• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Melintasi Jejak Alam Menuju Pesona Tiga Tingkat Lubuk Hitam

oleh Redaksi
26 Juli 2025, 22:01 WIB
Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

ShareShareShareShare
Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

Oleh: Nabiela Ramadhani*

Di balik hijaunya perbukitan Padang bagian selatan, Air Terjun Lubuk Hitam berdiri gagah dalam keheningan yang meneduhkan. Tak hanya menyuguhkan keindahan alam, destinasi ini juga menyimpan semangat warga nagari untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam mereka sendiri.

Terletak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Padang, tepatnya di Koto Lubuk Hitam, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Air Terjun Lubuk Hitam kini menjadi primadona wisata baru yang mulai ramai dikunjungi. Waktu tempuh hanya sekitar satu jam perjalanan darat, namun pengunjung sudah disuguhi lanskap yang memesona mulai dari bentangan laut Pantai Bungus, kapal-kapal kontainer yang berlalu lalang, hingga kawanan monyet yang bermain di tepi jalan.

Akses menuju lokasi cukup mudah. Jalan masuk berada di sebuah gang kecil di samping Polsek Bungus. Jalurnya sudah dibeton dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari jalan utama ke area parkir hanya memerlukan waktu sekitar dua menit berkendara. Setelah itu, pengunjung diarahkan ke posko registrasi dan cukup membayar Rp8.000 per orang. Registrasi dibuka setiap hari dari pukul 07.30 hingga 17.30 WIB, kecuali Jumat yang akan dibuka setelah salat Jumat. Saat cuaca buruk, kegiatan operasional ditutup demi keselamatan.

Baca Juga  Gedung FKM UNAND Kampus Jati Alami Kebakaran, 7 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Salah satu petugas yang ditemui di lokasi, Ario Wibawa, mengungkapkan wisata ini dikelola oleh para pemuda-pemudi setempat sejak dua tahun terakhir. Sebelumnya, air terjun ini dibiarkan terbuka dan bebas diakses siapa saja tanpa pengelolaan resmi. “Sebenarnya air terjun ini sudah lama ada, tapi baru benar-benar dikelola dua tahun belakangan,” ungkap Ario, Rabu (16/07/2025).

Perjalanan dari posko registrasi menuju air terjun pun menjadi bagian dari petualangan. Dalam waktu tiga menit berjalan kaki, pengunjung akan tiba di tingkat pertama. Untuk menuju tingkat kedua dibutuhkan sekitar 15 menit, sementara tingkat ketiga memerlukan waktu tempuh sekitar 30 hingga 40 menit, tergantung kondisi fisik masing-masing. Jalur pendakian cukup menantang namun aman, dengan jalan setapak yang dilengkapi pegangan dari akar dan batang pohon. Di sepanjang jalan juga terdapat pondok-pondok peristirahatan dan warung-warung kecil yang menjual makanan serta minuman.

Fasilitas keselamatan pun telah disiapkan dengan baik. Setiap karcis masuk dilengkapi nomor bantuan darurat. “Kami sudah siapkan peralatan seperti P3K, tandu, pelampung, lampu senter, hingga HT. Kalau ada kendala, tinggal hubungi nomor di tiket,” jelas Ario

Meski medan cukup melelahkan, semuanya terbayar saat mencapai tingkat ketiga. Di sana, tiga kolam alami dari air terjun dikelilingi batu-batu besar yang datar dan tidak licin. Airnya jernih, sejuk, dan cukup aman untuk berenang. Bahkan, dari sudut tertentu, pengunjung bisa melihat pelangi yang muncul akibat percikan air dan sinar matahari.

Baca Juga  Manfaat Manuskrip Sebagai Sumber Informasi Budaya Masa Lalu

Tingkat ketiga juga telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti warung makanan dan ruang ganti, serta petugas penjaga di setiap kolam. Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Petugas senantiasa mengingatkan agar sampah tidak ditinggalkan di jalur atau lokasi air terjun.

Salah satu pengunjung, Nasywa membagikan cerita keindahan air terjun tersebut, “Indah banget air terjunnya, airnya nggak terlalu deras jadi bisa mandi, buat foto-foto juga keren banget, apalagi sepanjang jalannya banyak spot cantik,” ungkap Nasywa Rabu (16/07/2025).

Air Terjun Lubuk Hitam bukan hanya sebuah destinasi wisata, melainkan juga simbol keberdayaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi alamnya. Dikelilingi pepohonan hijau dan suasana hening yang menyegarkan, tempat ini menjadi ruang temu antara alam dan manusia, antara petualangan dan kedamaian. Dikelola dengan penuh semangat oleh pemuda nagari, Lubuk Hitam menyuguhkan tidak hanya keindahan tiga tingkat air terjun, tetapi juga harapan akan masa depan ekowisata yang berkelanjutan.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas 

 

Tag: airterjunpesonaalamUnandwisata
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Menagih Paru-Paru Anak di Tengah Dapur yang Harus Tetap Ngebul

15 September 2026, 21:28 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

15 September 2026, 21:02 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB
(Ilusgrafis/Amanda)

Di Tengah Ancaman Bencana, Anggaran BNPB Justru Menyusut

12 September 2026, 23:44 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak