• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Gentainment Karya Calon Anggota

Juadah, Hantaran Pernikahan Khas Padang Pariaman

oleh Redaksi
3 Juli 2023, 18:08 WIB
Juadah, makanan pernikahan khas Padang Pariaman

Juadah, makanan pernikahan khas Padang Pariaman

ShareShareShareShare
Juadah, makanan pernikahan khas Padang Pariaman, Jumat (30/6/2023) (Genta Andalas/Raudhatul Tassya Khairunnisa)

Oleh: Raudhatul Tassya Khairunnisa*

 

Pernah dengar makanan khas Padang Pariaman yang dinamakan Juadah? Makanan unik yang biasanya ada pada hantaran pernikahan di Padang Pariaman ini menjadi hal yang wajib saat calon pengantin perempuan atau anak daro datang ke tempat marapulai atau calon pengantin laki-laki. Juadah adalah hidangan khas Padang Pariaman yang menjadi hantaran saat hari pernikahan datang atau sebutan orang minangnya manjalang ka rumah mintuo saat hari pernikahan tiba.

Juadah ini tersusun diatas dulang atau talam besar dengan diberi kayu sebagai penahan susunan juadah. Orang salapan di Korong Kampung Kandang Koto Gadih Kabupaten Padang Pariaman, Martina menyebutkan isi dari juadah ini adalah bubik, pinyaram, juadah tukua, jala bio, kue sangko, kipang, nasi manih, dan kanji

“Biasanya itu tersusun sesuai warnanya yaitu hitam dan putih yang memiliki makna bahwa dunia itu ada hitam dan putihnya. Selain itu juga juadah ini terdiri dari tujuh macam kue yang memiliki makna 7 lapisan bumi,” ujar Martina saat dilakukan wawancara di rumahnya pada Jumat (30/6/2023).

Nantinya juadah ini akan di potong kecil-kecil saat akan dihidangkan. Cita rasa juadah ini beragam, mulai dari gurih, manis, dan legit ada di dalam makanan juadah yang terdiri dari tujuh macam ini.

Baca Juga  Jangan Takut Beda, Ini Negerinya Anak Muda

Proses pembuatan juadah ini dimulai dari pembuatan pinyaram yang berbentuk seperti kue cucur dengan bahannya yaitu tepung beras yang dicampur dengan cairan gula merah, lalu di goreng dalam kuali yang langsung menjadi cetakan.

Selanjutnya jala bio dan bubik terbuat dari tepung beras ketan dan santan lalu dicetak dengan seng berbentuk jeruji dan di goreng. Rasanya yang gurih dan seperti kerupuk ini memiliki bentuk yang unik. Sedangkan bubik mirip dengan adonan jala bio yang diberi inti dan sekeping gula merah dan kelapa lalu di goreng.

Kanji yang mirip dengan gelamai ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan larutan gula merah yang dicampur santan. Adonan ini dimasak lama dalam kuali besar hingga kental dan berminyak, lalu diletakkan di papan cetak.

Lalu yang terakhir adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yaitu nasi manih, kipang, dan kue sangko. Nasi manih ini berwarna cokelat yang mirip dengan wajik. Nasi manih ini terbuat dari beras ketan yang dikukus, diberi gula merah, lalu dicampurkan dengan santan dan garam secukupnya. Prosesnya yaitu santan dan gula merah dimasak di kuali hingga berminyak, lalu dimasukkan beras ketan yang sudah dikukus lalu diaduk di dalam kuali hingga kering. Kemudian dipadatkan di cetakan kayu, setelahnya di potong-potong.

Baca Juga  Kebebasan Beropini di Media Sosial Twitter

Juadah sebagai hantaran saat pernikahan berlangsung memiliki makna bahwa jika kita pergi ke rumah orang, haruslah ada sesuatu yang kita bawa. Maka dari itulah Juadah dijadikan sebagai hantaran di Kabupaten Padang Pariaman. Juadah sendiri memiliki makna tersendiri di setiap tempat di Padang Pariaman. Misalnya saja di Sungai Sariak, Juadah biasanya hanya berupa gambuik-gambuik (rambut-rambut) saja. Namun di beberapa tempat lainnya, Juadah terdiri dari tujuh macam kue.

Harga Juadah sendiri tergantung bagaimana pihak keluarga memesan atau membuat, karena biasnaya Juadah dapat dibuat oleh orang salapan yang ada di kampung tersebut. Keluarga mempelai wanita juga dapat memesannya dari orang y juta ang pandai buat juadah. Biaya  pemesanan Juadah ini tergantung besar atau kecilnya dan kisaran harga dari Juadah ada sekitar Rp150.000, Rp200.000, Rp300.000, bahkan bisa mencapai angka satu jutaan.

Tag: makananpadang pariaman
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Menagih Paru-Paru Anak di Tengah Dapur yang Harus Tetap Ngebul

15 September 2026, 21:28 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

15 September 2026, 21:02 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak