• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Pesona Unik Batu Runciang, Objek Wisata Memukau di Sawahlunto

oleh Redaksi
29 Juni 2023, 21:51 WIB
Seorang pengunjung saat sedang menikmati keunikan puncak Batu Runciang, Sabtu (24/6/2023). (Genta Andalas/Resti Rasyid)

Seorang pengunjung saat sedang menikmati keunikan puncak Batu Runciang, Sabtu (24/6/2023). (Genta Andalas/Resti Rasyid)

ShareShareShareShare
Seorang pengunjung saat sedang menikmati keunikan puncak Batu Runciang, Sabtu (24/6/2023). (Genta Andalas/Resti Rasyid)

Oleh: Resti Rasyid*

Sawahlunto, sebuah kota kecil di Sumatera Barat yang  terletak di lembah  sepanjang Pegunungan Bukit Barisan. Kota ini dikenal dengan julukan “kota arang” karena memiliki banyak peninggalan situs tambang batu bara tertua di kawasan ASEAN. Namun, selain terkenal dengan tambang batu baranya, Kota Sawahlunto juga menyimpan keindahan alam tersembunyi yang terbentuk secara alami oleh fenomena alam. Pada sebuah puncak bukit  Sawahlunto terdapat kumpulan bebatuan karst (kapur) yang tersusun indah menyerupai menara dan berbentuk runcing di bagian ujungnya. Oleh masyarakat setempat objek wisata ini diberi nama Batu Runciang.

Objek wisata Batu Runciang yang berada di Jalan Microwave, Silungkang Oso, Kec. Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat ini berada tidak jauh dari pusat kota. Jika melewati rute biasanya menuju Sawahlunto, kita akan melewati Puskesmas Singgalang. Jalan masuk menuju Batu Runciang tepat berada di sebelah puskesmas tersebut. Dari jalan tersebut kita perlu menempuh perjalanan selama lebih kurang 20 menit untuk menuju Batu Runciang. Jika kita melalui jalan dari arah Museum Kereta Api Sawahlunto, jaraknya sekitar 14 kilometer  dari museum dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk tiba di lokasi. Oleh sebab akses jalan yang cukup curam dan terjal, sebaiknya kita menggunakan kendaraan roda dua saja sebab jalanannya terbilang sempit sehingga kurang ideal untuk dilintasi mobil. Selain itu, 500 meter sebelum menuju lokasi, jalannya dipenuhi oleh banyak batu kerikil. Pengunjung harus ekstra hati-hati jika tetap ingin menggunakan mobil untuk menuju Batu Runciang.

Baca Juga  Calon MWA UM Nomor 2 Keberatan Musma Ulang, Ketua Panitia: Sudah Berdasar Arahan SAU dan Fakta

Pada saat ini, pemerintah setempat tidak memungut biaya masuk ke Batu Runciang karena baru dibuka kembali setelah pandemi. Biaya yang harus dikeluarkan oleh pengunjung ketika mengunjungi objek wisata ini hanya biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp3.000 untuk mobil.Supir bus yang saya tumpangi yang merupakan warga setempat, Doni mengungkapkan bahwa saat ini objek wisata Batu Runciang masih dalam tahap pengembangan. 

“Objek wisata ini sebenarnya masih terbilang baru, tetapi karena pandemi melanda, aktivitas pun menjadi terhambat. Setelah ini pemerintah setempat akan mempromosikan kembali wisata ini,” ucap Doni saat diwawancarai, Sabtu (24/6/2023).  

Memasuki kawasan Batu Runciang kita akan menemukan banyak sekali batu karst (kapur) dengan berbagai ukuran mulai dari yang kecil, yang sedang, hingga yang berukuran raksasa  yang  tingginya mencapai 30 meter. Batu raksasa ini merupakan jenis batuan andesit yang terbentuk secara alami sejak jutaan tahun silam. Pada saat mengedarkan pandangan ke sekeliling, saya mendapati lokasi wisata ini cukup bersih, hanya saja dedaunan dan rumput yang mulai memanjang mungkin belum ditangani dengan baik karena baru pulih dari kondisi pandemi. 

Meskipun demikian, rumput yang memanjang ini ternyata juga memberikan keindahan tersendiri seakan berada di tengah hutan rumput ilalang dan sering juga dipilih sebagai lokasi pemotretan foto pre-wedding bagi para pengunjung karena kesan yang diberikan dan pemandangan yang disuguhkan.

Baca Juga  Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Laksanakan Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa 2021

Pada saat berhasil berada di atas batu, mata kita akan dimanjakan dengan  pemandangan menawan yang disajikan di atas puncak Batu Runciang. Kita bisa melihat Jalan Lintas Sumatera yang dipadati oleh kendaraan yang lalu lalang dan menikmati keindahan Kota Sawahlunto yang dibingkai oleh hamparan bukit-bukit hijau.  Salah seorang pengunjung yang berasal dari Padang, Ranny mengaku sangat menikmati pesona unik Batu Runciang. 

“Lelahnya mendaki sampai atas terbayar lunas dengan indahnya pemandangan keren yang disuguhkan,” jelas Ranny.

Kita dapat mengabadikan momen indah di ketinggian bersama keluarga dan orang tersayang. Objek wisata Batu Runciang ini sangat cocok bagi teman-teman yang selfie addict dan suka berburu foto instagramable. Selain sebagai objek wisata, kawasan Batu Runciang pun kerap dijadikan tempat latihan bagi wisatawan yang hobi panjat  tebing. Hal ini karena medan yang tersaji cukup terjal dan kebanyakan batu yang ada memang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki keahlian khusus. Jika berhasil menaklukan tingginya batu tersebut, tentunya akan ada rasa puas tersendiri, terlebih lagi jika semakin tinggi bebatuan yang dipanjat, semakin menakjubkan juga pemandangan yang terpotret dari atas. 

*)Penulis merupakan mahasiswi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas

Editor: Bilqis Zehira Ramadhanti Ishak

Tag: IndahSawahluntoUnandunikwisata
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak