• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Petualangan di Kota Ghaib

oleh Redaksi
9 November 2023, 01:29 WIB
DHF Entertaiment

DHF Entertaiment

ShareShareShareShare
(Poster Film Saranjana: Kota Ghaib/ DHF Entertaiment)

Oleh : *Fadhilatul Husni

Legenda urban masyarakat di tanah Kalimantan telah mengilhami sutradara Johansyah Jumberan dan Ridho Ivander Rama melahirkan karya film dengan judul Saranjana: Kota Ghaib yang rilis tepat pada 26 Oktober 2023 lalu. Sebelumnya Johansyah sempat  sukses menggarap film Catatan Akhir Kuliah, The Chocolatier Chance, dan Love Reborn:  Komik Musik dan Kisah Masa Lalu, dengan genre komedi romance film ini berhasil membawanya sebagai nominasi piala citra pada tahun 2015 lalu. Namun kali ini berbeda, Johansyah mengangkat film horor  yang lekat dengan mitos masyarakat di tanah . Berlatar belakang tentang kota misterius di Kotabaru yang konon dikabarkan dihuni oleh bangsa jin. Selain itu, kota ini juga digambarkan sebagai kota dengan peradaban maju yang mewah dan memiliki fasilitas serba modern. Dengan penggambaran latar sedemikian rupa Johansyah membawa alur cerita petualangan dalam film ini.

Film produksi DHF Entertaiment ini berdurasi 1 jam 38 menit.  Film ini menceritakan petualangan sebuah band asal Jakarta bernama ‘Signifikan’ yang tengah mengadakan tur konser di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Anggotanya ada Rendy, Dion, Vey, dan Shita. Tepat di tengah pelaksanaan tur, Shita, sang vokalis band, tiba-tiba secara misterius menghilang tanpa jejak. Setelah melakukan penelusuran, anggota band lainnya mendapat petunjuk dan menemukan teka-teki yang mengarah bahwa Shita berada di Saranjana, sebuah kota ghaib. Selama tujuh hari, mereka  memasuki kota Saranjana dengan berbagai kejadian horor dan mistis yang mengiringi perjalanan mereka.

Baca Juga  2nd Miracle in Cell No 7: Cinta, Harapan dan Keajaiban di Balik Jeruji

Momen menegangkan dalam film ini terjadi saat tiga teman band Shita yang berusaha membuka portal menuju Kota Saranjana mengalami teror mistis, portal tersebut kabarnya merupakan gerbang pembuka perekrutan jin dan makhluk dari dunia lain. Pencarian Shita yang dilakukan selama tujuh hari membawakan kita pada adegan-adegan mencekam yang harus menghadapkan Rendy, Vey, dan Dion.

Meskipun film ini memiliki premis yang menarik, terdapat beberapa kelemahan yang dapat dilihat. Pertama, beberapa adegan dalam film te rasa kurang dikalibrasi dengan baik, terkadang terasa terlalu lambat atau terlalu cepat. Ini dapat mengurangi daya tarik dan ketegangan yang seharusnya ada dalam alur cerita tersebut. Kedua, karakter-karakter pendukung dalam film ini cenderung tidak terlalu dikembangkan dengan baik, sehingga sulit untuk merasa terhubung atau peduli dengan mereka, lalu para pemain yang terlibat kurang menjiwai karakternya, film ini juga kurang mengeksplorasi sepenuhnya potensi mitologi dan budaya mistis yang menjadi latar belakangnya.

Baca Juga  Kembalinya Sang Buya dan Tafsir Al Azhar

Namun dari beberapa kekurangan tersebut film “Saranjana: Kota Ghaib” memiliki beberapa kelebihan yang layak diapresiasi. Pertama, visual efeknya sangat menarik dan memukau, terutama dalam menggambarkan Kota Ghaib. Efek khusus yang canggih memberikan pengalaman sinematik yang mengesankan kepada penonton. Kedua, film ini menghadirkan alur cerita yang penuh dengan intrik dan teka-teki, menjadikannya menarik untuk diikuti. Kejutan dan misteri yang terungkap secara bertahap membuat film ini semakin menegangkan dan membuat penonton penasaran dengan akhir ceritanya.

Secara keseluruhan, “Saranjana: Kota Ghaib” merupakan film yang menarik bagi penggemar genre misteri dan supernatural. Meskipun memiliki beberapa kekurangan dalam hal packing dan pengembangan karakter, film ini berhasil menarik perhatian dengan visual efek yang memukau dan alur cerita yang penuh dengan teka-teki. Apakah akhirnya mereka berhasil menyelamatkan Shita dan membawanya kembali dengan selamat? film ini masih tayang di bioskop dan dapat disaksikan diseluruh bioskop indonesia.

Bagi pecinta film-film dengan nuansa misterius, film ini layak untuk dijadikan pilihan.

Selamat menonton!

Penulis merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas *

Editor : Tiara Juwita 

 

 

 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak