• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 7 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Gentainment Karya Calon Anggota

Mengenal Limpiang, Makanan Tradisional yang Manis dari Solok Selatan

oleh Redaksi
Minggu, 2 Juli 2023, 02:23 WIB
Limpiang, makanan tradisional yang manis dari Solok Selatan, Kamis (22/6/2023) (Genta Andalas/Vannisa Fitri)

Limpiang, makanan tradisional yang manis dari Solok Selatan, Kamis (22/6/2023) (Genta Andalas/Vannisa Fitri)

ShareShareShareShare

 

Limpiang, makanan tradisional yang manis dari Solok Selatan, Kamis (22/6/2023) (Genta Andalas/Vannisa Fitri)

Oleh: Vannisa Fitri*

Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan alam tersebut terdiri dari flora dan fauna. Selain itu tanah yang subur juga dimanfaatkan oleh penduduk sebagai lahan untuk bercocok tanam. Hasil dari bercocok tanam juga sering dijadikan sebagai olahan makanan tradisional yang berasal dari Sumatra Barat. Salah satu olahan makanan tersebut adalah Limpiang yang merupakan olahan khas dari Solok Selatan, Sumatra Barat.

Camilan manis yang terbuat dari tepung beras ketan dan pisang ini menjadi oleh-oleh yang wajib dibeli jika berlibur ke Solok Selatan. Tak hanya itu saja, Limpiang juga menjadi makanan pelengkap ketika terdapat upacara adat ataupun pernikahan. Bentuknya yang bulat dan bertekstur padat namun lembut didalam menjadikan olahan ini tidak cocok jika dimakan ketika sudah dingin. Hal itu akan membuat Limpiang menjadi keras dan sulit dimakan. Makanan ini lebih cocok disajikan ketika masih panas. Biasanya masyarakat di Solok Selatan lebih sering mengkonsumsi olahan makanan ini bersama teh atau kopi di pagi hari.

Baca Juga  Maelo Pukek, Tradisi Turun-temurun Nelayan di Kampung Elo Pukek

Rosni, salah satu penjual yang sudah lama berjualan Limpiang mengatakan olahan makanan ini cukup mudah dibuat. Hal ini disebabkan karena bahan olahan pembuatan Limpiang sangat mudah ditemukan di warung atau kedai yang dekat dengan masyarakat.

“Banyak yang mengira proses pembuatan Limpiang ini sulit untuk dibuat, padahal sebenarnya sangat mudah untuk dicoba membuatnya. Selain itu, bahan-bahannya juga tidak sulit didapatkan,” ungkap Rosni saat diwawancarai pada Kamis (22/6/2023) .

Lebih lanjut, Rosni mengatakan dalam pembuatan Limpiang tepung beras ketan dicampur dengan pisang yang sudah dihancurkan, lalu diaduk secara bersamaan dan ditambah garam serta vanila. Setelah tercampur rata, olahan Limpiang dibentuk bulat penyet dan bagian tengahnya diisi dengan kelapa parut yang sudah dicampur dengan gula merah. Setelahnya dimasukkan kedalam minyak panas dengan api kecil. Proses penggorengan biasanya menghabiskan waktu 15 sampai 20 menit.

Baca Juga  UNAND Luncurkan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat Lewat UMKM Expo 2025

Cita rasa yang manis dan gurih dari pisang bercampur dengan parutan kelapa berwarna merah menjadikan Limpiang sangat digemari oleh anak-anak, orang tua ataupun penikmatnya. Sebagai makanan tradisonal, harga Limpiang tidaklah mahal, namun biasanya sangat bervariasi tergantung ukuran, mulai dari ukuran yang besar untuk acara perkawinan seharga ratusan ribu, ukuran menengah limapuluh ribuan dan ukuran kecil seharga seribuan. Walaupun tergolong makanan tradisional, namun makanan ini masih tetap eksis sampai hari ini.

Yuli, salah satu pembeli Limpiang dari Padang mengungkapkan bahwa kelezatan Limpiang menjadi oleh-oleh favorit khas Solok Selatan, rasa manis dan lembut juga cocok dinikmati anak-anak.

“Saya biasanya setiap liburan ke Solok Selatan, Limpiang makanan yang wajib dibeli, karena rasanya manis dan disukai oleh anak-anak,” ungkap Yuli saat diwawancarai pada Kamis (22/6/2023).

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Andalas

 

Tag: makananSolokTradisional
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

Senin, 21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

Sabtu, 19 September 2026, 23:58 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Menagih Paru-Paru Anak di Tengah Dapur yang Harus Tetap Ngebul

Selasa, 15 September 2026, 21:28 WIB
(Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

Selasa, 15 September 2026, 21:02 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

Senin, 14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

Minggu, 13 September 2026, 01:06 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak