• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Fenomena Bahasa Indonesia-Minang Sebagai Wujud Dinamika Bahasa yang Terjadi di Ranah Sosial

oleh Redaksi
18 Februari 2021, 15:47 WIB
ShareShareShareShare

Indonesia merupakan negara multikulturalisme, keberagaman budaya, bahasa, etnis dan lainnya kerap ditemui di Indonesia. Setiap budaya daerah memiliki bahasanya sendiri sehingga bahasa indonesia hadir sebagai perwujudan bahasa persatuan yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahasa dengan kedinamisannya akan berkembang sejalan dengan pengaruh perkembangan zaman. Disamping bahasa Nasional dan bahasa daerah kerap muncul pula bahasa gaul termasuk pula adanya pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah itu sendiri di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pencampuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Minang atau akrab disebut Bahasa Indomi (Indonesia-Minang). Penggunaan Bahasa Indomi ini dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Kebhinekaan masyarakat di Sumatra Barat juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya fenomena Bahasa Indomi. Namun, apakah sejatinya Bahasa Indomi dapat digunakan kapan saja dan dimana saja? Bagaimana fenomena pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kehidupan sosial? bagaimana sebenarnya berbahasa yang baik dan benar itu? Apa yang dapat dilakukan generasi muda dalam melestarikan bahasa nasioal dan daerah? (Dian Mardhiyyah dan Elvi Rahmawani).

Narasumber: Sonezza Ladyanna, S.S.,M.A

Jawaban:

Pada umumnya sifat dasar bahasa itu ialah dinamis dan arbitrer. Dikatakan bahasa dinamis karena bahasa akan mengikuti perkembangan zaman sesuai situasi dan kondisi masyarakat. Selanjutnya, bahasa bersifat arbitrer dimana setiap penutur bebas menggunakan bahasa itu sendiri. Walaupun bebas, penutur harus dapat menentukan dimana menggunakan bahasa yang tepat.

Baca Juga  Kelayakan Penjara di Indonesia

Fenomena pencampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sendiri, sebenarnya bukan hal yang tidak biasa karena termasuk kepada bentuk dinamika bahasa yang ada di masyarakat. Hal yang menjadi penyebab adanya gejala dinamika bahasa terutama pencampuran bahasa Indonesia dan daerah ialah lingkungan sosial. Cara seorang penutur berbahasa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk juga bahasa ibu (mother tongue) yang kerap digunakan dalam keseharian. Oleh karena itu, hal yang paling penting ialah bagaimana cara penutur untuk dapat menggunakan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Umumnya, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah semisal bahasa minang oleh sebagian masyarakat termasuk kepada bentuk bahasa informal dan harus dituturkan dalam situasi santai dengan teman, kerabat dan lain sebaginya.

Sebenarnya keberagaman bahasa menjadikan masyarakat semakin arif dan bijak. Sebagai masyarakat terutama generasi muda sebaiknya mampu berbahasa dengan situasi yang ada, menempatkan bahasa sesuai tempatnya dan gaya bertutur yang tepat maka sudah dapat dikatakan berbahasa yang baik sesuai dengan sifat bahasa yaitu dinamis dan arbitrer.

Baca Juga  Eratkan Hubungan Silaturahmi Himada Se-UNAND, IMKJ UNAND Gelar OPSESI

Dalam upaya mempertahankan dan melestarikan bahasa, Badan Bahasa mengeluarkan istilah Trigatra Bahasa yang bermakna bahwa sebagai masyarakat yang bijak kita harus mengutamakan penggunaan bahasa nasional Bahasa Indonesia, disamping itu kita juga harus bisa untuk melestarikan bahasa daerah serta mampu menguasai bahasa asing. Tiga komponen bahasa ini merupakan hal yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa pentingnya pengetahuan akan bahasa meliputi bahasa nasional, bahasa daerah dan bahasa asing.

Percampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, misalnya bahasa minang justru dapat melestarikan bahasa daerah itu sendiri hanya saja jika digunakan dengan situasi dan kondisi yang tepat karena merupakan salah satu bentuk bahasa informal. Selain itu, sebenarnya tidak ada istilah bahasa gaul atau semacamnya dapat merusak bahasa nasional atau bahasa daerah, sebenarnya yang menjadi penyebab ialah penutur yang tidak dapat menempatkan penggunaan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Oleh karena itu diharapkan masyarakat untuk dapat berbahasa sesuai situasi dan kondisi. Dalam kondisi santai boleh menggunakan bahasa informal semisal campuran bahasa indonesia dan minang bahkan bahasa gaul, sebaliknya dapat gunakan bahasa formal dalam kondisi yang telah ditentukan.

*Narasumber merupakan Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Andalas

Tag: IndonesiaKonsultasiMahasiswaminang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penyampaian sambutan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND), Denny Abdi, di Pengeran Beach Hotel pada Senin (14/9/2026)(Oktavia Ramadhani)

Dua Jurnalis Genta Andalas Raih Juara Anugerah Insan Pers UNAND 2026

16 September 2026, 18:52 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB
Suasana sesi diskusi bertajuk “Ekonomi Restoratif Bencana Ekologis Deforestasi” dalam diskusi publik di Sekretariat AJI Padang, Rabu (2/9/2026). (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Pemulihan Bencana di Sumbar Dipertanyakan, Penyintas Masih Menunggu Hunian Tetap

4 September 2026, 09:07 WIB
Rapat koordinasi pembayaran kewajiban dana Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan untuk 
kegiatan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tahun 2022 pada Kamis (03/09/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Pencairan Dana Kemahasiswaan, Ormawa Diminta Lengkapi LPJ kegiatan 2022

4 September 2026, 09:02 WIB
Diskusi Publik bertajuk “Membaca Kerusakan Alam Melalaui Sastra" oleh Labor Penulisan kreatif (LPK) dan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia( PBHI) di ruang seminar FIB pada kamis (3/9/2026) (Genta Andalas/Sargita Asmara Dewi)

LPK FIB UNAND Gelar Diskusi Publik tentang Sastra dan Krisis Lingkungan

3 September 2026, 21:52 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak