• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Liputan

Festival Hari Anak: Ruang Bermain, Belajar, dan Tumbuh Bersama

oleh Redaksi
30 Juni 2025, 07:23 WIB
Potret kemeriahan suasana Festival Hari Anak yang diselenggarakan oleh Komunitas Aruna di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Padang. Pada Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi (29/6/2025) (Oktavia Ramadhani)

Potret kemeriahan suasana Festival Hari Anak yang diselenggarakan oleh Komunitas Aruna di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Padang. Pada Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi (29/6/2025) (Oktavia Ramadhani)

ShareShareShareShare
Potret kemeriahan suasana Festival Hari Anak yang diselenggarakan oleh Komunitas Aruna di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Padang. Pada Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi (29/6/2025) (Oktavia Ramadhani)

Suasana penuh warna dan tawa anak-anak menyemarakkan kawasan Car Free Day (CFD) Padang dalam gelaran Festival Hari Anak yang diselenggarakan oleh komunitas Aruna pada Minggu (29/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Padang.

Meskipun peringatan Hari Anak Nasional jatuh pada 23 Juli, pelaksanaan festival ini dipercepat. Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar panitia Aruna akan pulang ke kampung halaman menjelang libur semester. Percepatan menjadi pilihan terbaik agar kegiatan tetap berjalan optimal dengan dukungan panitia yang lengkap.

Festival ini menjadi bagian dari upaya komunitas Aruna untuk menghadirkan ruang bermain dan belajar bagi seluruh anak. Sarah Aziza Khairunisa, selaku co-founder sekaligus kepala Aruna, menjelaskan bahwa awal mula Aruna terbentuk dari keresahan pribadi saat menjalani masa akhir studi.

“Kami awalnya mahasiswa yang stres menghadapi tugas akhir. Aku dan temanku, Kak Raya, mulai dengan berbagi buku ke rumah singgah pasien anak. Lalu berkembang menjadi keinginan menciptakan komunitas dengan filosofi yang mendalam: menghadirkan ruang bermain dan belajar bagi anak-anak yang tidak mendapatkan haknya, baik karena sakit, keterbatasan ekonomi, maupun lingkungan yang tidak mendukung,” jelas Sarah saat diwawancarai Genta Andalas, pada Minggu (29/6/2025)

Dengan latar belakang pendidikan psikologi, Sarah dan timnya mendirikan Aruna berdasarkan pemahaman tentang pentingnya perkembangan psikologis anak. Ia menyampaikan bahwa pada dasarnya anak-anak memiliki tugas perkembangan yang idealnya dipenuhi melalui aktivitas bermain dan belajar. Namun kenyataannya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan kesempatan tersebut.

Baca Juga  Aliansi BEM SB Gelar Seruan Monolog May Day dan Hari Reformasi: Buruh Tidak Diikutsertakan

Festival Hari Anak tahun ini mengusung tema “Jejak Mimpi” dengan menghadirkan berbagai wahana seperti lempar target, pos mewarnai, pojok baca, playground, dan sejumlah permainan fisik lainnya yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan motorik, sensorik, serta kognitif anak. Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, antara lain Aruna Efinance, Broka, dan Tanah Ombak.

Ketua pelaksana kegiatan, Asyifa Norhasana menambahkan bahwa tujuan utama festival ini adalah memberikan ruang terbuka bagi semua anak, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memahami tahapan perkembangan anak.

“Banyak orang tua belum mengetahui tahapan perkembangan anak. Jadi, kami ingin memberi ruang bermain yang sesuai dengan usia mereka,” ujar Asyifa.

Dengan persiapan yang hanya berlangsung selama dua bulan, Aruna berhasil menarik lebih dari 100 peserta, jauh melampaui target awal sebanyak 60 anak. Meski sebagai komunitas baru mereka masih menghadapi tantangan dalam hal pengenalan ke publik dan teknis lapangan, semangat tim Aruna tetap menyala.

“Ini juga jadi ajang untuk memperkenalkan Aruna ke masyarakat,” lanjut Asyifa.

Tidak hanya menghadirkan ruang bermain, Aruna juga membuka donasi selama kegiatan berlangsung. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan rutin komunitas, khususnya di bangsal kanker anak.

“Kami bukan lembaga yang menyalurkan bantuan dalam bentuk uang atau barang. Namun, kami mengolah energi, waktu, dan donasi menjadi kegiatan yang menstimulasi anak-anak, terutama mereka yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang,” terang Sarah.

Baca Juga  Tingkatkan Kinerja, MWA UM Terpilih Bakal Bentuk Badan Kelengkapan

Salah satu pengunjung, Zahara dari Payakumbuh, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia datang bersama anaknya yang berusia dua tahun. “Awalnya memang untuk seru-seruan, tapi ternyata juga bisa mengasah keberanian si kecil. Tadi ikut mewarnai, ikut lempar target, motorik dan sensoriknya juga terasah,” tuturnya. Ia juga berharap ke depannya panitia bisa lebih optimal dalam pengaturan teknis di lapangan.

Bagi Sarah, momen paling berkesan dari kegiatan ini adalah melihat senyum dan tawa lepas dari anak-anak yang bermain dengan bebas, menjadi dirinya sendiri tanpa tekanan untuk bertindak seperti orang dewasa. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kenangan indah atau core memory yang akan terus mereka ingat hingga dewasa.

Ke depannya, Aruna berencana terus memperluas jangkauan. Saat ini, kegiatan bulanan masih berfokus pada anak-anak dengan kanker. Namun, mereka berharap bisa menjangkau anak-anak lain, seperti penderita jantung, ginjal, maupun anak-anak marginal yang tidak memiliki lingkungan pendukung.

“Kami hadir bukan sebagai wadah untuk anak-anak, tetapi sebagai penghubung yang menghadirkan kegiatan penuh makna,” pungkas Sarah.

Festival Hari Anak ini membuktikan bahwa kolaborasi dan empati dapat melahirkan ruang edukatif yang inklusif dan membahagiakan bagi setiap anak. Aruna menunjukkan bahwa dengan niat dan cinta, ruang bermain bisa menjadi jembatan bagi mimpi-mimpi kecil untuk tumbuh dan berkembang.

Reporter: Oktavia Ramadhani dan Zaki Latif Bagia Rahman 

Tag: cfdhari anak
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB
Foto bersama seluruh pers mahasiswa se-Sumatera Barat dengan ketua umum terpilih pada Kongres VIII ASPEM Sumbar di Gedung MKU B UNP, Sabtu (10/10/2026). (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

ASPEM Sumatera Barat Tetapkan Ketua Umum Baru

12 Oktober 2026, 16:51 WIB
BEM FHUA menggelar konferensi pers bertajuk “Penyelamatan Marwah Konstitusi: Mendesak DPR Memproses Pemakzulan Wakil Presiden Indonesia” di Tahir Foundation Building, Fakultas Hukum Universitas Andalas, pada Jumat (9/10/2026) (Jihan Aurelia Syabandini)

BEM FHUA Desak DPR Periksa Dugaan Persoalan Syarat Konstitusional Wapres Gibran

10 Oktober 2026, 20:23 WIB
Oplus_131072

Kesiapan Sumbar Hadapi PLTS 100 GWp Masih Terkendala

8 Oktober 2026, 13:22 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak