• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Kolaborasi UNAND dan UNIB dalam KKN Kebencanaan di Sumatra Barat

oleh Redaksi
24 Desember 2025, 20:58 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Bengkulu di Auditorium Universitas Andalas, pada Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pimpinan UNAND, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan mitra. (Genta Andalas/ Alizah Fitri Sudira)

Pelepasan mahasiswa KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Bengkulu di Auditorium Universitas Andalas, pada Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pimpinan UNAND, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan mitra. (Genta Andalas/ Alizah Fitri Sudira)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Universitas Bengkulu (UNIB) dan Universitas Andalas (UNAND) berkolaborasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan di Sumatra Barat. Sebanyak 20 mahasiswa UNIB diterjunkan untuk mengikuti kegiatan tersebut dan ditempatkan di dua lokasi, yakni Kapalo Koto dan Batu Busuk.  Keterlibatan mahasiswa UNIB dalam program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas yang dilepas secara resmi pada Rabu (24/12/2025). Mahasiswa KKN Kebencanaan UNIB hadir bersama peserta KKN dari berbagai fakultas di lingkungan UNAND dalam kegiatan pelepasan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonedi, menyampaikan bahwa mahasiswa KKN Kebencanaan dari Universitas Bengkulu turut diterjunkan dalam pelaksanaan KKN tersebut. Ia menyebutkan sebanyak 20 mahasiswa UNIB mengikuti program dengan tema kebencanaan. “Turut hadir mahasiswa KKN Kebencanaan dari Universitas Bengkulu yang terdiri dari 20 orang,” ujar Efa Yonedi dalam sambutannya pada kegiatan pelepasan KKN Reguler UNAND, Rabu (24/12/2025).

Kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut berkaitan dengan kegiatan pascabencana di wilayah Sumatra Barat. Mahasiswa UNIB mengikuti kegiatan yang telah disusun dalam pelaksanaan KKN UNAND sekaligus membuka kemungkinan memberikan kontribusi tambahan apabila dibutuhkan di lokasi penempatan.

Salah satu mahasiswa KKN Kebencanaan UNIB, Unang Muhammad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi antara Universitas Bengkulu dan Universitas Andalas. Unang merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis UNIB angkatan 2023 yang berasal dari Mukomuko.

Menurut Unang, kolaborasi tersebut dilakukan untuk menentukan kegiatan yang perlu dilaksanakan mahasiswa di wilayah yang telah ditetapkan sebagai lokasi KKN. Kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan kondisi pascabencana di daerah penempatan. “Jadi kami di sini kerja sama dan kolaborasi dengan Universitas Andalas mengenai apa saja yang harus kita laksanakan pascabencana ini di daerah yang sudah ditempatkan oleh kami,” jelas Unang saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (24/12/2025).

Dalam pelaksanaannya, 20 mahasiswa UNIB dibagi ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas lima mahasiswa. Keempat kelompok tersebut kemudian ditempatkan di dua wilayah, yaitu Kapalo Koto dan Batu Busuk.

Unang menjelaskan, pembagian awal terdiri atas empat kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Dua kelompok ditempatkan di Kapalo Koto dan dua kelompok lainnya di Batu Busuk. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat penggabungan kelompok berdasarkan arahan dosen pembimbing lapangan (DPL). “Perkelompok kami lima orang, jadi totalnya 20 orang dari Bengkulu,” ujar Unang.

Penggabungan kelompok dilakukan berdasarkan arahan DPL. Dengan demikian, mahasiswa mengikuti pembagian lokasi yang telah ditentukan selama menjalankan kegiatan KKN Kebencanaan. “Dua kelompok jadi satu. Soalnya DPL-nya menyuruh kayak gitu,” jelasnya.

Selain pembagian kelompok dan lokasi, mahasiswa juga mengikuti program kerja yang telah disiapkan dalam pelaksanaan KKN. Unang menyebutkan bahwa program kerja mahasiswa UNIB pada dasarnya mengikuti rancangan yang telah dibuat oleh Universitas Andalas.

Meski demikian, mahasiswa UNIB tetap membuka kemungkinan untuk memberikan program kerja tambahan apabila dibutuhkan oleh pihak UNAND selama pelaksanaan KKN. Hal tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa UNIB dalam kolaborasi kedua perguruan tinggi. “Untuk program kami mengikuti dari Universitas Andalas, tapi kalau dari Universitas Andalas mungkin nanti butuh program dari kami, tapi kami akan berikan program kerjanya,” kata Unang.

Kolaborasi tersebut berlangsung dalam konteks pemulihan masyarakat setelah bencana. Bagi perguruan tinggi, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya ditujukan untuk menjalankan program kerja selama masa KKN, tetapi juga diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan yang muncul setelah bencana.

Rektor UNAND Efa Yonedi menilai pelaksanaan KKN di wilayah pascabencana perlu diarahkan pada program yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan KKN tidak seharusnya berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa selesai. Ia menjelaskan, keberlanjutan program dapat dilakukan melalui koordinasi antara mahasiswa, DPL, pemerintah nagari, dan mahasiswa KKN pada periode berikutnya. Mahasiswa yang ditempatkan di suatu wilayah juga diharapkan mempelajari laporan serta program KKN yang telah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga  Terbawa Arus Deras, Satu Orang Mahasiswa Unand Tewas di Bendungan Unand

“Jadi KKN berkelanjutan artinya mahasiswa KKN dan DPL yang ada di nagari tersebut sudah melakukan koordinasi, sehingga mahasiswa KKN yang ada bukan mengulang program yang sama tapi melanjutkan program-program sebelumnya,” ujar Efa.

Menurut Efa, laporan KKN sebelumnya dapat menjadi salah satu bahan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat. Data yang telah dikumpulkan mahasiswa terdahulu dapat digunakan untuk mengetahui persoalan dan potensi wilayah tanpa harus memulai pemetaan dari awal. Karena itu, ia meminta mahasiswa dan DPL mempelajari hasil survei, laporan, serta program yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan dapat menjadi kelanjutan dari program yang sudah ada dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Efa juga menyebutkan bahwa tema KKN tahun ini, yakni pemberdayaan potensi lokal masyarakat nagari pascakebencanaan, relevan dengan kondisi Sumatra Barat yang memiliki kerawanan terhadap bencana. Menurutnya, masyarakat perlu dipersiapkan agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tapi juga menimbulkan dampak sosial, dampak ekonomi,” tutur Efa.

Dampak tersebut dapat dirasakan masyarakat yang kehilangan rumah maupun lahan pertanian akibat bencana. Kondisi tersebut membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Selain kerusakan fisik dan ekonomi, bencana juga dapat meninggalkan dampak psikologis bagi masyarakat.

Efa mencontohkan pengalamannya ketika mengunjungi wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Agam. Saat kunjungan tersebut, hujan rintik-rintik yang turun membuat masyarakat kembali merasa terancam karena mengingat pengalaman banjir sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, ia berharap mahasiswa dapat mempertimbangkan kebutuhan tersebut ketika menyusun program KKN.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya datang membawa program, tetapi juga membawa harapan, semangat, dan solusi yang dapat diterapkan masyarakat. Program yang dibuat juga diharapkan dapat dilanjutkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Efa menekankan pentingnya mahasiswa memahami keberlanjutan program sejak tahap perencanaan. Menurutnya, program yang baik bukan hanya program yang dapat dilaksanakan selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi juga program yang tetap memberikan manfaat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Selain persoalan kebencanaan, mahasiswa juga didorong untuk mengenali potensi lokal masyarakat. Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung kebangkitan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah penempatan. Efa meminta mahasiswa menjadi mitra masyarakat, bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan. Dalam menentukan program kerja, mahasiswa perlu berdiskusi dengan pemerintah nagari dan masyarakat untuk menemukan persoalan yang benar-benar dihadapi. “Jangan nanti anak-anak hanya sebagai pelaksana kegiatan saja. Masyarakat berdiskusi dengan kepala nagari dengan warga, menemukan asal masalah dan kemudian membuat program yang realistis,” jelasnya.

Menurut Efa, komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa perlu membangun hubungan dengan pemerintah nagari, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Hal tersebut diperlukan karena setiap nagari memiliki nilai adat dan budaya yang perlu dihargai. Mahasiswa juga diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian.

Efa memberikan contoh persoalan air bersih yang dapat menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi sederhana. Menurutnya, terdapat wilayah yang memiliki sumber air, tetapi kondisi air tersebut masih berwarna kuning sehingga belum dapat digunakan secara optimal. Ia mendorong mahasiswa mencari teknologi sederhana dan terjangkau yang dapat digunakan masyarakat untuk mengolah sumber air menjadi air bersih. Menurutnya, solusi yang diberikan tidak harus menggunakan teknologi yang rumit atau mahal selama dapat diterapkan dan dilanjutkan oleh masyarakat.

Selain pemberdayaan masyarakat, kreativitas dan inovasi mahasiswa juga diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi di wilayah penempatan. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat turut memperkenalkan gagasan Nagari Kreatif Hub sebagai wadah kreativitas, inovasi, dan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nagari. Program tersebut diarahkan untuk mendorong nagari dan desa menjadi sentra inovasi serta wirausaha muda. Mahasiswa dapat mengambil peran dengan memberikan ide dan inovasi sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.

Baca Juga  Sosialisasi Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru, Unand Fasilitasi Calon Mahasiswa Kurang Mampu

Gagasan tersebut menempatkan mahasiswa bukan sekadar sebagai pelaksana kegiatan yang datang dalam waktu tertentu, melainkan sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali persoalan sekaligus mengembangkan potensi yang telah dimiliki wilayah tersebut. Efa juga menegaskan bahwa KKN merupakan bagian dari proses akademik mahasiswa, bukan hanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa dinilai berdasarkan sejumlah kompetensi yang diperoleh di lapangan.

Kompetensi tersebut mencakup kemampuan memetakan masalah, memecahkan persoalan secara terstruktur, berkomunikasi, dan bekerja sama. DPL memiliki peran dalam mengarahkan mahasiswa sekaligus menilai ketercapaian kompetensi tersebut. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati selama berada di lokasi KKN. Efa mengingatkan bahwa kondisi yang dihadapi mahasiswa di lapangan mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan.

Menurutnya, perbedaan kondisi tempat tinggal, lingkungan, maupun kebiasaan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. KKN dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui kehidupan masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi anak muda dan remaja di wilayah penempatan. Kehadiran mahasiswa di nagari dan desa diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebelum menjalankan kegiatan di lokasi penempatan, mahasiswa UNIB telah berada di Kota Padang sejak 19 Desember 2025. Kedatangan tersebut dilakukan sebelum kegiatan pelepasan KKN Reguler UNAND yang dilaksanakan pada 24 Desember 2025. Setelah berada di Padang, mahasiswa mengikuti rangkaian persiapan dan pembagian kelompok sebelum menjalankan kegiatan di lokasi masing-masing. Sebanyak 20 mahasiswa UNIB kemudian menjalankan KKN Kebencanaan melalui kelompok yang ditempatkan di Kapalo Koto dan Batu Busuk.

Bagi Unang, pelaksanaan KKN Kebencanaan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Ia berharap mahasiswa dapat menjalankan kegiatan dengan baik selama berada di lokasi penempatan.

Selain memperoleh pengalaman, Unang juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap wilayah yang terdampak bencana. Ia berharap daerah yang menjadi lokasi KKN dapat segera pulih. “Harapan kami, mudah-mudahan kami di sini mendapatkan pembelajaran yang lebih baik lagi. Kemudian mudah-mudahan cepat pulih lah daerah,” ujar Unang.

Bagi mahasiswa yang terlibat, KKN Kebencanaan menjadi ruang untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat. Kolaborasi antara UNIB dan UNAND juga mempertemukan mahasiswa dari dua perguruan tinggi untuk bekerja dalam konteks persoalan yang sama, yaitu kondisi masyarakat setelah bencana.

Keterlibatan mahasiswa UNIB dalam KKN Kebencanaan bersama UNAND menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk melibatkan mahasiswa dalam proses pengabdian dan pemulihan pascabencana di Sumatra Barat. Penempatan mahasiswa di Kapalo Koto dan Batu Busuk diharapkan dapat membantu masyarakat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dari dua perguruan tinggi juga memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam melaksanakan pengabdian. Program yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dilanjutkan oleh masyarakat maupun mahasiswa KKN pada periode berikutnya.

Dengan demikian, KKN Kebencanaan tidak hanya menjadi kegiatan yang berlangsung selama masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat secara berkelanjutan. Data, pengalaman, serta program yang dihasilkan selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan kegiatan berikutnya.

Reporter: Alizah Fitri Sudira

Editor: Auryn Dzakirah

Tag: Genta AndalasKKN RegulerUnandUNIB
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penyampaian sambutan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND), Denny Abdi, di Pengeran Beach Hotel pada Senin (14/9/2026)(Oktavia Ramadhani)

Dua Jurnalis Genta Andalas Raih Juara Anugerah Insan Pers UNAND 2026

16 September 2026, 18:52 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB
Suasana sesi diskusi bertajuk “Ekonomi Restoratif Bencana Ekologis Deforestasi” dalam diskusi publik di Sekretariat AJI Padang, Rabu (2/9/2026). (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Pemulihan Bencana di Sumbar Dipertanyakan, Penyintas Masih Menunggu Hunian Tetap

4 September 2026, 09:07 WIB
Rapat koordinasi pembayaran kewajiban dana Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan untuk 
kegiatan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tahun 2022 pada Kamis (03/09/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Pencairan Dana Kemahasiswaan, Ormawa Diminta Lengkapi LPJ kegiatan 2022

4 September 2026, 09:02 WIB
Diskusi Publik bertajuk “Membaca Kerusakan Alam Melalaui Sastra" oleh Labor Penulisan kreatif (LPK) dan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia( PBHI) di ruang seminar FIB pada kamis (3/9/2026) (Genta Andalas/Sargita Asmara Dewi)

LPK FIB UNAND Gelar Diskusi Publik tentang Sastra dan Krisis Lingkungan

3 September 2026, 21:52 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak