• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Menuai Eksistensi Sebagai Seorang Barista

oleh Redaksi
23 Mei 2021, 17:29 WIB
(Genta Andalas/dok. Pribadi)

(Genta Andalas/dok. Pribadi)

ShareShareShareShare

Oleh : Nurul ‘Ain*)

(Genta Andalas/dok. Pribadi)

Menjadi seorang barista merupakan tren kekinian untuk meraih eksistensi diri yang positif dan inspiratif di kalangan mahasiswa. Sehingga kebanyakan dari mereka yang bekerja sebagai seorang barista di coffe shop (kedai kopi) merupakan mahasiswa aktif yang bekerja dengan sistem paruh waktu. Eksistensi diri yang didapatkan berupa citra diri yang dikenal serta diakui keberadaannya oleh teman maupun relasi baru dari tempatnya bekerja atau kedai kopi lainnya.

Tren serta eksistensi ini bermula sejak sistem perkuliahan dilakukan secara daring, sehingga mahasiswa mengincar kedai kopi untuk mencari kegiatan lain dikarenakan sistem perkuliahan yang monoton atau untuk mendapatkan penghasilan yang berakhir pada eksistensi diri. Seperti yang dilakukan Aditia Agam Wijaya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand angkatan 2018 ini memilih bekerja paruh waktu sebagai barista di Dua Pintu Coffe karena merasa jenuh dengan kegiatan perkuliahan daring.

Baca Juga  Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

“Karena merasa jenuh dengan perkuliahan daring makanya ingin mencari kegiatan baru, saya tertarik menjadi seorang barista,” ungkapnya melalui WhatsApp, Sabtu (22/5/2021).

Sementara itu, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) angkatan 2018 Melati Tri Wangi yang bekerja di Parewa Coffe mengungkapkan motivasi terkuatnya untuk bekerja di sebuah kedai kopi untuk menambah pengalaman serta memperluas relasi pertemanan.

“Selain dapat gaji, keuntungan yang paling terasa adalah seperti teman dan relasi baru, serta pengalaman kerja sehingga dapat merasakan perbedaan antara dunia perkuliahan dengan dunia kerja,” tutur Melati.

Baca Juga  Pelaksanaan BBMK Tahun 2023 Ditiadakan

Melati juga memaparkan bahwa ia memperoleh eksistensi diri saat telah menjadi seorang barista. Melalui eksistensi dia dapat mem-branding diri dan memperoleh citra dirinya sendiri.

*Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi 2018 Fakultas ISIP Universitas Andalas

Tag: Mahasiswatren
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Bangunan Surau Paseban di Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Minggu (26/7/2026)(Genta Andalas/Alizah Fitri Sudira)

Jejak Pengetahuan di Balik Pintu Surau Paseban

28 Agustus 2026, 02:05 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak