• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

oleh Redaksi
31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film The Odyssey/Wikipedia

Poster film The Odyssey/Wikipedia

ShareShareShareShare

Oleh: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Kisah mitologi Yunani bukanlah hal baru di dunia perfilman. Berbagai film telah mengangkat cerita tentang para dewa, peperangan, hingga perjalanan para pahlawan. Namun, The Odyssey karya Christopher Nolan menawarkan pendekatan yang berbeda. Diadaptasi dari epos klasik karya Homer, film ini tidak hanya menghadirkan petualangan yang penuh rintangan, tetapi juga mengangkat kisah tentang keluarga, kesetiaan, dan makna sebuah perjalanan pulang.

Film ini mengikuti perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha kembali ke kerajaannya setelah Perang Troya berakhir. Dalam perjalanannya, ia harus menghadapi berbagai tantangan yang menguji keberanian dan keteguhannya. Sementara itu, di Ithaca, Penelope bersama putranya, Telemachus, berjuang mempertahankan kerajaan dari para pelamar yang ingin merebut takhta. Di balik sosoknya sebagai pejuang, Odysseus juga digambarkan sebagai seorang suami dan ayah yang terus merindukan keluarganya.

Kekuatan utama The Odyssey terletak pada cara Christopher Nolan membangun cerita. Film ini tidak hanya mengandalkan adegan aksi, tetapi juga memberi ruang bagi penonton untuk memahami pergulatan batin setiap karakter. Hubungan Odysseus dengan Penelope dan Telemachus menjadi benang merah yang membuat kisah petualangan ini terasa lebih emosional sekaligus manusiawi.

Baca Juga  Mufasa : Awal dari sang legenda

Dari sisi visual, The Odyssey menyuguhkan pemandangan laut, pulau-pulau, hingga adegan peperangan dengan skala yang megah. Sinematografinya mampu memperkuat nuansa epik tanpa menghilangkan sisi emosional cerita. Tata musik juga berperan penting dalam membangun suasana, baik ketika ketegangan memuncak maupun saat film menghadirkan momen-momen yang lebih menyentuh.

Akting para pemain menjadi nilai tambah yang memperkuat keseluruhan cerita. Matt Damon berhasil memerankan Odysseus sebagai pemimpin yang tangguh sekaligus sosok yang dihantui kerinduan terhadap keluarganya. Anne Hathaway tampil meyakinkan sebagai Penelope yang tetap setia menanti kepulangan suaminya. Di sisi lain, karakter Agamemnon turut mencuri perhatian berkat pembawaannya yang tenang, dingin, dan karismatik.

Baca Juga  Onde Mande! Lika-Liku Warga untuk Memajukan Desa

Meski memiliki banyak keunggulan, The Odyssey tidak lepas dari sejumlah catatan. Nolan kembali menggunakan alur maju-mundur yang telah menjadi ciri khasnya. Pendekatan ini memang membuat berbagai misteri terungkap secara bertahap, tetapi bagi sebagian penonton dapat terasa membingungkan.

Di balik petualangan yang disajikan, The Odyssey menyampaikan pesan tentang arti keluarga, kesetiaan, dan harapan. Perjalanan pulang Odysseus bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan untuk kembali menemukan orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.

Secara keseluruhan, The Odyssey memadukan petualangan, drama, dan mitologi dalam sebuah kisah yang emosional sekaligus spektakuler. Sinematografi yang kuat, musik yang mendukung, serta penampilan para pemain menjadi daya tarik utamanya. Meskipun alur maju-mundur dan tempo cerita membutuhkan perhatian lebih, film ini tetap menjadi tontonan yang menarik, terutama bagi penikmat karya-karya Christopher Nolan maupun kisah mitologi Yunani.

Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 

Tag: filmResensi
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak