• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

oleh Redaksi
15 Juli 2026, 18:23 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

ShareShareShareShare

Oleh: Oktavia Ramadhani

Film horor Indonesia kembali menghadirkan adaptasi dari karya luar negeri melalui film 402 Rumah Sakit Angker Korea. Disutradarai Anggy Umbara dan ditulis oleh Lele Laila, film yang tayang sejak 9 Juli 2026 ini merupakan adaptasi resmi dari film horor Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Diproduksi oleh MD Pictures bersama Umbara Brothers Film dan Pichouse Films, film ini tidak sekadar mengulang cerita aslinya, tetapi menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan penonton Indonesia melalui karakter dan konflik yang dibangun.

Cerita mengikuti tujuh kreator konten horor asal Indonesia yang tergabung dalam kanal Para Pencari Hantu. Demi mencapai target tiga juta penonton, mereka nekat melakukan siaran langsung dari Yongwon Hospital, rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker. Melalui kamera yang terus merekam setiap momen, mereka menjelajahi lorong-lorong rumah sakit hingga memasuki Ruang 402 yang selama ini diselimuti berbagai kisah misterius.

Baca Juga  Petualangan di Kota Ghaib

Penelusuran yang awalnya hanya bertujuan mencari sensasi perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika berbagai kejadian di luar nalar mulai bermunculan. Semakin jauh mereka menelusuri rumah sakit tersebut, berbagai peristiwa ganjil mulai mengancam keselamatan mereka dan mengubah ekspedisi itu menjadi pengalaman yang mengerikan.

Salah satu kekuatan film ini terletak pada penggunaan konsep found footage dan body-cam. Teknik tersebut membuat penonton seolah ikut berada di tengah penelusuran bersama para tokohnya. Pengambilan gambar langsung di Korea Selatan turut memperkuat suasana mencekam sehingga latar rumah sakit terbengkalai terasa semakin autentik. Tata suara juga mampu membangun ketegangan tanpa harus mengandalkan jump scare di setiap adegan.

Di balik teror yang disuguhkan, film ini juga mengangkat fenomena kreator konten yang rela mempertaruhkan keselamatan demi mengejar popularitas di media sosial. Keinginan meraih jutaan penonton menjadi pemicu berbagai keputusan nekat yang akhirnya membawa mereka pada situasi di luar kendali. Isu tersebut terasa relevan dengan kondisi saat ini ketika konten ekstrem kerap dijadikan jalan pintas untuk meraih perhatian publik.

Baca Juga  Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

Meski berhasil membangun atmosfer yang mencekam, film ini masih memiliki beberapa kekurangan. Pencahayaan pada sejumlah adegan terasa terlalu gelap sehingga beberapa detail sulit ditangkap. Selain itu, tidak semua karakter mendapatkan porsi pengembangan yang cukup sehingga penonton belum sepenuhnya dapat terhubung dengan latar belakang maupun konflik pribadi mereka.

Secara keseluruhan, 402 Rumah Sakit Angker Korea berhasil menghadirkan adaptasi yang tetap memiliki identitasnya sendiri. Perpaduan konsep found footage, latar rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan, serta kritik terhadap budaya mengejar popularitas membuat film ini lebih dari sekadar tontonan horor. Bagi pencinta film horor, terutama yang menyukai ketegangan dengan nuansa realistis, 402 Rumah Sakit Angker Korea layak masuk dalam daftar tontonan karena menawarkan pengalaman yang menegangkan sekaligus menyisakan pesan tentang konsekuensi dari ambisi yang tak mengenal batas.

Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: filmhororResensi
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Poster Film Insidious: Out of the Further)/Instagram officialwatchmenid)

Wajah Baru, Teror Lama Insidious

1 September 2026, 00:49 WIB
(Poster film Spider-Man: Brand New Day/Wikipedia)

Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

22 Agustus 2026, 08:32 WIB
Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak