• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 24 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

oleh Redaksi
4 November 2025, 11:10 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

ShareShareShareShare

Oleh: Nasywa Luthfiyyah Edfa*

Di tepi Pantai Padang, angin laut berhembus lembut membawa aroma asin dan suara ombak yang berkejaran di pasir putih. Di antara riuh wisatawan dan cahaya senja yang jatuh di permukaan air, berdirilah Masjid Al-Hakim yang megah, putih, dan damai. Dari kejauhan, kubahnya berkilau seperti mutiara yang terjaga. Namun, di balik kemegahan itu, ada tangan-tangan yang bekerja dalam senyap, memastikan setiap sajadah terhampar rapi, setiap lantai berkilau, dan setiap jamaah merasa tenang beribadah.

Mereka adalah para penjaga kebersihan dan ketertiban, wajah-wajah yang jarang disorot namun selalu hadir di balik setiap ketenangan. Salah satunya adalah Efriandi, pria yang telah lama mengabdikan diri di masjid ini. Setiap hari ia bekerja selama dua belas jam, dari pukul sembilan pagi hingga sembilan malam.

Rutinitas yang tampak sederhana, tapi dijalani dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.”Kalau sehari-hari di sini ya bersih-bersih, jaga keamanan, paling melayani jemaah yang datang,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (28/10/2025).

Bagi Efriandi, bekerja di tempat ramai bukan hal baru. Sebelumnya, ia sempat bekerja di rumah sakit, lingkungan yang juga menuntut kesabaran dan interaksi dengan banyak orang. Pengalaman itu membuatnya terbiasa menghadapi beragam karakter pengunjung Masjid Al-Hakim. Ketika ditanya apakah ia pernah merasa jenuh dengan pekerjaan yang dijalaninya, Efriandi menggeleng pelan. “Enggak, dibawa happy aja. Yang paling besar di sini kan ibadahnya. Tempat amal ibadah itu di sini,” jawabnya ringan.

Baca Juga  Ganti Nama Jadi SIMA Unand, Kuota Jalur Mandiri akan Ditambah

Baginya, bekerja di masjid bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga tabungan untuk akhirat. Setiap langkah, setiap usapan pel di lantai, dan setiap senyum yang ia berikan pada jemaah menjadi bagian dari ibadah. Ia menegaskan bahwa bekerja di rumah Allah adalah panggilan, bukan sekadar profesi.

Bagi Efriandi, masjid bukan hanya tempat sholat tapi juga ruang sosial, tempat manusia bertemu, berbagi, dan saling memahami. “Masjid ini tempat bersosialisasi juga. Ada yang datang bareng keluarga, ada juga yang cuma sekadar duduk-duduk lihat sunset, tapi semua bisa dapat ketenangan di sini,” ujarnya sambil tersenyum.

Namun di balik ketenangan itu, ada sisi lain yang kadang membuat hatinya terenyuh. Kurangnya rasa hormat sebagian pengunjung terhadap para petugas yang bekerja. “Kalau kami mengingatkan untuk salat, mohonlah dihargai dengan sopan. Kadang ada yang menolak dengan nada tinggi. Kalau memang ada petugas yang bersikap kurang baik, silakan lapor ke pengurus. Tapi kami di sini hanya ingin mengingatkan,” ungkap Efriandi.

Kalimat-kalimat Efriandi sederhana, tapi mengandung pesan mendalam. Menghargai orang lain, sekecil apa pun pekerjaannya, juga bagian dari ibadah. Selama bertahun-tahun bekerja di Masjid Al-Hakim, banyak kenangan yang berkesan baginya. Dari kedatangan ustadz-ustadz terkenal hingga momen sederhana ketika jemaah merasa senang dan nyaman beribadah.

Baca Juga  Gotong Royong UNAND Percepat Pemulihan Pascabencana

Semua itu menjadi bagian dari suka duka yang ia jalani dengan tulus.“Masjid ini kami jadikan sebagai motto Masjid yang Dirindukan. Orang datang ke sini semoga senang, nyaman, dan ingin balik lagi,” tutupnya dengan senyum.

Bagi pengunjung seperti Ansor, mahasiswa rantau yang sudah tiga kali datang ke Masjid Al-Hakim, kesan yang melekat bukan hanya pada megahnya bangunan masjid, tapi juga pada keramahan serta kebersihan yang selalu terjaga. “Masjidnya besar dan selalu ramai, apalagi dekat dengan pantai. Tapi yang paling saya perhatikan, petugasnya rajin banget membersihkan pekarangan. Itu yang bikin masjidnya selalu terawat,” ujar Ansor.

Masjid Al-Hakim berdiri megah di tepi pantai, tapi keindahan sejatinya tak hanya pada bangunannya. Ia hidup dari keikhlasan orang-orang seperti Efriandi, yang setiap hari menjaga agar masjid tetap bersih, aman, dan nyaman bagi semua. Di tengah kesibukan dunia, mereka mengajarkan arti ibadah yang sebenarnya yaitu bekerja dengan hati.

*Penulis Merupakan Mahasiwa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

Tag: Genta Andalasmasjid al-hakimpantai padang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Potret Gedung FKM Jati yang hingga saat ini masih terbangkai pada Kamis (16/7/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

19 Juli 2026, 20:32 WIB
Narasumber menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik bertajuk "Sumatera Barat Anti Penyiksaan: Hentikan Kekerasan Negara, Serta Hapus Impunitas dan Ideologi Militerisme" yang digelar di Kantor LBH Padang, Kamis (2/7/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

3 Juli 2026, 16:11 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Para aktor mementaskan drama The Lottery pada gelaran English Drama Performance 2026 di SMKN 7 Padang, Sabtu (27/6/2026) (Genta Andalas/Aulia Rindu)

Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

28 Juni 2026, 16:30 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak