• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

2nd Miracle in Cell No 7: Cinta, Harapan dan Keajaiban di Balik Jeruji

oleh Redaksi
6 Januari 2025, 12:01 WIB
(Poster Film 2nd Miracle In cell No 7/ Liputan6)

(Poster Film 2nd Miracle In cell No 7/ Liputan6)

ShareShareShareShare
(Poster Film 2nd Miracle In cell No 7/ Liputan6)

Oleh: Latifah Maratus Sholiha

Film 2nd Miracle in Cell No.7 merupakan film drama keluarga yang mengajak penonton untuk menyelami kisah menyentuh hati dan menguras air mata. Sejak awal, film ini menghadirkan momen haru saat Kartika kecil merayakan ulang tahunnya yang ke-10 di balik jeruji besi bersama para penghuni sel nomor 7 yang telah memberi warna dalam hidupnya. Tawa dan tangis beriringan, mengingatkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang satu emosi.

Keajaiban dalam cerita ini tidak hanya datang dari momen-momen bahagia yang diciptakan oleh para penghuni sel seperti Japra, Zaki, Yunus, Atmo, dan Asrul. Mereka tidak hanya menjadi penghibur, tapi juga pahlawan bagi Kartika yang harus menghadapi kenyataan pahit yang tersembunyi, yaitu kehilangan ayahnya, Dodo, yang dijatuhi hukuman mati. Sentuhan humor yang cerdas dan realistis dalam film ini menjadi pengingat bahwa tertawa adalah cara terbaik untuk bertahan hidup di tengah penderitaan, memberi harapan saat semuanya tampak runtuh.

Konflik mulai memanas ketika sipir baru, Hengky, mempersoalkan keberadaan Kartika di sel nomor 7, sehingga memicu ketegangan antara narapidana dan pihak penjara. Di luar penjara, kehidupan Kartika bersama Hendro dan Linda, selaku Kepala Lapas yang ingin mengadopsinya, juga tak luput dari rintangan. Ketika permohonan adopsi mereka ditolak, kisah ini memiliki dinamika emosi yang lebih menggugah.

Baca Juga  Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional Hingga 5,5%

Salah satu adegan yang paling mengharukan adalah saat Hendro membawa Kartika ke rumah lamanya yang telah digusur. Rel kereta api yang menggantikan tempat tersebut melambangkan perjalanan hidupnya yang terus berlanjut, meski penuh dengan luka. Pada momen ini, Kartika menemukan buku harian almarhumah ibunya, Juwita, yang membuka kisah perjuangan Dodo sebagai ayah tunggal. Melalui halaman-halaman ini, kita diajak untuk memahami cinta tanpa syarat dari seorang ayah yang dengan segala keterbatasannya berusaha memberikan dunia untuk putrinya.

Penampilan para pemerannya adalah salah satu kekuatan terbesar film ini. Vino G. Bastian tampil memukau sebagai Dodo, memadukan kelembutan dengan perjuangan seorang ayah yang sering disalahpahami. Sementara itu, Graciella Abigail sebagai Kartika muda mencuri perhatian dengan aktingnya yang natural dan emosional, membuatnya menjadi salah satu aktor muda berbakat. Denny Sumargo, Marsha Timothy, dan aktor-aktor lainnya menambah kedalaman cerita dengan karakter-karakter yang terasa hidup dan relevan. Namun, disisi lain dalam membuat penontonnya terharu, film ini masih mengandalkan scoring dan soundtrack dalam adegan-adegan sedihnya. Kali ini lagu pengiring utamanya adalah Mencintaimu yang dibawakan oleh Mahalini. Ada kalanya penempatan lagunya dimulai dalam timing yang kurang pas

Baca Juga  Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

Film 2nd Miracle in Cell No.7 ini merupakan sebuah karya yang berdiri tegak dengan pesan mendalam tentang cinta, keadilan, dan harapan. Film ini menunjukkan bahwa keluarga tidak selalu tentang darah, tetapi tentang mereka yang ada untuk melindungi dan mencintai satu sama lain, bahkan di tengah kondisi yang paling sulit sekalipun.

Editor: Nurul Ilmi Ramadhani

Penulis merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

Tag: filmkisah sedihMiracle
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak