• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

oleh Redaksi
31 Maret 2026, 11:54 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

ShareShareShareShare

Oleh: Nabila Ramadhani*

Tersembunyi rapat di balik rimbunnya perbukitan bagian timur Kota Padang, tepatnya di kawasan Koto Baru, Kelurahan Limau Manih Selatan, Kecamatan Pauh, terdapat sebuah permata alam yang masih terjaga keasliannya. Air terjun Sikayan Balumuik bukan sekadar destinasi wisata air biasa, Air terjun setinggi kurang lebih 90 meter menjadi daya tarik utama yang menghadirkan panorama eksotis. Lokasinya yang jauh dari hiruk-pikuk pemukiman dan kebisingan knalpot kendaraan memastikan ekosistem di sekitarnya tetap natural, hijau, dan udara terasa sangat murni di paru-paru. Keindahan lanskap yang sangat memikat ini menjadi upah setimpal bagi para petualang yang haus akan pemandangan alam murni di tengah hiruk pikuk kota.

Perjalanan menuju titik air terjun bukanlah sebuah rekreasi santai yang bisa ditempuh dengan sendal jepit, melainkan sebuah petualangan fisik yang memacu adrenalin. Pengunjung harus melakukan trekking selama kurang lebih satu jam menyusuri jalan setapak yang menantang, melewati anak sungai, hingga memanjat jalur-jalur curam dengan topografi kawasan yang berbukit terjal, menuntut konsentrasi penuh dan stamina yang stabil di setiap langkahnya. Namun, di sela-sela peluh yang menetes, lelah perjalanan akan teralihkan oleh suguhan pemandangan Kota Padang dari ketinggian yang terlihat begitu memukau di balik rimbunnya pepohonan hutan tropis.

“Jalur setapaknya yang lumayan menantang menjadi daya tarik tersendiri bagi pegiat alam yang suka mendaki,” ungkap perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sarasah Ampek Sarumpun saat menjelaskan keunikan jalur tersebut.

Baca Juga  Kue Singgang : Kuliner Minangkabau yang Menggoyah Lidah

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan objek wisata ini, mengingat medannya yang cukup ekstrem. Pihak Pokdarwis telah mewajibkan setiap pengunjung untuk menggunakan jasa pemandu (guide) berpengalaman yang memahami seluk-beluk hutan dan tebing menuju lokasi. Dengan tarif Rp30 ribu, satu rombongan biasanya didampingi oleh dua orang pemandu untuk memastikan rombongan tetap dalam jalur yang benar. “Tempatnya begitu indah dan bikin wisatawan begitu senang,” ujar Farel Aulia Putra, salah seorang pemandu yang rutin mengantar para pelancong menembus rimbunnya hutan Pauh.

Sistem pengelolaan Sikayan Balumuik kini telah bertransformasi menjadi lebih terorganisir sejak di bawah naungan resmi Pokdarwis Sarasah Ampek Sarumpun. Pengesahan ini dilakukan pada tahun 2024 melalui Surat Keputusan dari Kelurahan Limau Manis Selatan, yang dikukuhkan langsung oleh Lurah setempat di Masjid Nurul Islam. Momentum legalitas ini menjadi titik balik bagi warga lokal untuk lebih peduli terhadap potensi wisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara kolektif. Sejak saat itu, berbagai perbaikan akses jalan dan penataan manajemen kunjungan mulai dilakukan secara intensif demi menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Transformasi ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah setempat mampu menghidupkan potensi wisata yang berkelanjutan tanpa merusak ekosistem aslinya.

Dalam hal operasional, pengelola menerapkan sistem pemesanan yang cukup ketat melalui platform digital untuk menjaga kualitas pelayanan dan keteraturan jadwal. Pengunjung tidak bisa datang secara tiba-tiba, mereka diwajibkan melakukan booking jasa pemandu minimal satu atau dua hari sebelum keberangkatan, biasanya dilakukan melalui pesan singkat di media sosial resmi mereka. Kebijakan ini diambil agar pihak Pokdarwis dapat menyiapkan personel pemandu dengan maksimal dan memastikan jumlah kunjungan tetap terkendali guna menghindari kerumunan liar yang berpotensi merusak alam. “Untuk operasional sehari-hari itu, tergantung pengunjung yang sudah memberikan informasi melalui DM di Instagram kami minimal H-2 berkunjung. Jika tidak ada yang berkunjung maka operasional tidak dijalankan,” jelas pihak pengelola mengenai prosedur profesional yang mereka terapkan.

Baca Juga  Manfaat Manuskrip Sebagai Sumber Informasi Budaya Masa Lalu

Kesibukan di jalur Sikayan Balumuik bisa meningkat drastis terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional. Dalam satu hari yang padat, seorang pemandu bahkan bisa memimpin perjalanan hingga berkali-kali guna memenuhi antusiasme para pecinta alam. Farel menyebutkan bahwa frekuensi kerja mereka cukup dinamis mengikuti arus kedatangan orang-orang. “Dalam sehari bisa sampai empat kali trip atau tiga kali trip,” tambahnya, menggambarkan semangat para pemandu dalam mengenalkan keindahan alam daerah mereka.

Perpaduan antara tantangan fisik, panorama yang memikat, serta manajemen lokal yang terorganisir menjadikan Sikayan Balumuik sebagai destinasi yang layak dikunjungi bagi mereka yang ingin merasakan sisi liar dan murni dari Kota Padang.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

Tag: alamFeatureGenta AndalasPadang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025, 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025, 22:26 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak