebijakan negara dan pasar.

“Pilihan itu didorong oleh kebijakan, termasuk subsidi besar terhadap industri sawit. Jadi, tidak adil jika petani kecil yang disalahkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebijakan energi seperti program biodiesel yang meningkatkan permintaan pasar terhadap minyak sawit. Kondisi tersebut mendorong masyarakat melihat sawit sebagai peluang ekonomi, meskipun berdampak pada perubahan lanskap ekologis.

Baca Juga  Sudah Dua Tahun Terima Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, Unand Terus Tingkatkan Pelayanan

Sementara itu, Farid Gaban menilai pola pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya telah menimbulkan kerugian besar, terutama bagi masyarakat kecil. Menurutnya, manfaat ekonomi dari sektor ekstraktif cenderung terkonsentrasi pada korporasi besar, sementara dampak lingkungan ditanggung oleh masyarakat.

“Yang menikmati keuntungan biasanya segelintir pihak, tetapi yang menanggung kerusakan adalah masyarakat luas,” kata Farid.

Kritik juga diarahkan pada kebijakan transisi energi. Fajri Rahman menyoroti rencana penghentian operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang dinilai belum disertai peta jalan yang jelas bagi pekerja dan masyarakat terdampak.

Menurutnya, kebijakan yang tidak disiapkan secara komprehensif berpotensi menjadikan masyarakat sebagai “korban ganda”, yakni terdampak pencemaran sekaligus kehilangan sumber penghidupan.

Selain itu, diskusi juga menyinggung praktik pembatasan akses masyarakat atas nama konservasi. Pendekatan ini dinilai berisiko menghilangkan ruang hidup masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi kepentingan ekonomi skala besar di kemudian hari.

Baca Juga  Solidaritas Perempuan, Jangan Hanya di Media Sosial

Sebagai alternatif, para pembicara menawarkan konsep ekonomi restoratif yang menekankan upaya menjaga lingkungan yang tersisa sekaligus memulihkan kerusakan yang telah terjadi. Salah satu langkah yang disorot adalah perlunya redistribusi lahan serta pengelolaan berbasis kolektif untuk mengurangi ketimpangan penguasaan sumber daya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh KOMSLAB, sebuah lembaga non-profit di bidang komunikasi yang bertujuan menghubungkan akademisi, jurnalis, dan organisasi masyarakat sipil. Forum ini juga menjadi ruang pertemuan untuk bertukar gagasan terkait isu lingkungan dan pembangunan.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa, termasuk pers mahasiswa, serta komunitas jurnalis di Padang dan sekitarnya. Diskusi ditutup dengan dorongan agar gagasan yang muncul tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mendorong perubahan dalam kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan ekologis.

Reporter: Oktavia Ramadhani dan Zaki Latif Bagia Rahman

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: Genta AndalasPadangUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
Seorang pengunjung melihat karya fotografi yang ditampilkan pada Selasa(2/6/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Pameran Wahana Mancakarya Hidupkan Ruang Apresiasi Sastra

3 Juni 2026, 20:38 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

3 Juni 2026, 14:45 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Tenaga kebersihan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ditemukan tewas tergantung di pohon kawasan Hutan Biologi Unand, pada Kamis (28/5/2026) (Kompas.com)

Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

29 Mei 2026, 06:15 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemira Kembali Tertunda, Calon Presiden Mahasiswa FIB Didiskualifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak