• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 15 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

oleh Redaksi
15 Juli 2026, 18:23 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

ShareShareShareShare

Oleh: Oktavia Ramadhani

Film horor Indonesia kembali menghadirkan adaptasi dari karya luar negeri melalui film 402 Rumah Sakit Angker Korea. Disutradarai Anggy Umbara dan ditulis oleh Lele Laila, film yang tayang sejak 9 Juli 2026 ini merupakan adaptasi resmi dari film horor Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Diproduksi oleh MD Pictures bersama Umbara Brothers Film dan Pichouse Films, film ini tidak sekadar mengulang cerita aslinya, tetapi menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan penonton Indonesia melalui karakter dan konflik yang dibangun.

Cerita mengikuti tujuh kreator konten horor asal Indonesia yang tergabung dalam kanal Para Pencari Hantu. Demi mencapai target tiga juta penonton, mereka nekat melakukan siaran langsung dari Yongwon Hospital, rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker. Melalui kamera yang terus merekam setiap momen, mereka menjelajahi lorong-lorong rumah sakit hingga memasuki Ruang 402 yang selama ini diselimuti berbagai kisah misterius.

Baca Juga  Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

Penelusuran yang awalnya hanya bertujuan mencari sensasi perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika berbagai kejadian di luar nalar mulai bermunculan. Semakin jauh mereka menelusuri rumah sakit tersebut, berbagai peristiwa ganjil mulai mengancam keselamatan mereka dan mengubah ekspedisi itu menjadi pengalaman yang mengerikan.

Salah satu kekuatan film ini terletak pada penggunaan konsep found footage dan body-cam. Teknik tersebut membuat penonton seolah ikut berada di tengah penelusuran bersama para tokohnya. Pengambilan gambar langsung di Korea Selatan turut memperkuat suasana mencekam sehingga latar rumah sakit terbengkalai terasa semakin autentik. Tata suara juga mampu membangun ketegangan tanpa harus mengandalkan jump scare di setiap adegan.

Di balik teror yang disuguhkan, film ini juga mengangkat fenomena kreator konten yang rela mempertaruhkan keselamatan demi mengejar popularitas di media sosial. Keinginan meraih jutaan penonton menjadi pemicu berbagai keputusan nekat yang akhirnya membawa mereka pada situasi di luar kendali. Isu tersebut terasa relevan dengan kondisi saat ini ketika konten ekstrem kerap dijadikan jalan pintas untuk meraih perhatian publik.

Baca Juga  Petualangan Suzume Mencegah Bencana dengan Mengunci Pintu

Meski berhasil membangun atmosfer yang mencekam, film ini masih memiliki beberapa kekurangan. Pencahayaan pada sejumlah adegan terasa terlalu gelap sehingga beberapa detail sulit ditangkap. Selain itu, tidak semua karakter mendapatkan porsi pengembangan yang cukup sehingga penonton belum sepenuhnya dapat terhubung dengan latar belakang maupun konflik pribadi mereka.

Secara keseluruhan, 402 Rumah Sakit Angker Korea berhasil menghadirkan adaptasi yang tetap memiliki identitasnya sendiri. Perpaduan konsep found footage, latar rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan, serta kritik terhadap budaya mengejar popularitas membuat film ini lebih dari sekadar tontonan horor. Bagi pencinta film horor, terutama yang menyukai ketegangan dengan nuansa realistis, 402 Rumah Sakit Angker Korea layak masuk dalam daftar tontonan karena menawarkan pengalaman yang menegangkan sekaligus menyisakan pesan tentang konsekuensi dari ambisi yang tak mengenal batas.

Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: filmhororResensi
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB
(Poster Film Titip Bunda di Surga-Mu/detik.com)

Belajar Menghargai Waktu Lewat FilmTitip Bunda di Surga-Mu

28 Februari 2026, 21:46 WIB
(Poster Film Alas Roban/detik.com)

Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

16 Januari 2026, 19:04 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih Tidak Boleh Menang karena Pesaingnya Dikalahkan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sejumlah BEM Fakultas Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada BEM KM UNAND Usai Aksi di DPRD Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pengemudi Mengaku Pusing, Tabrak Dua Gerobak dan Satu Mobil

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Gangguan SSO UNAND Jelang UAS Hambat Administrasi Mahasiswa

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Keresahan Mahasiswa di Balik Ancaman Reformasi Jilid II

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak