• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Desil Berubah, Jangan Abaikan Kondisi Nyata Masyarakat

oleh Redaksi
8 September 2026, 09:39 WIB
(Ilustrasi/Syifa Alifah)

(Ilustrasi/Syifa Alifah)

ShareShareShareShare

Oleh: Syifa Alifah*

Pembaruan data penerima bantuan sosial merupakan langkah yang penting untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya menyatukan dan memperbarui data sosial ekonomi masyarakat agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Namun, perubahan desil yang terjadi setelah pembaruan data juga perlu menjadi perhatian. Sebab, di balik perubahan angka tersebut terdapat kondisi kehidupan masyarakat yang tidak selalu dapat digambarkan hanya melalui data.

Kementerian Sosial (kemensos) menjelaskan bahwa perubahan desil terjadi karena adanya pembaruan dan sinkronisasi data dari berbagai sumber. Data yang sebelumnya belum terverifikasi atau mengalami perubahan kemudian diperbarui untuk menghasilkan gambaran sosial ekonomi masyarakat yang lebih akurat. Langkah tersebut tentu patut diapresiasi. Data sosial ekonomi memang tidak boleh dibiarkan menggunakan kondisi lama ketika kehidupan masyarakat terus berubah.

Namun, persoalannya bukan sekadar apakah data sudah diperbarui atau belum. Yang lebih penting adalah apakah hasil pembaruan tersebut benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. Tidak sedikit masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kehidupan yang mereka jalani. Ada masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi, memiliki banyak tanggungan, atau pendapatan yang tidak stabil, tetapi tercatat dalam desil yang relatif tinggi. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa angka statistik dan realitas kehidupan masyarakat terkadang tidak berjalan beriringan.

Baca Juga  Gedung C 2.1 Unand Alami Kebakaran, Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab

Kemensos sendiri telah menegaskan bahwa desil bukan satu-satunya penentu penerima bantuan sosial. Desil merupakan pemeringkatan kesejahteraan dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan, bukan berarti seseorang yang berada pada desil tertentu secara otomatis kehilangan atau mendapatkan seluruh jenis bansos. Penjelasan ini penting untuk diketahui masyarakat agar perubahan desil tidak langsung dipahami sebagai tanda bahwa seseorang sudah sejahtera.

Meski demikian, pemerintah tetap perlu memberikan kepastian dalam pelaksanaannya. Jika desil bukan satu-satunya penentu, jangan sampai masyarakat justru merasa bahwa perubahan desil menjadi batas yang menentukan apakah mereka masih layak memperoleh bantuan atau tidak. Pemerintah perlu memastikan bahwa kondisi nyata masyarakat tetap menjadi pertimbangan, terutama ketika terdapat perbedaan antara data yang tercatat dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya.

Transparansi juga tidak cukup hanya dengan menjelaskan indikator yang digunakan untuk menentukan desil. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai mengapa posisi mereka dapat berubah setelah data diperbarui dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi akses terhadap program bantuan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek dari perubahan data, tetapi juga memahami proses yang menentukan posisi kesejahteraan mereka dalam sistem tersebut.

Lebih jauh, pemerintah perlu berhati-hati dalam menyampaikan perubahan desil kepada masyarakat. Informasi mengenai kenaikan atau penurunan desil sebaiknya tidak berhenti pada pemberitahuan angka, tetapi disertai penjelasan mengenai makna angka tersebut. Hal ini penting agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa kenaikan desil berarti kehidupan mereka sudah membaik. Kesejahteraan merupakan kondisi yang kompleks dan dapat berubah karena pekerjaan, pendapatan, jumlah tanggungan, maupun kebutuhan rumah tangga. Dengan komunikasi yang jelas, pemerintah dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendataan.

Baca Juga  Membongkar Budaya Objektifikasi Perempuan dalam Tongkrongan Mahasiswa

Di sisi lain, pemerintah perlu memperkuat mekanisme pengaduan dan pembaruan data bagi masyarakat yang merasa kondisi mereka tidak sesuai dengan data yang tercatat. Mekanisme pengaduan harus mudah diakses dan benar – benar ditindaklanjuti. Sebab, ketepatan data bukan hanya tanggung jawab sistem, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat yang mengalami langsung kondisi sosial ekonomi tersebut.

Pada akhirnya, pembaruan DTSEN harus dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki ketepatan sasaran bantuan, bukan sekadar menghasilkan angka desil yang baru. Data memang diperlukan sebagai dasar kebijakan, tetapi angka tidak boleh mengalahkan realitas. Ketika masyarakat masih membutuhkan bantuan, kondisi tersebut harus tetap memiliki ruang untuk dipertimbangkan meskipun posisi desilnya berubah.

Perubahan desil seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami masyarakat dengan lebih baik, bukan justru membuat masyarakat merasa tidak dipahami oleh sistem. Karena itu, memperbarui data memang penting, tetapi memastikan bahwa data tersebut benar-benar menggambarkan kehidupan masyarakat jauh lebih penting agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas

Tag: opiniOpini MahasiswaUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

3 November 2026, 18:21 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Pengalaman Magang Jadi Kedok Buruh Murah

23 Oktober 2026, 20:27 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Nabil Nur Insani)

Batal Dipecat, Keadilan Dipertanyakan

21 September 2026, 21:59 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak