Padang, gentaandalas– Pelaksanaan Bakti Universitas Andalas (UNAND) memasuki Batch 2 dengan perubahan perangkat sound system yang digunakan selama kegiatan. Setelah menggunakan vendor sound system pada dua hari pertama, penyelenggara Bakti memutuskan menggunakan perangkat milik Auditorium UNAND pada hari ketiga dan keempat. Perubahan tersebut dilakukan setelah terdapat sejumlah kendala teknis pada penggunaan sound system sebelumnya.
Perubahan tersebut menjadi perhatian karena panitia pelaksana mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan vendor tidak lagi digunakan pada pelaksanaan Batch 2. Salah seorang panitia mengatakan pihaknya tidak memperoleh informasi mengenai alasan penghentian penggunaan vendor. Menurutnya, selama dua hari pertama, panitia justru terbantu dengan dukungan vendor dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kami kurang tahu pastinya, tapi intinya kami panitia pasti sangat suka. Jadi disupport sama orang itu,” ujar X, panitia Bakti UNAND 2026 saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (12/8/2026).
Panitia juga mengatakan tidak memperoleh informasi langsung dari pihak vendor mengenai penghentian kerja sama. Menurut keterangan panitia, mereka kemudian mengikuti rapat dan mendapatkan informasi bahwa mulai hari berikutnya sound system yang digunakan adalah perangkat milik Auditorium UNAND. Sementara itu, proses penghentian kerja sama dengan pihak vendor tidak diketahui secara rinci oleh panitia Bakti.
Panitia menjelaskan bahwa kebutuhan sound system Auditorium bukan menjadi urusan langsung panitia, melainkan berkaitan dengan pihak yang menangani fasilitas di Auditorium. Meski terjadi pergantian perangkat, panitia mengatakan perubahan tersebut tidak sampai menghambat pelaksanaan kegiatan. Setelah keputusan menggunakan sound system Auditorium, panitia bersama pihak terkait melakukan pengecekan dan pengaturan ulang pada malam hari sebelum pelaksanaan Batch 2.
“Malamnya kami langsung check sound segala halnya, alhamdulillah untuk acara tadi lancar untuk sound-nya dan lain-lain,” ujar X.
Sementara itu, pihak Kemahasiswaan dari bidang Kesejahteraan Mahasiswa Muhammad Isra memberikan penjelasan mengenai penghentian penggunaan vendor. Ia mengatakan penggunaan vendor dilakukan pada hari pertama dan kedua. Namun, setelah terdapat kendala teknis, diputuskan bahwa pelaksanaan Batch 2 pada hari ketiga dan keempat akan menggunakan sound system yang tersedia di Auditorium UNAND.
“Karena faktor teknis dan satu lain hal, diputuskan untuk Batch 2 kita gunakan sound dari Auditorium. Itu kenapa, di hari ketiga dan keempat itu tidak menggunakan sound dari luar lagi. Kita mencoba cari yang terbaik,” ujar Muhammad Isra saat diwawancarai Genta Andalas pada Jumat (14/8/2026).
Muhammad Isra menjelaskan bahwa kendala teknis yang terjadi pada hari pertama dan kedua dapat berasal dari berbagai aspek. Menurutnya, persoalan tersebut tidak serta-merta hanya berasal dari pihak vendor, tetapi juga kemungkinan berkaitan dengan panitia. Atas pertimbangan tersebut, pihak penyelenggara memilih menggunakan perangkat yang telah tersedia di Auditorium.
Sebelum digunakan dalam Batch 2, perangkat sound system Auditorium terlebih dahulu dipersiapkan dan diuji. Muhammad Isra mengatakan dirinya bersama sejumlah pihak melakukan pengaturan sound system hingga malam hari untuk mendapatkan kualitas suara yang optimal. Pengujian tersebut dilakukan agar penggunaan perangkat milik Auditorium dapat memberikan kualitas yang tidak kalah dibandingkan penggunaan vendor.
Terkait penghentian penggunaan vendor, Muhammad Isra mengatakan keputusan tersebut telah dikomunikasikan antara kedua pihak. Menurutnya, penggunaan sound system Auditorium dilakukan berdasarkan kesepakatan dan vendor menerima keputusan tersebut. Ia juga mengatakan proses tersebut tetap mengacu pada klausul dalam kontrak kerja sama.
“Kita diskusikan, kita tidak melanjutkan lagi di hari berikutnya, dan vendor menerima,” ujar Muhammad Isra.
Di sisi lain, panitia mengakui bahwa penggunaan perangkat Auditorium memiliki sejumlah perbedaan dengan perangkat milik vendor. Beberapa peralatan yang tersedia di Auditorium tidak sebanyak atau tidak sama dengan perangkat yang sebelumnya digunakan. Akibatnya, terdapat kemungkinan pengurangan atau pergantian jenis mikrofon dalam pelaksanaan kegiatan. Namun, kondisi tersebut telah diinformasikan kepada penanggung jawab masing-masing sebelum kegiatan berlangsung.
Muhammad Isra menambahkan, keputusan tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya. Menurutnya, penyelenggara perlu mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari penggunaan perangkat yang tersedia maupun kerja sama dengan vendor dalam pelaksanaan kegiatan mendatang.
Reporter: Berkah Ibadarurrahman Siregar dan M. Dhiaurrahman AlFatih
Editor: Oktavia Ramadhani







