• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

oleh Redaksi
31 Maret 2026, 21:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

ShareShareShareShare

Oleh: Nabila Ramadhani*

Matahari baru saja meninggi di ufuk timur Pantai Gandoriah ketika deru mesin perahu kayu mulai membelah ombak, melaju perlahan menuju cakrawala. Bagi banyak pelancong, perjalanan ke Kota Pariaman terasa belum lengkap jika belum menjejakkan kaki di “primadona” yang satu ini, yakni Pulau Angso Duo. Hanya dengan waktu sekitar 15 hingga 20 menit menyeberang dari daratan, sebuah dunia yang tenang dengan gradasi air biru toska seolah siap menyambut siapa pun yang datang ke pulau seluas 5,13 hektar ini.

Begitu mendarat di dermaga kayunya yang ikonik, kaki Anda akan langsung disambut oleh hamparan pasir putih dengan tekstur sehalus tepung. Anggi, salah seorang pengunjung, mengungkapkan rasa kagumnya saat pertama kali melihat perpaduan warna alam di sana yang begitu kontras. “Kesan pertama saat melihat Pulau Angso Duo adalah rasa kagum melihat keindahan alamnya, air lautnya jernih dengan gradasi biru muda sampai tua, ditambah pasir putih yang bersih,” ujarnya. Di sisi lain, Anggi juga mengaku terkesan setelah menemukan keunikan lain di pesisir pulau ini, yakni adanya rona pasir berwarna merah jambu atau pink yang tampak begitu indah dan jarang ditemui.

Bagi para pemburu konten visual, Pulau Angso Duo menawarkan berbagai sudut instagramable yang sangat menarik untuk diabadikan dan dibagikan ke media sosial. Aulia menyebutkan bahwa kondisi alam di pulau ini masih terjaga dengan sangat baik, terutama di area tepian pantai. “Saat berenang di tepian kita bisa melihat karang-karang yang berisi banyak hewan laut seperti teripang, dan ini menandakan ekosistemnya masih asri,” tambah Aulia saat menceritakan pengalamannya mengeksplorasi bawah laut. Simfoni suara dedaunan kelapa yang bergesekan ditiup angin laut kian menambah suasana tenang bagi siapa saja yang ingin melepas penat.

Baca Juga  Tomi Aprila Winata, Sudah Jadi Penyuluh Sebelum Sarjana

Kenyamanan menjadi faktor utama yang membuat wisatawan betah menghabiskan waktu berjam-jam meskipun matahari mulai menyengat di tengah hari. Anggi merasa suasana di pulai ini tetap alami dan sejuk berkat banyaknya tempat berteduh dan fasilitas untuk bersantai di sepanjang garis pantai. “Hembusan angin sejuk masih bisa dirasakan dan pemandangannya bikin pikiran tenang; apalagi banyak ayunan yang bisa dipakai untuk bersantai,” jelas Anggi. Bagi mereka yang memburu adrenalin, jeritan keseruan juga kerap terdengar dari atas Banana Boat maupun Ayunan Langit yang menjulang tinggi, menghadap langsung ke samudera luas.

Namun, di balik keriuhan wisata baharinya, Angso Duo menyimpan sisi magis melalui keberadaan situs sejarah Makam Panjang yang sangat dihormati. Makam dengan panjang mencapai 4 hingga 6 meter ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Syekh Katik Sangko, ulama besar sekaligus kerabat dari Syekh Burhanuddin Ulakan. Keberadaan makam ini mengubah wajah Angso Duo tidak hanya sebagai tempat bersenang-senang, tetapi juga sebagai destinasi ziarah yang penuh dengan nilai spiritual dan kekhusyukan.

Baca Juga  Menikmati Waktu Memanjakan Mata dengan Pemandangan di Taman Wisata Panorama Baru  

Sebagai destinasi populer, tantangan dalam menjaga fasilitas umum seperti toilet dan tempat ibadah tetap menjadi catatan penting dari para pengunjung. Aulia menyoroti bahwa meski beberapa titik sudah bersih, masih ditemukan sampah plastik serta kondisi mushola yang perlu perhatian ekstra agar tetap nyaman digunakan. “Mengenai kebersihan toilet cuma beberapa saja yang masuk kategori bersih, dan untuk mushola saya mendapati sajadah yang kurang terawat,” ungkapnya secara jujur. Masukan ini menjadi poin penting bagi pengelola agar kualitas pelayanan fisik sebanding dengan keindahan alam yang ditawarkan.

Meskipun terdapat catatan pada fasilitas, kehadiran petugas keamanan seperti BPD, PMI, hingga Satpol PP di lapangan memberikan rasa aman tersendiri, terutama saat musim libur lebaran. Anggi menilai kehadiran petugas tersebut sangat membantu pengunjung merasa lebih nyaman selama beraktivitas di dalam pulau yang lokasinya berjarak 65 km dari Kota Padang ini. Dengan harga tiket kapal yang terjangkau, yakni sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000, Pulau Angso Duo tetap menjadi bukti nyata bahwa kemewahan alam dan ketenangan batin dapat dinikmati tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

Tag: #unand #genta AndalasalamFeaturePantaipariamanPulau Angso Duo
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025, 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025, 22:26 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak