• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Wajah Baru, Teror Lama Insidious

oleh Redaksi
1 September 2026, 00:49 WIB
(Poster Film Insidious: Out of the Further)/Instagram officialwatchmenid)

(Poster Film Insidious: Out of the Further)/Instagram officialwatchmenid)

ShareShareShareShare

Oleh: Kesih Rianti*

Insidious: Out of the Further garapan Jacob Chase memperkenalkan wajah baru dengan beberapa penyesuaian cerita. Memberikan kesan yang lebih segar, meski mungkin tak bisa menyenangkan semua penggemar. Gemma (Amelia Eve) adalah seorang dental hygienist sekaligus ibu muda yang tinggal di rumah masa kecilnya bersama putrinya, Maya (Island Austin). Ia menyimpan mainan Maya bersama barang-barang mendiang ibunya yang ingin dilupakannya.

Setelah lima film dan lebih dari 750 juta dolar pendapatan box office, franchise Insidious akhirnya berani mengambil langkah besar, yakni meninggalkan keluarga Lambert yang selama ini jadi jantung cerita. Kini kisahnya beralih ke Gemma dan keluarganya. Perubahan dari cerita keluarga Lambert ini memberikan point of view baru tentang The Further dan orang-orang yang bisa memasukinya.

Hilang sudah potret kelam Keluarga Lambert. Elise (Lin Shaye), yang tetap bersemayam di The Further selepas kematiannya, jadi penghubung tunggal dengan film-film lalu. Elise kini bertugas memandu si protagonis baru, Gemma (Amelia Eve), yang tanpa ia sadari, kerap menyebrangi The Further kala terlelap.

Letak kesegaran dari naskah buatan sang sutradara, Jacob Chase, mulai terasa kala tiga lansia menyeramkan gemar mondar-mandir di depan kediaman si tokoh utama. Segera penonton berasumsi bahwa pemandangan itu sekadar penampakan hantu biasa yang hanya bisa disaksikan Gemma. Tapi ternyata Maya (Island Austin), putrinya, turut melihat pemandangan serupa. Begitu pun tetangga mereka.

Baca Juga  Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

Tentu guliran kisahnya belum secara total mendobrak pakem. Sekitar 100 menit durasi masih didominasi kompilasi teror, dengan membangun ketegangan yang bergulir jauh lebih lama daripada eksplorasi psikis tokoh-tokohnya. Out of the Further tetap produk arus utama, bukan spesies elevated horror yang bersedia mengedepankan kekuatan narasi.

“Aneh” adalah amunisi yang filmnya siapkan. Pasca sebuah titik balik tak terduga yang mempersingkat rumusan klise yang menyebalkan soal “protagonis vs. skeptis”, Out of the Further beralih arah dari kisah rumah hantu menuju creature feature. Beberapa penonton akan menertawakan keanehannya (Siapa yang menolak tertawa menyaksikan hantu menodongkan senapan?), tapi seluruhnya bersifat intensional. Jacob Chase memilih tampil konyol dibanding membiarkan penonton terlelap di kursi bioskop.

Dari sisi visual, tata cahaya dan desain produksi The Further masih terasa familiar, tapi cukup untuk membangun suasana mencekam tanpa harus mengandalkan Computer Generated Imagery (CGI) berlebihan. Ada kalanya kesunyian dibiarkan mengiringi, sementara hembusan napas penonton yang tercekat seperti menjadi efek suara pengganti. Untungnya, daya kreasi film ini tidak hanya tentang mengangeti film saja. Lin Shaye sebagai Elise, meski porsinya nggak sebanyak film-film sebelumnya, tetap berhasil jadi jangkar emosional yang menghubungkan penonton lama dengan cerita baru ini. Meski begitu, tetap saja dengan wajah baru pun, film ini berusaha tetap menggaet penonton lama untuk dapat menikmati alam The Further yang sering kali dibahas pada film-film Insidious sebelumnya.

Baca Juga  Teror Arwah yang Membawa Berkah

Pada akhirnya, Insidious: Out of the Further nggak berusaha jadi elevated horror yang berat secara narasi, tapi juga nggak sekadar jualan jump scare tanpa arah. Film ini menemukan celahnya sendiri dengan berani tampil sedikit konyol dan tidak takut ditertawakan, selama itu bisa bikin penonton tetap terjaga di kursi bioskop. Buat penggemar lama yang penasaran gimana nasib The Further tanpa Keluarga Lambert, film ini layak ditonton. Tapi buat yang berharap terobosan besar dari segi cerita, mungkin harus menurunkan ekspektasi dulu.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas

Tag: #Insidious#Insidious: Out of the Further#Resensi FilmFilm Horor
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Poster film Spider-Man: Brand New Day/Wikipedia)

Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

22 Agustus 2026, 08:32 WIB
Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak