Padang, gentaandalas.com- Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (UNAND) angkatan 2024 menggelar Festival dan Seminar Teater Indonesia bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Teater Langkah di Medan Nan Balinduang (MNB), FIB UNAND pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 ini menampilkan pementasan drama sebagai bagian dari mata kuliah Kajian Drama yang diikuti mahasiswa angkatan 2024.
Zahara, Tiwi, dan Fira selaku panitia mengatakan persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Mereka menjelaskan bahwa pementasan tersebut merupakan bagian dari pengambilan nilai mata kuliah Kajian Drama. Selain itu, naskah yang dipentaskan telah disiapkan oleh dosen untuk kemudian dipentaskan oleh mahasiswa. “Persiapannya dua bulan. Sebenarnya ini untuk pengambilan nilai juga dari angkatan 2024, dari mata kuliah Kajian Drama. Naskahnya udah dikasih sama dosen, jadi angkatan 2024 yang menampilkannya ke teater,” ujar mereka saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (1/7/2026).
Zahara, Tiwi, dan Fira mengatakan informasi mengenai Festival dan Seminar Teater Indonesia disebarkan melalui Instagram dan poster. Mereka juga berharap penonton dapat mengetahui tentang drama dan memperoleh pelajaran dari cerita yang dipentaskan. “Lewat IG, lewat poster. Dari kami itu aja sih, Kak. Mungkin teman-teman yang nonton bisa tahu tentang drama, dapat pelajaran. Ini juga kan ceritanya tentang kisah-kisah dulu yang sudah ada, contohnya Siti Nurbaya, Nurani,” ungkap Zahara, Tiwi, dan Fira pada Rabu (1/7/2026).
Sementara itu, salah seorang penonton, Zahra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2025, menilai rangkaian pertunjukan tersebut berhasil menyampaikan pesan moral dengan sangat baik. Meski awalnya hadir karena kewajiban membuat laporan, ia mengaku sangat menikmati jalannya pementasan, khususnya pada saat pertunjukan berjudul “Nurani“. Menurutnya, keterbatasan jumlah pemain tidak menjadi penghalang untuk menyajikan penampilan yang bagus. “Penampilan ‘Nurani‘ terlalu singkat, tapi bagus. Karena mereka cuma berempat, tapi bisa menghandel semuanya dengan bagus. Menurut aku, cerita ini agak menyindir pemerintah dan hukum karena tadi ada tokoh yang suaminya merupakan pejabat. Jadi, sang istri tidak akan dituduh sebagai pembunuh karena suaminya punya jabatan,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (1/7/2026).
Zahra juga menambahkan bahwa setiap karya yang ditampilkan memiliki makna cerita yang berbeda. “Makna ceritanya tersampaikan. Setiap judul drama memiliki maknanya sendiri dan pesannya sendiri,” ungkapnya.
Ia memberikan saran sekaligus harapan untuk pelaksanaan teater pada tahun-tahun berikutnya, terutama mengenai tempat agar lebih aman bagi pemain dan para penonton yang hadir. “Kemarin aku lihat penampilan mahasiswa Sastra Inggris lebih bagus dan siap tempatnya, sedangkan yang sekarang itu licin, takutnya pemain atau penonton terpeleset. Harapan aku ke depannya lebih diperhatikan tempatnya. Walaupun begitu, penampilannya tetap bagus,” tambah Zahra.
Reporter: Zulaizah dan Syifa Alifah
Editor: Oktavia Ramadhani







