• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Peran Besar Lingkungan terhadap Peningkatan Minat Baca

oleh Redaksi
3 Juli 2023, 23:34 WIB
(Ilustrator/Ifran Afdhala)

(Ilustrator/Ifran Afdhala)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Ifran Afdhala)

Oleh: Ifran Afdhala Zikri*

Minat baca merupakan suatu ketertarikan untuk memperoleh informasi dari berbagai media yang dibutuhkan dan mendorong seseorang untuk terus memperluas pengetahuannya. Minat baca tentunya tidak dapat tumbuh secara instan, tetapi diperoleh dengan proses yang panjang dan berkesinambungan sehingga bisa menjadi suatu kebiasaan. Minat baca bisa diterapkan mulai dari  lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dilansir dari website perpustakaan.go.id membaca buku merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari hari. Hal ini dikarenakan buku menjadi salah satu sumber pengetahuan yang mampu menambah dan pempengaruhi pengetahuan. Perpustakaan merupakan salah satu bagian dari dunia pendidikan yang menjadi media untuk menumbuhkan minat membaca. Salah satu tugas yang harus dilakukan oleh perpustakaan yaitu meningkatkan minat baca masyarakat dalam jangka panjang untuk mendorong dan mempercepat terwujudnya budaya rajin membaca pada masyarakat.

Kebiasaan dan budaya membaca dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh sebab itu, minat baca memainkan peran sebagai kesuksesan pendidikan. Kurangnya minat baca pada peserta didik salah satunya disebabkan rasa malas belajar yang dapat berdampak pada prestasi peserta didik yang tidak optimal dalam mempelajari sesuatu.

Baca Juga  Kebebasan Akademik Terancam di Kampus

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari kurangnya minat baca di Indonesia, yaitu belajar membaca sejak dini dianggap tidak penting, kehidupan yang dipengaruhi teknologi, pengaruh lingkungan, dan kurangnya ketersediaan buku yang menarik sehingga tidak timbul kesadaran diri untuk membaca. Kurangnya akses untuk membaca seperti fasilitas perpustakaan terutama di daerah daerah terpencil yang menyebabkan  kemampuan membaca anak-anak Indonesia yang masih jauh dari negara-negara ASEAN apalagi tingkat dunia.

Terhitung pada tahun 2022, persebaran perpustakaan di wilayah Indonesia adalah 23.45% berada di Pulau Sumatra, 47.79% di Pulau Jawa, 11.52% di Pulau Sulawesi, 8.67% di Nusa Tenggara, 6.67% di Pulau Kalimantan, dan 0.4% di Pulau Papua. Hingga saat ini, jumlah perpustakaan yang telah terhimpun sebanyak 158.364 dengan target penambahan di tahun 20223 yakni 6.246.

Berdasarkan data dari UNESCO di tahun 2016, Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara di dunia dengan tingkat literasi rendah, dapat diketahui bahwa hanya 0,001 persen atau 1 dari 1,000 orang yang rajin membaca di Indonesia. Menurut data BPS pada tahun 2022, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan berada pada angka 59,52 persen dengan durasi membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan. Tercatat bahwa sebanyak 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, berada pada urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget setelah negara China, India, dan Amerika Serikat.

Baca Juga  Gelamai: Makanan Unik dari Kota Payakumbuh

Pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat sangat penting karena keteladanan orang tua yang mampu memanfaatkan waktu senggang dengan membaca buku kemudian menceritakan garis besarnya kepada sang anak. Pada umumnya, akan timbul keinginan untuk membacanya dari anak sendiri setelah mendengarkan cerita tersebut, sehingga semakin tinggi motivasi membaca seseorang semakin tinggi.

Dalam era pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini, peran perpustakaan dan pusat informasi makin dirasakan kegunaannya sebagai sarana belajar mengajar, sumber informasi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Generasi muda Indonesia berperan penting terhadap penerapan minat baca sejak dini dan di masyarakat, untuk lebih memanfaatkan perpustakaan yang telah di sediakan sebagai wadah belajar dan membaca sehingga meningkatkan pengetahuan juga sumber daya manusia Indonesia menjadi semakin berkualitas.

*)Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Tag: IndonesiaLingkunganMahasiswaopiniUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

3 November 2026, 18:21 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Pengalaman Magang Jadi Kedok Buruh Murah

23 Oktober 2026, 20:27 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Nabil Nur Insani)

Batal Dipecat, Keadilan Dipertanyakan

21 September 2026, 21:59 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak