• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 7 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Hari Kesembilan Pencarian, Warga Hilang di Hutan Biologi UNAND Belum Ditemukan

oleh Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026, 08:56 WIB
Basarnas melakukan koordinasi kepada personil dan relawan sebelum melakukan pencarian di Hutan Biologi UNAND, Selasa(28/7/2026)

Basarnas melakukan koordinasi kepada personil dan relawan sebelum melakukan pencarian di Hutan Biologi UNAND, Selasa(28/7/2026)

ShareShareShareShare

Padang, GentaAndalas.com – Pencarian seorang warga Piai Atas, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Afriyanto (42), yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas (UNAND), masih terus dilakukan hingga Rabu (29/7/2026). Memasuki hari kesembilan sejak korban dinyatakan hilang, tim gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar Gerbang Universitas Andalas, Bundaran Pertamina, serta kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas. Hingga pencarian berakhir pada sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan.

Ketua Kelompok Siaga Bencana (KSB) Pauh, Sudirman, mengatakan pencarian tambahan dilakukan atas permintaan keluarga setelah mereka memperoleh informasi mengenai dugaan lokasi korban. Meski operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi telah berakhir sehari sebelumnya sesuai standar operasional prosedur (SOP), KSB Pauh tetap membantu melakukan penyisiran sebagai bentuk kepedulian terhadap harapan keluarga. Menurutnya, dua tim kembali diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Dua tim yang kami turunkan hasilnya nihil. Bau menyengat yang kami temukan setelah dipastikan ternyata berasal dari bangkai binatang, bukan korban,” ujar Sudirman.

Afriyanto diketahui hilang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit (RS) UNAND pada Selasa (21/7/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui rujukan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. HB. Saanin Padang. Menurut kakak kandung korban, Aisyah, Afriyanto memiliki hambatan intelektual. Sebelumnya, ia pernah menjalani perawatan di RSJ tersebut, tetapi dalam beberapa waktu terakhir hanya menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui rujukan ke RS Universitas Andalas.

Aisyah mengatakan saat berangkat dari rumah, kondisi adiknya tampak seperti biasa dan tidak menunjukkan perubahan perilaku. Dalam kesehariannya, Afriyanto lebih sering mengenakan pakaian berwarna merah. Namun, pada hari kejadian, ia justru meminta mengenakan kemeja batik, sesuatu yang dinilai berbeda dari kebiasaannya.

Setibanya di RS Universitas Andalas, Afriyanto mulai terlihat gelisah. Setelah menjalani pemeriksaan tekanan darah di lantai dua, ia diduga merasa takut berada di ketinggian sebelum akhirnya berlari meninggalkan rumah sakit. Pihak keluarga bersama petugas keamanan sempat mengejar, tetapi tidak berhasil menghentikannya. “Dia dari rumah biasa saja, tidak ada masalah. Setelah masuk rumah sakit baru terlihat gelisah. Kami sudah mengejar bersama satpam, tetapi tidak berhasil,” kata Aisyah.

Berdasarkan informasi yang diterima KSB Pauh, sekitar pukul 11.00 WIB korban keluar dari rumah sakit dan sempat diikuti oleh kakaknya bersama petugas keamanan. Korban kemudian mengarah ke kawasan Politeknik Negeri Padang, berlari ke belakang Kantor SPAM, lalu masuk ke kawasan Hutan Biologi UNAND. Sejak saat itu, keberadaan korban tidak lagi diketahui.

Baca Juga  Kerja Sama Unand-Arab Saudi Belum Temui Kejelasan

Keluarga mengaku tidak langsung melaporkan hilangnya Afriyanto karena korban beberapa kali pernah meninggalkan rumah dan selalu kembali dengan sendirinya. Mereka sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan harapan korban akan pulang seperti biasanya. Namun, karena hingga beberapa hari kemudian korban tidak kunjung kembali, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada KSB Pauh pada Sabtu (25/7/2026). “Awalnya kami diamkan saja karena dia memang beberapa kali pergi dari rumah, tetapi selalu pulang sendiri,” ujar Aisyah.

Setelah menerima laporan pada Sabtu (25/7/2026), KSB Pauh langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang dan Basarnas. Operasi pencarian resmi dimulai pada Minggu (26/7/2026) dengan mengerahkan dua tim yang masing-masing beranggotakan 14 dan 16 personel untuk menyisir kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.

Pada hari pertama pencarian, salah seorang anggota keluarga menemukan pakaian yang dikenakan Afriyanto saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit di dekat sebuah pohon. Selain melakukan pencarian secara langsung, keluarga juga mengaku meminta bantuan seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan spiritual. Berdasarkan informasi yang disampaikan orang tersebut kepada keluarga, korban diduga masih berada di sekitar kawasan Hutan Biologi UNAND. Menurut Aisyah, pakaian korban ditemukan setelah keluarga memperoleh petunjuk tersebut. “Setelah kami mencoba bertanya kepada orang pintar, katanya dia masih ada di daerah Hutan Biologi. Ternyata kami memang menemukan bajunya di sana,” ujar Aisyah.

Puncak operasi pencarian berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kota Padang, Basarnas, DRC Semen Padang, Satpol PP, KSB Pauh, gabungan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dari berbagai fakultas di Universitas Andalas dan Politeknik Negeri Padang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pencinta Alam (FORKOMPA) UNAND–PNP, relawan, serta masyarakat setempat. Sekitar 70 personel dibagi ke dalam beberapa tim untuk menyisir kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas, Sungai Limau Manis, Bukit Cendawan, jalur perbukitan, hingga aliran sungai dengan jangkauan sekitar enam kilometer dari titik ditemukannya pakaian korban. Meski penyisiran dilakukan secara intensif sesuai SOP pencarian dan pertolongan (SAR), korban belum berhasil ditemukan.

Baca Juga  MWA-UM UNAND Terpilih Tahun 2024: Komitmen untuk Aspirasi Mahasiswa dan Maksimalkan Potensi Universitas

Operasi pencarian gabungan kemudian resmi dihentikan pada Selasa (28/7/2026) setelah melalui koordinasi antara tim SAR dan pihak keluarga. Namun, atas permintaan keluarga yang masih berharap korban berada di sekitar Hutan Biologi UNAND berdasarkan informasi yang mereka peroleh, KSB Pauh kembali melakukan pencarian tambahan pada Rabu (29/7/2026). Penyisiran difokuskan di sekitar Gerbang UNAND, Bundaran Pertamina, dan kawasan Hutan Biologi UNAND.

Keluarga juga meletakkan baju berwarna merah di dalam kawasan hutan sebagai salah satu upaya untuk memancing Afriyanto keluar karena korban diketahui menyukai pakaian berwarna merah. Meski demikian, hingga pencarian tambahan berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sudirman mengatakan KSB Pauh akan kembali membantu proses pencarian apabila keluarga memperoleh petunjuk baru mengenai keberadaan korban. “Nanti kalau keluarga minta bantuan lagi, kalau ada petunjuk baru, insyaallah akan kami bantu lagi,” ujar Sudirman.

Sudirman juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi korban. Ia menegaskan bahwa Afriyanto bukan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSJ Prof. HB. Saanin Padang, melainkan datang ke RS UNAND untuk menjalani pemeriksaan kesehatan melalui rujukan dari RSJ tersebut. Menurutnya, korban memiliki hambatan intelektual sehingga membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari.

Aisyah mengatakan keluarga tidak akan menghentikan upaya pencarian meskipun operasi gabungan telah berakhir. Pencarian akan terus dilakukan secara mandiri dan keluarga akan kembali meminta bantuan KSB apabila menemukan petunjuk baru mengenai keberadaan Afriyanto. “Kami pastinya terus coba cari secara mandiri. Kalau ada petunjuk atau tanda-tanda, kami hubungi lagi KSB-nya,” ujar Aisyah.

Selain melakukan penyisiran di lapangan, tim juga telah berkoordinasi dengan UNAND, Politeknik Negeri Padang, serta petugas keamanan di sekitar lokasi dengan menyebarkan identitas dan foto korban. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat segera melapor apabila melihat atau mengetahui keberadaan Afriyanto.

Hingga berita ini ditulis, Afriyanto masih belum ditemukan. Pihak keluarga berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Reporter: Nabila Ramadhani dan Oktavia Ramadhani

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: Genta Andalasorang hilangUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

Minggu, 1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

Rabu, 28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak