• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Fenomena Bahasa Indonesia-Minang Sebagai Wujud Dinamika Bahasa yang Terjadi di Ranah Sosial

oleh Redaksi
18 Februari 2021, 15:47 WIB
ShareShareShareShare

Indonesia merupakan negara multikulturalisme, keberagaman budaya, bahasa, etnis dan lainnya kerap ditemui di Indonesia. Setiap budaya daerah memiliki bahasanya sendiri sehingga bahasa indonesia hadir sebagai perwujudan bahasa persatuan yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahasa dengan kedinamisannya akan berkembang sejalan dengan pengaruh perkembangan zaman. Disamping bahasa Nasional dan bahasa daerah kerap muncul pula bahasa gaul termasuk pula adanya pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah itu sendiri di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pencampuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Minang atau akrab disebut Bahasa Indomi (Indonesia-Minang). Penggunaan Bahasa Indomi ini dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Kebhinekaan masyarakat di Sumatra Barat juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya fenomena Bahasa Indomi. Namun, apakah sejatinya Bahasa Indomi dapat digunakan kapan saja dan dimana saja? Bagaimana fenomena pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kehidupan sosial? bagaimana sebenarnya berbahasa yang baik dan benar itu? Apa yang dapat dilakukan generasi muda dalam melestarikan bahasa nasioal dan daerah? (Dian Mardhiyyah dan Elvi Rahmawani).

Narasumber: Sonezza Ladyanna, S.S.,M.A

Jawaban:

Pada umumnya sifat dasar bahasa itu ialah dinamis dan arbitrer. Dikatakan bahasa dinamis karena bahasa akan mengikuti perkembangan zaman sesuai situasi dan kondisi masyarakat. Selanjutnya, bahasa bersifat arbitrer dimana setiap penutur bebas menggunakan bahasa itu sendiri. Walaupun bebas, penutur harus dapat menentukan dimana menggunakan bahasa yang tepat.

Baca Juga  Sosok Inspiratif Annisa Mulia Utami: Cemoohan Berbuah Menjadi Kesuksesan dalam Berbisnis

Fenomena pencampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sendiri, sebenarnya bukan hal yang tidak biasa karena termasuk kepada bentuk dinamika bahasa yang ada di masyarakat. Hal yang menjadi penyebab adanya gejala dinamika bahasa terutama pencampuran bahasa Indonesia dan daerah ialah lingkungan sosial. Cara seorang penutur berbahasa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk juga bahasa ibu (mother tongue) yang kerap digunakan dalam keseharian. Oleh karena itu, hal yang paling penting ialah bagaimana cara penutur untuk dapat menggunakan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Umumnya, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah semisal bahasa minang oleh sebagian masyarakat termasuk kepada bentuk bahasa informal dan harus dituturkan dalam situasi santai dengan teman, kerabat dan lain sebaginya.

Sebenarnya keberagaman bahasa menjadikan masyarakat semakin arif dan bijak. Sebagai masyarakat terutama generasi muda sebaiknya mampu berbahasa dengan situasi yang ada, menempatkan bahasa sesuai tempatnya dan gaya bertutur yang tepat maka sudah dapat dikatakan berbahasa yang baik sesuai dengan sifat bahasa yaitu dinamis dan arbitrer.

Baca Juga  UNAND Luluskan 1.411 Mahasiswa, Naik dari Periode Sebelumnya

Dalam upaya mempertahankan dan melestarikan bahasa, Badan Bahasa mengeluarkan istilah Trigatra Bahasa yang bermakna bahwa sebagai masyarakat yang bijak kita harus mengutamakan penggunaan bahasa nasional Bahasa Indonesia, disamping itu kita juga harus bisa untuk melestarikan bahasa daerah serta mampu menguasai bahasa asing. Tiga komponen bahasa ini merupakan hal yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa pentingnya pengetahuan akan bahasa meliputi bahasa nasional, bahasa daerah dan bahasa asing.

Percampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, misalnya bahasa minang justru dapat melestarikan bahasa daerah itu sendiri hanya saja jika digunakan dengan situasi dan kondisi yang tepat karena merupakan salah satu bentuk bahasa informal. Selain itu, sebenarnya tidak ada istilah bahasa gaul atau semacamnya dapat merusak bahasa nasional atau bahasa daerah, sebenarnya yang menjadi penyebab ialah penutur yang tidak dapat menempatkan penggunaan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Oleh karena itu diharapkan masyarakat untuk dapat berbahasa sesuai situasi dan kondisi. Dalam kondisi santai boleh menggunakan bahasa informal semisal campuran bahasa indonesia dan minang bahkan bahasa gaul, sebaliknya dapat gunakan bahasa formal dalam kondisi yang telah ditentukan.

*Narasumber merupakan Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Andalas

Tag: IndonesiaKonsultasiMahasiswaminang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak