• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Asyiknya Memetik Sendiri di Kebun Stroberi Pak Dadang, Kabupaten Agam

oleh Redaksi
27 Januari 2023, 12:15 WIB
Seorang pengunjung sedang memetik strawberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

Seorang pengunjung sedang memetik strawberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

ShareShareShareShare

 

Seorang pengunjung sedang memetik stroberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

Oleh: Risky Wahyudi*)

Objek wisata alam menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan dalam melepas penatnya ketika berlibur. Wisata alam memiliki banyak ragamnya dan daya tariknya, salah satunya wisata alam kebun stroberi. Seperti kebun stroberi Pak Dadang yang ada di Balingka, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata ketika berkunjung ke Balingka, Kabupaten Agam.

Perjalanan menuju tempat ini yang berkelok-kelok dengan sisi kanan-kirinya perbukitan yang asri dan masih terjaga. Ketika datang ke kebun stroberi Pak Dadang ini maka yang akan terlihat adalah hamparan tumbuhan stroberi yang tumbuh di atas karung putih berisi tanah dan buahnya menjalar keluar dari wadahnya, sehingga memudahkan ketika panen stroberi.

Kebun stroberi Pak Dadang memiliki total luas kebun hampir ¼ hektar dan terdiri dari beberapa bagian yang terpisah. Menurut pemiliki kebun, Fauzi Ramadani mengatakan terdapat dua jenis stroberi, yakni jenis California yang bisa tahan hingga dua hari di suhu ruang. Jenis kedua bernama mencir yang dapat tahan lebih lama sekitar tiga hingga empat hari. Keduai jenis stroberi tersebut tersebar di seluruh bagian perkebunan.

“Jenis mencir ini lebih manis, lebih besar ukuran buahnya, dan lebih tahan lama bila dibandingkan dengan jenis california,” ujar Fauzi.

Baca Juga  Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

Pemandangan alam yang asri dan udara yang yang segar menjadi nilai tambah dalam tempat wisata kebun stroberi ini. Selain itu, kebun stroberi Pak Dadang tidak dikenakan biaya masuk ketika berkunjung. Pengunjung dapat memetik buah stroberi sendiri langsung dari tanamannya dengan leluasa.

“Tidak ada biaya masuk untuk pengunjung. Namun, hanya perlu membayar jumlah stroberi yang diambil,” ujar Fauzi.

Pengunjung kebun stroberi diberikan keranjang kecil sebagai tempat untuk meletakkan buah stroberinya. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mencicipi stroberi secara gratis untuk merasakan manisnya stroberi, sehingga dapat mengetahui kualitas buah yang dipetik. Akan tetapi, jumlah buah yang dicicipi dalam jumlah sewajarnya dan tidak berlebihan. Untuk harga buah stroberi berkisar mulai dari Rp 8.000 per Ons, pengunjung sudah dapat membeli dan memetik secara langsung stroberi yang diinginkan dengan ukuran yang besar.

Salah seorang pengunjung, Shinta Amelia Putri menuturkan kepuasannya di kebun stroberi, sebab tempat perkebunan yang luas dan buah stroberi yang tumbuh juga besar-besar. “Sangat senang berada di sini dan puas juga, karena bisa leluasa juga memilih buah stroberinya langsung dari kebunnya dan masih segar-segar juga,” ujar Shinta.

Baca Juga  Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

Di dalam kebun stroberi Pak Dadang, terdapat sebuah pondok yang digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu yang ingin membeli berbagai bahan olahan yang tersedia dari buah stroberi. Bahan olahan tersebut diantaranya jus stroberi, selai stroberi, dan manisan stroberi yang telah dikemas dalam kemasan menarik, sehingga rasa dan kualitas tetap terjamin. Untuk olahan jus stroberi sendiri diproduksi secara berkala, dikarenakan jus hanya dapat tahan selama tiga jam di suhu ruang.

Olahan buah stroberi dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai olahan yang tersedia. Tempat ini ramai dikunjungi oleh pengunjung, sehingga stok olahan sering habis dibeli oleh pengunjung yang datang. Jadi, disarankan datang lebih awal sehingga produk olahan yang diinginkan tidak habis. Kebun stroberi Pak Dadang dibuka mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB. Perkebunan ini ramai dikunjungi setiap hari, terutama di waktu libuh akhir pekan.

*)Penulis merupakan Mahasiswa Dpeartemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Tag: alamkebunwisata
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Bangunan Surau Paseban di Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Minggu (26/7/2026)(Genta Andalas/Alizah Fitri Sudira)

Jejak Pengetahuan di Balik Pintu Surau Paseban

28 Agustus 2026, 02:05 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak