• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Jumbo: Perjalanan Keberanian di Tengah Luka”

oleh Redaksi
12 April 2025, 20:34 WIB
Foster Film Jumbo/ anamifilm.com

Foster Film Jumbo/ anamifilm.com

ShareShareShareShare

 

Foster Film Jumbo/ anamifilm.com

Oleh: Alya Antasya 

Jumbo adalah sebuah film animasi karya sutradara Ryan Adriandhy yang melibatkan banyak animator berbakat Indonesia. Film ini mengangkat isu yang sangat relevan tentang perundungan, kepercayaan diri, persahabatan, dan kekuatan imajinasi anak-anak. Sebuah kisah yang tidak hanya menyentuh, tapi juga membawa kita kembali ke masa kecil, ke tempat di mana keberanian untuk menjadi diri sendiri seringkali diuji.

Cerita ini berpusat pada Don, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang memiliki tubuh gemuk dan kerap menjadi sasaran ejekan. Julukan “Jumbo” yang diberikan teman-temannya, alih-alih menjadi sapaan akrab, justru menjadi luka yang perlahan meruntuhkan rasa percaya dirinya.

Hingga suatu hari, Don menemukan sebuah buku dongeng peninggalan orang tuanya yang telah lama tiada. Buku ini menjadi satu-satunya peninggalan berharga dan penghibur di tengah kesepiannya. Ia sering membacakan isi buku itu di depan teman-temannya, namun sayang, mereka mulai bosan dan mengejeknya. Don pun memendam sebuah ambisi: mementaskan pertunjukan sandiwara di acara unjuk bakat desa, terinspirasi dari buku kesayangannya berjudul Pulau Gelembung.

Baca Juga  Obsession: Ketika Kamu "Dipelet" Cowok Insecure

Konflik muncul ketika Atta, seorang perundung yang penuh amarah, mencuri buku tersebut. Don terpuruk. Di tengah keputusasaan itu, muncullah Meri, seorang peri kecil dari dunia gaib yang mengajak Don berpetualang untuk mencari orang tuanya. Dari situlah perjalanan Don dan Meri dimulai — petualangan yang penuh tantangan, pelajaran tentang arti keberanian, persahabatan, dan menemukan kembali kepercayaan diri.

Film ini memiliki banyak keunggulan. Visual animasinya memukau, dengan warna-warna pastel yang lembut dan latar belakang yang digarap penuh detail, baik dunia nyata maupun dunia fantasi. Karakter-karakternya hidup dan ekspresif, tidak kalah dari film-film animasi produksi studio-studio besar dunia.

Pengisian suara pun sangat kuat dan emosional. Karakter Don yang pemalu, Meri yang ceria, serta kehangatan suara orang tua Don yang diisi oleh Bunga Citra Lestari dan Ariel Noah, memberikan nuansa nostalgia yang dalam. Ditambah lagi dengan musik latar yang menyentuh, terutama lagu yang dibawakan Don di atas panggung, yang mampu mengguncang emosi penonton.

Baca Juga  Petualangan Suzume Mencegah Bencana dengan Mengunci Pintu

Meski begitu, film ini juga memiliki kekurangan. Alur cerita yang berjalan lambat di awal membuat beberapa penonton kehilangan fokus. Karakter Atta sebagai perundung juga kurang mendapatkan pengembangan yang memadai. Padahal, menggali lebih dalam latar belakang Atta bisa membuat pesan film ini lebih kompleks dan berlapis.

Secara keseluruhan, Jumbo adalah film yang layak diapresiasi. Ini bukan sekadar tontonan, tapi sebuah perayaan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Bagi penonton dewasa, film ini menghadirkan nostalgia, sekaligus pengingat pentingnya empati. Film ini membuktikan bahwa animasi Indonesia mampu bersaing di panggung dunia, dengan kualitas visual memukau, cerita yang menyentuh, dan pesan moral yang kuat.

Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak