• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Menilik Literasi dan Minat Bayar Pajak Masyarakat

oleh Redaksi
26 Juni 2023, 17:37 WIB
(Ilustrator/Zulkifli Ramadhani)

(Ilustrator/Zulkifli Ramadhani)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Zulkifli Ramadhani)

Anggaran penerimaan di berbagai negasa berasal dari sumber pendapatan yang berbeda-beda. Di Indonesia, sumber anggaran penerimaan negara berasal dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) seperti pemanfaatan energi listrik bersumber energi alam, hutang dalam negeri dan luar negeri, bea cukai, dan sebagainya. Dari semua sumber penerimaan anggaran negara, sektor perpajakan menempati urutan pertama sebagai sumber penopang penerimaan anggaran negara terbesar hingga saat ini.

Dilansir dari laporan realisasi Kementrian Keuangan (Kemenkeu) pendapatan negara tahun 2022 mencapai Rp 2.626,4 Triliun. Mayoritas pendapatan negara berasal dari pajak, yakni sebesar Rp 1.726,8 Triliun atau sebesar 65,37%. Begitu juga yang terjadi dengan tahun 2021, total pendapatan negara sebesar Rp 2.011,3 Triliun dan mayoritas pendapatan negara bersumber dari pajak yang bernilai Rp 1.277,5 Triliun atau sebesar 63,52%.

Besarnya nilai anggaran penerimaan negara yang bersumber dari pajak tersebut, tentu akan sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Bila masyarakat tidak patuh dalam membayar pajak kepada pemerintah, maka dapat diperkirakan kedepannya dapat terjadi perubahan penerimaan negara dan perubahan pada anggaran pembangunan infrastruktur negara.

Untuk dapat melihat kepatuhan masyarakat akan bayar pajak, hal tersebut dapat ditinjau dari pemahaman literasi pajak dan kemauan masyarakat untuk bayar pajak. Apakah literasi pajak masyarakat saat ini sudah tergolong bagus? Bagaimana dengan tingkat bayar pajak masyarakat saat ini? Adanya kasus perpajakan beberapa waktu lalu, apakah dapat mempengaruhi minat bayar pajak masayrakat? (Zulkifli Ramadhani)

Baca Juga  Thrift Fashion: Simbol Ekonomi Kreatif di Kalangan Anak Muda

Narasumber: Drs. Rinaldi Munaf, Ak, MM, CPA, CA, Asean CPA

Jawaban:

Apakah literasi pajak masyarakat saat ini sudah tergolong bagus?

Jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, saat ini literasi pajak masyarakat sudah cukup bagus. Namun, dari pemerintah juga terus berupaya mengsosialisasikan secara intensif melalui media-media yang ada. Selain itu, pemerintah juga berusaha memperbaiki pelayanan untuk pajak seperti fasilitasi pelaporan Surat Pemneritahuan Pajak yang dapat diakses secara daring dan juga media pembayaran melalui dompet digital, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau media lainnya yang akan memudahkan bagi masyarakat selaku wajib pajak.

Berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia pada tahun 2022, masyarakat Indonesia telah memiliki literasi pajak yang baik sebesar 50%. Tingkat literasi pajak saat ini yang terus dilakukan sosialisasi terkait pajak oleh pemerintah dapat meningkatkan literasi pajak masyarakat yang semakin baik dari tahun ke tahun.

Bagaimana dengan tingkat bayar pajak masyarakat saat ini?

Melalui peraturan perpajakan dan sosialisasi terkait pajak saat ini, tingkat bayar pajak masyarakat akan semakin bagus. Selain itu, dari pemerintah juga melakukan usaha untuk meningkatkan kemauan masyarakat bayar pajak. Usaha secara intensifikasi dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk bayar pajak dan juga menjelaskan manfaat dari pajak maupun secara ekstentifikasi atau dengan memperluas sektor yang dapat menjadi objek pajak itu sendiri.

Tingkat bayar pajak masyarakat dari tahun ke tahun juga dapat dilihat dari penerimaan negara sektor pajak. Dari tahun 2021 Rp 1.277,5 Triliun menjadi Rp 1.716,8 Triliun di tahun 2022. Lalu, dari laporan Kemenkeu tahun 2022, realisasi penerimaan perpajakan mencapai 114% dari target dan untuk tahun 2021 realisasi pajak mencapai 103,9%. Realisasi penerimaan yang melebihi target ini dapat menggambarkan tingkat bayar pajak masyarakat semakin bagus bahkan melebihi target yang ditetapkan pemerintah di awal perancangan anggaran penerimaan sektor pajak.

Baca Juga  Jokowi akan Pertemukan Putin-Zelensky di KTT G20 pada November Mendatang: Langkah yang Tepat?

Adanya kasus perpajakan beberapa waktu lalu, apakah dapat mempengaruhi minat bayar pajak masyarakat?

Kasus-kasus perpajakan tentu mempengaruhi minat bayar pajak masyarakat, tetapi masyarakat tentu sadar akan kewajiban bayar pajak sebagai warga negara. Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya bayar pajak untuk mendorong pembangunan yang nantinya bermanfaat untuk masyarakat sendirilah yang dapat membuat dampak adanya kasus oknum-oknum pajak itu tidak berdampak besar pada tingkat bayar pajak masyarakat. Selain itu, dengan peraturan perpajakan yang ada dan realisasi kebijakannya ini, potensi pajak yang besar dalam pembangunan ini akan terus membaik walaupun belum maksimal saat ini.

Dari tingkat pelaporan Surat Pemeritahuan Tahunan Pajak Penghasilan hingga 19 Mei 2023 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN pada 22 Mei, melaporkan ada kenaikan jumlah pelaporan 2,89% dibandingkan tahun 2022. Hal ini dapat menggambarkan walaupun ada kasus-kasus yang menjerat aparatur pajak, namun masih ada kepercayaan masyarakat untuk patuh bayar pajak.

*)Narasumber merupakan Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak