• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Tradisi Pemindahan Tulang Jenazah, Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur Khas Suku Batak

oleh Redaksi
6 Mei 2024, 00:37 WIB
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

ShareShareShareShare
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Oleh:Cyndi Karita Malau

Suku Batak mengartikan kematian tidak hanya sebagai prosesi pemakaman orang sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.  Tetapi lebih daripada itu, suku Batak akan melakukan penghormatan kepada leluhur dengan memindahkan tulang belulang yang sudah meninggal.

Tradisi Mangongkal Holi sudah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi tradisi turun-temurun. Mangongkal Holi merupakan sebuah prosesi adat Batak yang diselenggarakan untuk menggali makam orang yang sudah lama meninggal dan diambil tulang belulangnya, lalu tulang belulang tersebut akan dipindahkan ke tugu makam yang tingkatannya lebih tinggi. Prosesi ini dilaksanakan oleh keluarga yang satu pomparan (perkumpulan para keturunan leluhur).

Dalam perhelatannya tradisi ini ternyata membutuhkan biaya yang besar karena pelaksanaannya yang tidak sembarangan dan harus sesuai dengan runtutan upacara adat. Pihak yang menggelar prosesi ini juga harus mengundang atau menjamu seluruh keluarga besar dan tetangga kampungnya. Makanan yang harus dihidangkan pun tidak seperti hidangan biasa yang ada di pesta adat lainnya seperti daging babi atau ayam, melainkan harus daging kerbau yang lebih mahal. Dalam prosesi Mangongkal Holi juga harus menyediakan kuda yang akan dikurbankan, dan kain ulos yang dilambangkan sebagai simbol pengharapan.

Tidak ada waktu yang tetap dalam pelaksanaan Mangongkal Holi namun, biasanya diadakan ketika dari pihak keluarga bermimpi bertemu dengan orang tua atau leluhurnya, atau ketika keluarga suku Batak sudah memiliki biaya yang besar untuk melaksanakannya, dan prosesi ini juga cukup memakan waktu beberapa hari mengingat harus melewati beberapa prosesi sebelum menuju agenda utama.

Baca Juga  Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

Beberapa prosesi yang harus dilaksanakan ialah mulai martonggoraja atau kegiatan yang wajib dilakukan pada setiap prosesi Mangongkal Holi. Tujuannya untuk membicarakan persiapan dari keluarga yang menyelenggarakan seperti hari, peralatan dan biaya. Pihak keluarga yang satu pomparan juga meminta izin terlebih dahulu ke pihak keluarga perempuan (istri).

Setelah mendapatkan persetujuan dilanjut dengan mangombak atau menggali makam leluhurnya untuk mengambil tulang-belulangnya. Lalu, peti mati dibawa oleh semua orang ke rumah keluarga, untuk beristirahat dan makan bersama. Ketika acara makan bersama tersebut pihak keluarga akan memberi makan tamu yang hadir, dan membagi jambar sesuai aturan adat. Diselingi juga dengan keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan tamu yang hadir.

Acara selanjutnya, membersihkan tulang belulang tersebut dengan dicuci sampai bersih dengan air jeruk dan dibaluri dengan air kunyit. Tulang-belulang yang sudah dibersihkan dan kering akan harus dibungkus dengan kain putih dan ulos ragidup sebagai lambang kesucian. Kemudian, tulang belulang dimasukkan ke dalam peti yang diikuti dengan prosesi adat juga.  Tulang belulang yang sudah ada dalam peti akan didoakan kembali dan dimasukkan ke makam yang lebih tinggi.

Baca Juga  Eksplorasi Ruangan Bersejarah dan Destinasi Mistis GOLAGA

Warga Suku Batak yang pernah turut menjalani prosesi adat ini, Jannes Malau, menjelaskan hal-hal penting di balik tradisi Mangongkal Holi menurut kepercayaan Suku Batak di antaranya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan mempererat persaudaran sesame marga.

“Alasan mengapa dilaksanakannya Mangongkal Holi adalah bentuk penghormatan kepada leluhur, mengangkat derajat marga, mempererat persaudaraan sesama marga. Dan tak kalah penting ialah untuk mendapatkan hagabean (panjang umur), hasangapon (kehormatan) dan hamoraon (kekayaan)”, ujar Jannes Malau saat diwawancarai pada Kamis (2/5/2024).

Suku Batak juga mempercayai bahwa para leluhur yang sudah meninggal harus dihormati, agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam keluarganya. Selain itu, Mangongkal Holi juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga silsilah keluarga, karena, dengan berada pada satu tempat atau makam, generasi selanjutnya akan tetap mengetahui siapa leluhur atau nenek moyangnya.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Andalas

Tag: Suku Batak.
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Menjaga Silek di Zaman Modern

4 Januari 2026, 21:15 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak