Padang, gentaandalas – Universitas Andalas (UNAND) kembali menyelenggarakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) 2026 yang diikuti sekitar 7.000 mahasiswa baru. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua gelombang dengan masing-masing sekitar 3.000 peserta sebagai bagian dari pengenalan lingkungan kampus, kehidupan akademik, dan kegiatan kemahasiswaan di UNAND.
Salah seorang panitia BAKTI 2026 berinisial S menjelaskan bahwa BAKTI merupakan singkatan dari Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan UNAND untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, budaya Minangkabau, serta kehidupan akademik. “Bakti merupakan singkatan dari Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah,” jelas S. Ia menambahkan, “Bakti adalah sebuah tradisi turun-temurun yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, budaya Minangkabau, serta kehidupan akademik yang ada di UNAND.”
Pada hari pertama, Rabu (12/8/2026), kegiatan diisi dengan sejumlah agenda formal, seperti pemasangan almamater, pengesahan mahasiswa baru, pembacaan janji mahasiswa, serta hiburan yang disesuaikan dengan tema BAKTI 2026. Sementara itu, hari kedua lebih menekankan kegiatan nonformal melalui penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang memperkenalkan berbagai aktivitas mahasiswa di lingkungan UNAND. Menurut S, BAKTI menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan mahasiswa baru karena memberikan pengalaman awal dalam mengenal kehidupan kampus. “Mahasiswa baru selalu menantikan Bakti sebagai puncak kegiatan awal mereka di kampus. Tradisi ini bukan hanya pengenalan, tetapi juga pengalaman yang menghibur dan mendidik,” ujarnya.
Selain rangkaian kegiatan tersebut, BAKTI 2026 mengusung tiga sektor utama, yaitu sosial, lingkungan, dan industri berkelanjutan. Tahun ini, panitia juga menghadirkan inovasi melalui pertunjukan paper mob bertajuk “Aksara” yang menggunakan media kardus dan kain berwarna untuk menghasilkan tampilan visual yang berbeda dari tahun sebelumnya. S mengatakan inovasi dalam kegiatan BAKTI perlu terus dilakukan agar kegiatan tersebut tetap menarik bagi mahasiswa baru. “Pesanku, Bakti ini terus diinovasikan karena mahasiswa baru sangat menunggu kegiatan ini setiap tahun,” tambahnya.
Salah seorang peserta BAKTI UNAND 2026, Aisyah Putri Rahayu, memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan hari pertama. Ia menilai kegiatan BAKTI cukup menyenangkan dan memberikan pengalaman baru, terutama dalam mengenal lingkungan UNAND serta berbagai UKM. Meski demikian, Aisyah menyoroti kondisi auditorium yang dinilainya cukup panas selama kegiatan berlangsung. Kondisi tersebut membuatnya merasa kurang nyaman dan kesulitan berkonsentrasi saat menerima materi.
Menurut Aisyah, kondisi ruangan menjadi kurang nyaman karena pendingin ruangan atau AC tidak menyala. Peserta hanya mengandalkan kipas yang jangkauannya terbatas sehingga tidak seluruh bagian ruangan mendapatkan sirkulasi udara yang sama. “Sebenarnya cukup menyenangkan buat saya dengan acaranya tadi. Tetapi sangat disayangkan, di dalam ruangan auditorium sangat panas sehingga membuat saya merasa kurang nyaman dan enggak fokus menerima materi,” ujarnya.
Selain kondisi ruangan, Aisyah mengaku terdapat hal yang berkesan selama kegiatan berlangsung. Salah satunya adalah penampilan menyanyi solo yang dibawakan oleh salah seorang anggota UKM. Penampilan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang menarik baginya selama mengikuti BAKTI. Melalui kegiatan BAKTI, Aisyah memperoleh pengetahuan baru mengenai lingkungan Unand dan berbagai UKM yang tersedia di kampus. Menurutnya, informasi tersebut menjadi salah satu hal baru yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Reporter: Sargita Asmara Dewi & Amanda
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







