• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 25 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Perkuliahan Daring Sebagai Pemicu Peningkatan Stres Mahasiswa

oleh Redaksi
11 Februari 2021, 21:49 WIB
ShareShareShareShare

Oleh: Amatul Firdausa Nasa, M. Psi., Psikolog.*)

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali dalam sistem pendidikan. Sebagai upaya adaptif terhadap anjuran protokol kesehatan, perkuliahan dengan sistem daring dinilai menjadi solusi alternatif terbaik. Namun penerapan kuliah daring dengan berbagai persoalan yang belum teratasi, banyak memicu kondisi stres yang dialami mahasiswa.

Lalu bagaimana stres dapat mempengaruhi mahasiswa? Bagaimana keterkaitan antara stres mahasiswa dengan sistem perkuliahan daring? dan bagaimana cara mahasiswa dapat terhindar dari kondisi stres tersebut? (Fadilatul Husni dan M. Bimo Setiawan Perdana Wilan)

Stres terjadi ketika seseorang memiliki hambatan dan merasa tertekan. Stres merujuk kepada emosi yang cenderung negatif seperti rasa putus asa, sedih, dan frustasi yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dan cenderung sulit untuk berpikir positif. Stres juga berdampak buruk kepada kondisi fisik, seseorang yang tidak dapat mengendalikan stress dengan baik, cenderung memiliki daya imunitas yang rendah sehingga mudah sakit, dan sering merasa lelah walaupun tidak melakukan aktivitas secara berlebihan.  

Namun stres sejatinya adalah sesuatu yang lumrah dialami oleh semua kalangan termasuk mahasiswa, namun yang membedakan apakah stres tersebut sudah dikelola dengan baik atau tidak. Terlebih bagi mahasiswa yang berada di usia peralihan, bila stress tidak dikelola dengan baik tentu akan menyebabkan hambatan dimasa depan. Mahasiswa yang mengalami stres akan sulit dalam menemukan jati dirinya dan juga berujung pada gangguan mental seperti depresi. Mahasiswa yang mengalami stres yang tidak terkendali juga akan sulit dalam berpikir positif dan dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif sehingga menurunkan kualitas dirinya.

Baca Juga  Sosok Inspiratif Nadhifah Akbari Habibie : Kuliah Daring bukan penghambat tapi peluang dalam Berinovasi

Sebaliknya mahasiswa yang mampu mengendalikan stres dengan baik akan berfokus pada masalah dan bersifat proaktif dalam mencari solusi bukan pada emosi yang dimunculkan. Namun kebanyakan mahasiswa hanya berfokus pada emosi, contohnya menghabiskan waktu dengan menonton drama korea dan bermain sosial media untuk menghasilkan perasaan senang yang bersifat sementara. Tindakan ini tentunya membuat mahasiswa belum mampu memecahkan masalah yang dimiliki dan memperlambat penyelesaian masalah. Akan tetapi tindakan yang berfokus pada emosi tidak selamanya bernilai negatif, mahasiswa bisa menjadikannya sebagai reward sebagai motivasi diri, seperti ketika telah menyelesaikan masalah yang dimiliki mahasiswa dapat melakukan sesuatu yang disenangi baik menonton drama korea maupun bermain sosial media. Hal ini tentunya memacu mahasiswa untuk menyelesaikan masalahnya dengan lebih cepat.

Bila dikaitkan dengan kondisi mahasiswa selama kuliah daring, stres dapat disebabkan oleh mahasiswa yang belum mampu beradaptasi terhadap sistem perkuliahan daring. Dimana ada hal baru yang harus dipelajari serta keterbatasan yang dialami ketika kuliah daring. Kuliah daring juga cenderung monoton dalam implementasinya yang mengharuskan mahasiswa terpaku pada layar laptop. Tugas yang diberikan oleh dosen juga lebih banyak dan mahasiswa juga kurang fokus karena harus mengerjakan tugas rumah dan kuliah secara beriringan. Selain itu waktu proses belajar mengajar juga tidak teratur sehingga menyulitkan mahasiswa dalam manajemen waktu. Berbagai persoalan tersebut berujung pada banyaknya mahasiswa yang tidak bisa fokus dalam pembelajaran dan sering menunda-nunda waktu bila diberikan tugas.

Baca Juga  Tanggapi Hoax Kuliah Luring pada Bulan Maret, Kasubag Akademik: Saya Belum Pernah Dengar

Oleh karena itu, mahasiswa harus pandai dalam mengelola stres yang dimiliki agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan maupun kegiatan akademik. Mahasiswa harus mengenali terlebih dahulu sesuatu yang bisa dikontrol dan yang tidak. Permasalahan seperti dosen yang tidak bisa dihubungi, jaringan internet maupun Ilearn yang bermasalah sudah termasuk permasalahan diluar kontrol mahasiswa, sehingga tidak perlu terlalu dipikirkan akan tetapi tetap dibutuhkan tindakan inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun permasalahan seperti manajemen waktu, hingga penyelesaian tugas kampus menjadi sesuatu yang berada dalam kendali mahasiswa, sehingga hal tersebutlah yang harus diperbaiki untuk mengurangi potensi stres.

Mahasiswa juga harus merawat dirinya (self-care) seperti makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan olahraga yang rutin untuk menjaga kesehatan fisik. Jadi harus ada rutinitas positif yang membuat mahasiswa lebih terkontrol, untuk mengurangi stres tersebut. Mahasiswa juga harus menghindari tindakan yang bersifat multitasking ketika proses belajar mengajar berlangsung, dan hanya berfokus pada materi yang diberikan. Walaupun perkuliahan dilakukan secara jarak jauh, komunikasi kepada teman-teman sebaya juga sangat penting agar mahasiswa tidak merasa sendiri dan merasa didukung oleh teman-temannya. Hal yang juga tidak kalah penting adalah perbanyak beribadah dan tingkatkan takwa terhadap tuhan agar hasil yang didapatkan juga optimal.

*) Narasumber merupakan dosen Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Tag: daring
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak