• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Demokrasi Terkekang, Kebebasan Pers Indonesia Terbelakang

oleh Redaksi
21 Mei 2023, 16:16 WIB
(Ilustrator/Defi Rosa Ramadhani)

(Ilustrator/Defi Rosa Ramadhani)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Defi Rosa Ramadhani)

Oleh: Resti Rasyid*

Indonesia adalah negara demokrasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi sudah menjadi amanah dari Undang-Undang Dasar 1945. Kebebasan berpendapat yang sejatinya merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi pada realitanya masih jauh dari kata merdeka. Kemerdekaan pers yang tadinya adalah wujud kedaulatan rakyat dan media pers bebas menyiarkan berita dan informasi yang sesuai dengan fakta lapangan. Namun, pada kenyataannya media pers tidak bisa bebas dalam penghimpunan informasi, penulisan berita, menyampaikan berita di lapangan, hingga menyiarkannya.

Pelanggaran kebebasan pers tersebut dapat terlihat dari kejadian penghalangan hingga pengusiran oleh oknum instansi pemerintah terhadap wartawan yang hendak meliput pelantikan Bapak Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar di Auditorium Gubernur Sumbar. Akibat dari pengusiran tersebut, baru-baru ini ratusan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Wartawan Anti Kekerasa (KWAK) menggelar aksi di halaman kantor Gubernur Sumbar pada Rabu (10/5/2023) lalu. Kasus serupa bukan terjadi sekali atau dua kali.

Dilansir dari situs Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada April 2021 digelar aksi unjuk rasa oleh AJI Medan yang mengecam tindakan pengusiran dan pelarangan dua orang jurnalis yang hendak meliput Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Lalu, pada Juli 2022 sejumlah wartawan diusir pejabat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah saat melakukan peliputan live streaming Hari Bhakti Adhyaksa ke-62. Selanjutnya, pada Maret 2023 terdapat aksi intimidasi wartawan di Labuan Bajo oleh oknum TNI karena menulis dan melaporkan berita yang berjudul “Presiden Jokowi Resmikan Jalan di Labuan Bajo yang Dibangun tanpa Ganti Rugi untuk Warga”.

Disamping itu, jurnalis juga menerima perlakuan seperti penganiayaan dan kekerasan ketika menyelidiki kasus-kasus yang sensitif seperti korupsi dan isu-isu lingkungan yang melibatkan pejabat lokal. AJI mencatat sedikitnya terdapat 61 kasus kekerasan yang menimpa 97 jurnalis dan 14 organisasi media sepanjang tahun 2022.  Melihat angka yang ada, miris memang dengan kondisi yang sekarang ini. Jurnalis yang hanya bertugas memberikan informasi dan fenomena yang nyata terjadi masih dibatasi ruang geraknya.

Baca Juga  Perlindungan Lingkungan, Pilar Hak Asasi Manusia

Pada tanggal 3 Mei 2023 lalu diperingati Hari Kebebasan Pers sedunia yang mengusung tema “Shaping a Future of Rights: Freedom of expression as a driver for all other human rights” yang berarti “Membentuk Masa Depan Hak: Kebebasan berekspresi sebagai pendorong untuk semua hak asasi manusia lainnya”. Dilansir dari Narasi News Room, organisasi nirlaba internasional untuk kebebasan pers yaitu Reporters Sans Frontieres (RSF) merilis indeks kebebasan pers dunia. Indonesia berada di peringkat ke-108 dari 180 negara yang disurvei. Posisi Indonesia naik 9 tingkat dari tahun sebelumnya yang berada pada peringkat ke-117 namun masih berada dalam kondisi “sulit”. Indonesia bahkan berada dua peringkat di bawah Thailand yang pemerintahannya dibayangi kekuasaan militer. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia masih jauh tertinggal dari Timor Leste yang berada di peringkat 10 dunia.

Baca Juga  Diabetes pada Anak Meningkat, Tantangan Besar Menuju Generasi Sehat

Indonesia telah memiliki payung hukum tersendiri terkait kebebasan pers. Pada pasal 4 ayat 1dan 2 dalam UU Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999, telah jelas tertera terkait kebebasan pers bahwa, “kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara dan pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran”. Walaupun demikian, kebebasan pers masih dalam angan-angan pekerja jurnalis Indonesia.

Seharusnya dengan adanya ini tidak ada yang dapat menghalangi kegiatan pers, meskipun itu pemerintah sekalipun. Sebab jurnalis punya hak bersuara sebagai warga negara Indonesia sekaligus hak bersuara sebagai bagian dari media pers. Mengingat banyaknya jurnalis yang menjadi korban kekerasan dan penganiayaan, pemerintah sudah seharusnya memberi jaminan keselamatan kepada jurnalis yang menjalankan tugasnya. Sehingga pemberitaan dapat dikatakan dengan sebenar-benarnya tanpa ancaman dari siapa pun. Namun demikian pers bukanlah organisasi tanpa batas, pers tetap akan berjalan lurus sesuai dengan etika jurnalisme.

Penulis merupakan mahasiswi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas

Tag: HAMJurnalis
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Hukuman Penjara Berakhir, Hukuman Sosial Dimulai

28 Juli 2026, 11:14 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Ketika Penegak Hukum Diduga Tersangka

20 Juli 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Skripsi Tidak Pernah Lebih Berharga dari Nyawamu Sendiri

15 Juli 2026, 21:18 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadillah)

Di Balik Antrean Virtual, Adakah Kesempatan yang Benar-benar Sama?

11 Juli 2026, 21:21 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak