• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Tradisi Pemindahan Tulang Jenazah, Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur Khas Suku Batak

oleh Redaksi
6 Mei 2024, 00:37 WIB
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

ShareShareShareShare
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Oleh:Cyndi Karita Malau

Suku Batak mengartikan kematian tidak hanya sebagai prosesi pemakaman orang sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.  Tetapi lebih daripada itu, suku Batak akan melakukan penghormatan kepada leluhur dengan memindahkan tulang belulang yang sudah meninggal.

Tradisi Mangongkal Holi sudah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi tradisi turun-temurun. Mangongkal Holi merupakan sebuah prosesi adat Batak yang diselenggarakan untuk menggali makam orang yang sudah lama meninggal dan diambil tulang belulangnya, lalu tulang belulang tersebut akan dipindahkan ke tugu makam yang tingkatannya lebih tinggi. Prosesi ini dilaksanakan oleh keluarga yang satu pomparan (perkumpulan para keturunan leluhur).

Dalam perhelatannya tradisi ini ternyata membutuhkan biaya yang besar karena pelaksanaannya yang tidak sembarangan dan harus sesuai dengan runtutan upacara adat. Pihak yang menggelar prosesi ini juga harus mengundang atau menjamu seluruh keluarga besar dan tetangga kampungnya. Makanan yang harus dihidangkan pun tidak seperti hidangan biasa yang ada di pesta adat lainnya seperti daging babi atau ayam, melainkan harus daging kerbau yang lebih mahal. Dalam prosesi Mangongkal Holi juga harus menyediakan kuda yang akan dikurbankan, dan kain ulos yang dilambangkan sebagai simbol pengharapan.

Tidak ada waktu yang tetap dalam pelaksanaan Mangongkal Holi namun, biasanya diadakan ketika dari pihak keluarga bermimpi bertemu dengan orang tua atau leluhurnya, atau ketika keluarga suku Batak sudah memiliki biaya yang besar untuk melaksanakannya, dan prosesi ini juga cukup memakan waktu beberapa hari mengingat harus melewati beberapa prosesi sebelum menuju agenda utama.

Baca Juga  Sosok Inspiratif Annisa Mulia Utami: Cemoohan Berbuah Menjadi Kesuksesan dalam Berbisnis

Beberapa prosesi yang harus dilaksanakan ialah mulai martonggoraja atau kegiatan yang wajib dilakukan pada setiap prosesi Mangongkal Holi. Tujuannya untuk membicarakan persiapan dari keluarga yang menyelenggarakan seperti hari, peralatan dan biaya. Pihak keluarga yang satu pomparan juga meminta izin terlebih dahulu ke pihak keluarga perempuan (istri).

Setelah mendapatkan persetujuan dilanjut dengan mangombak atau menggali makam leluhurnya untuk mengambil tulang-belulangnya. Lalu, peti mati dibawa oleh semua orang ke rumah keluarga, untuk beristirahat dan makan bersama. Ketika acara makan bersama tersebut pihak keluarga akan memberi makan tamu yang hadir, dan membagi jambar sesuai aturan adat. Diselingi juga dengan keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan tamu yang hadir.

Acara selanjutnya, membersihkan tulang belulang tersebut dengan dicuci sampai bersih dengan air jeruk dan dibaluri dengan air kunyit. Tulang-belulang yang sudah dibersihkan dan kering akan harus dibungkus dengan kain putih dan ulos ragidup sebagai lambang kesucian. Kemudian, tulang belulang dimasukkan ke dalam peti yang diikuti dengan prosesi adat juga.  Tulang belulang yang sudah ada dalam peti akan didoakan kembali dan dimasukkan ke makam yang lebih tinggi.

Baca Juga  Memanjakan Mata dengan Pesona Pantai Pasir Putih

Warga Suku Batak yang pernah turut menjalani prosesi adat ini, Jannes Malau, menjelaskan hal-hal penting di balik tradisi Mangongkal Holi menurut kepercayaan Suku Batak di antaranya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan mempererat persaudaran sesame marga.

“Alasan mengapa dilaksanakannya Mangongkal Holi adalah bentuk penghormatan kepada leluhur, mengangkat derajat marga, mempererat persaudaraan sesama marga. Dan tak kalah penting ialah untuk mendapatkan hagabean (panjang umur), hasangapon (kehormatan) dan hamoraon (kekayaan)”, ujar Jannes Malau saat diwawancarai pada Kamis (2/5/2024).

Suku Batak juga mempercayai bahwa para leluhur yang sudah meninggal harus dihormati, agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam keluarganya. Selain itu, Mangongkal Holi juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga silsilah keluarga, karena, dengan berada pada satu tempat atau makam, generasi selanjutnya akan tetap mengetahui siapa leluhur atau nenek moyangnya.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Andalas

Tag: Suku Batak.
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Bangunan Surau Paseban di Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Minggu (26/7/2026)(Genta Andalas/Alizah Fitri Sudira)

Jejak Pengetahuan di Balik Pintu Surau Paseban

28 Agustus 2026, 02:05 WIB
Batu Bujang Juaro di depan Balai Gadang Situjuah Gadang

Jejak Magis Batu Bujang Juaro, Kisah Warisan Situjuah Limo Nagari yang Nyaris Terlupakan

21 Agustus 2026, 10:48 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak