• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Kisah Perjalanan Buya Hamka: Cendekiawan yang Tak Mampu Ditawan

oleh Redaksi
25 April 2023, 08:32 WIB
(padek.jawapos.com.)

(padek.jawapos.com.)

ShareShareShareShare

 

 

(Poster film Buya Hamka/ Falcon Pictures)

Oleh: Haura Hamidah*

Jika hidup hanya sebatas hidup, babi di hutan juga hidup. Jika kerja hanya sebatas kerja, kera juga kerja.

Kutipan di atas merupakan penggalan dialog yang cukup berkesan bagi para penonton film Buya Hamka. Film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini mengangkat kisah dari tokoh pemikir asal Minangkabau yang sekaligus menyandang gelar pahlawan nasional Indonesia, yakni Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Buya Hamka. Selain sebagai pahlawan nasional, Hamka juga merupakan sosok ulama, sastrawan, budayawan, jurnalis, dan penulis. Berbagai kisah Hamka dengan sifatnya yang kritis dan aktif di masyarakat inilah, yang dituangkan ke dalam sebuah film yang bergenre Biografi.

Pada pembuka film ini, kita disuguhkan dengan adegan dimana sosok Hamka yang telah renta tengah tertidur dalam rumah tahanan di Sukabumi, kemudian sang istri dan anak tercintanya datang berkunjung membawa gulai kakap kesukaannya, adegan ini mampu membawa suasana haru yang seketika mengingatkan kita dengan sejarah bahwa pemerintah yang berkuasa di Indonesia pada masanya sempat menahan sosok ulama besar dengan berbagai karya hebatnya.

Pada salah satu adegan film ini juga menyajikan bagaimana di tengah keterbatasan pola pemikiran masyarakat yang masih sempit, Buya Hamka menghadapi tantangan ketika Belanda datang dan menyita karya kepenulisannya saat ia bekerja di majalah keagamaan Pedoman Masyarakat. Tak cukup sampai pada masa penjajahan Belanda, hingga penjajahan Jepang pun Hamka sempat diuji dengan ditutupnya kantor Berita Pedoman Masyarakat. Beragam tantangan yang dihadapi oleh Hamka membuatnya dalam pilihan sulit. Banyak polemik yang terjadi, membuat Hamka kehilangan kepercayaan masayrakat setempat dan membuatnya kembali ke kampung halamannya.

Baca Juga  Rektor UNAND Terpilih, Efa Yonnedi Canangkan 5 Program Unggulan

Film Buya Hamka berdurasi total tujuh jam dengan dibagi dalam tiga volume. Volume I film Buya Hamka berdurasi 1 jam 46 menit ini tayang pada 19 April 2023 lalu secara serentak di bioskop Indonesia. Memiliki penggambaran alur cerita yang progressif pada Volume I film tersampaikan dengan apik. Kepiawaian tokoh utama, Vino G Bastian dalam memerankan Buya Hamka patut diberi apresiasi. Vino G Bastian berhasil mengimplementasikan sosok Buya Hamka seperti di kehidupan nyata dengan sikapnya yang santun, berpikiran modern terhadap ilmu, serta bijaksana dalam setiap perkataan yang dikeluarkannya. Tidak hanya itu, karakter tokoh istri Buya Hamka, Siti Raham sebagai sosok orang yang selalu mendukung cita-cita Buya Hamka, perjuangan suaminya, dan orang yang selalu ada bersama Buya Hamka, memberi bumbu romansa yang menjadi daya pikat tersendiri dalam film ini.

Tidak hanya kepiawaian para pemain dalam memerankan setiap karakter tokoh pada film, visualisasinya seperti pemilihan tempat dan kostum para pemain dalam membawakan karakter yang diperankan juga sangat cocok dengan tema dan alur. Pemilihan tempat dalam film ini sangatlah berkaitan dengan latar tempat yang sebenarnya, sehingga mampu membawa imajinasi penonton lebih dekat dengan suasana kehidupan Buya Hamka pada kenyataanya. Selain itu kostum para pemain juga sangat mendukung peran, misalnya pakaian yang sering digunakan Siti Raham, yaitu baju kurung dan kerudung yang sederhana,  menjadi ciri khas suku Minang mampu membangun latar budaya yang ingin ditonjolkan.

Baca Juga  Jakarta Diserang Bom oleh Sekelompok Teroris

Sepanjang menonton film ini penonton tidak akan dapat menyadari bagianmana yang akan menjadi penutup Volume I film Buya Hamka. Sebab, di setiap bagian film selalu berkesinambungan dengan adegan selanjutnya. Hal ini dapat membuat penonton menjadi penasaran dengan setiap adegan dalam film.

Film ini dapat menjadi daftar pertama dalam list menonton di bioskop ketika lebaran. Banyak pelajaran hidup dari tokoh pahlawan dan ulama besar asal tanah Minangkabau ini.Namun, kembali lagi ke awal bahwa film ini dibagi dalah tiga volume. Pada akhir film, penonton harus menahan rasa penasarannya disebabkan Volume I harus berakhir. Lalu, bagian terakhir Volume I akan terkesan menggantung, dan akan dilanjutkan ke Volume II film Buya Hamka.

Selamat menonton!

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Univeristas Andalas

 

 

 

Tag: Biografibuya hamkaSumatra Barat
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak