• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Transformasi Peran Perempuan: Dari Rumah Tangga ke Dinamika Ekonomi dan Sosial

oleh Redaksi
26 Juni 2024, 09:36 WIB
(Ilustrasi/ Hana Irfenia)

(Ilustrasi/ Hana Irfenia)

ShareShareShareShare
(Ilustrasi/ Hanna Irfenia)

oleh: Silvi Yolanda*

Keikutsertaan perempuan dalam mencari nafkah untuk keluarga telah mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Dulu, peran perempuan dalam masyarakat sering kali terbatas pada rumah tangga dan merawat anak-anak, namun sekarang semakin banyak perempuan yang terlibat dalam kegiatan ekonomi sebagai pencari nafkah utama atau kontributor penting dalam penghasilan keluarga. Perempuan yang mencari nafkah untuk keluarga menghadapi dinamika yang kompleks dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka sering kali harus menavigasi antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dengan penuh keterbatasan waktu dan sumber daya. Meskipun demikian, keikutsertaan perempuan dalam kegiatan ekonomi tidak hanya memberikan kontribusi finansial yang penting bagi keluarga, tetapi juga membawa dampak positif dalam hal pemberdayaan individu dan perkembangan sosial.

Dilansir dari Media Indonesia, banyak faktor yang mendorong transformasi dari peran perempuan yaitu faktor ekonomi memainkan peran besar dalam perubahan ini. Dengan meningkatnya biaya hidup dan tuntutan ekonomi yang semakin kompleks, keluarga sering kali memerlukan lebih dari satu sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, banyak perempuan merasa perlu untuk ikut serta dalam mencari nafkah untuk membantu menyokong keluarga secara finansial.

Selain itu, perkembangan sosial dan budaya juga turut berkontribusi dalam meningkatnya keikutsertaan perempuan dalam mencari nafkah. Perubahan pandangan masyarakat terhadap peran gender telah membuka pintu bagi perempuan untuk mengejar karier dan mencapai ambisi profesional mereka. Hal ini didukung oleh peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan dan pelatihan, yang memungkinkan mereka untuk memasuki berbagai bidang pekerjaan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam pasar tenaga kerja.

Baca Juga  Fakultas Teknik Unand Rampungkan Prodi Baru Teknik Arsitektur Tahun ini

Transformasi peran perempuan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi dan globalisasi di mana internet dan media sosial telah memberikan platform bagi perempuan untuk bersuara. Dilansir dari Medcom.id perkembangan teknologi juga memainkan peran penting dalam memfasilitasi keikutsertaan perempuan dalam mencari nafkah. Teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru untuk bekerja dari jarak jauh atau memulai bisnis secara online yang memungkinkan perempuan untuk mengelola waktu mereka dengan lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang juga memiliki tanggung jawab dalam merawat anak-anak.

Selain itu, transformasi peran perempuan ini juga terlihat jelas dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Dulu pendidikan tinggi sering kali dianggap tidak penting bagi perempuan. Namun saat ini perempuan tidak hanya memiliki akses yang sama ke pendidikan, tetapi juga sering kali melampaui laki-laki dalam prestasi akademik. Menurut laporan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi kini cenderung lebih banyak dibanding laki-laki, di mana laporan tersebut menunjukkan, pada Maret 2024 proporsi penduduk perempuan yang masih mengenyam pendidikan tinggi mencapai 7,53%, sedangkan laki-laki hanya 6,25%. Hal ini berdampak langsung pada dunia kerja, di mana perempuan semakin banyak menempati posisi-posisi penting dan strategis.

Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi oleh perempuan dalam mencari nafkah untuk keluarga tidak boleh diabaikan, seperti diskriminasi gender masih banyak terjadi di berbagai tingkat, baik dalam hal pengaksesan kesempatan kerja maupun dalam hal pembayaran yang setara. Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan masih menjadi masalah yang serius di banyak negara, meskipun ada kemajuan dalam beberapa bidang. Selain itu, perempuan sering kali menghadapi tekanan ganda antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.

Baca Juga  Melintasi Jejak Alam Menuju Pesona Tiga Tingkat Lubuk Hitam

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Langkah-langkah konkret seperti kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja-hidup, peluang pendidikan dan pelatihan yang setara, serta promosi kesetaraan gender di tempat kerja dapat membantu menciptakan lingkungan yang adil bagi perempuan. Hal ini tidak hanya akan membantu perempuan dalam mencari nafkah untuk keluarga mereka, tetapi juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, perempuan yang mencari nafkah untuk keluarga memainkan peran yang vital dalam dinamika ekonomi dan sosial. Meskipun menghadapi tantangan yang nyata, mereka mampu mengatasi hambatan dan memberikan kontribusi yang berarti bagi kesejahteraan keluarganya. Dalam konteks yang mendukung dan inklusif, keikutsertaan perempuan dalam mencari nafkah memiliki potensi untuk membawa perubahan positif yang signifikan dalam memperjuangkan kesetaraan gender.

*Penulis merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas

 

 

 

 

 

 

 

Tag: kesetaraan gender
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB
Oplus_131072

Di Balik Mimbar dan Meja Guru

17 September 2026, 14:20 WIB
(Ilustrasi/Amanda)

Privilege bagi Masyarakat Dayak: Keadilan atau Perlakuan Khusus?

16 September 2026, 21:00 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Menagih Paru-Paru Anak di Tengah Dapur yang Harus Tetap Ngebul

15 September 2026, 21:28 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

15 September 2026, 21:02 WIB
(Ilustrasi/Hadid Jailani Latif Utama)

Ketika Bantuan Asing Lebih Dulu Mengetuk Pintu NTT

15 September 2026, 19:17 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak